Sukses

Panduan Memilih Metode Sunat yang Paling Aman

Di zaman sekarang, begitu banyak metode sunat yang ditawarkan. Di antara semuanya, tahukah Anda mana yang paling aman?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar pria di Indonesia mungkin sudah melewati proses sunat. Dalam medis, sunat diartikan sebagai tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala penis. Pada dasarnya sunat bisa dan boleh dilakukan saat masih pria masih dalam usia anak maupun ketika dewasa.

Jadi, kurang tepat bila Anda berpikir bahwa sunat hanya bisa dilakukan saat masih anak-anak. Pasalnya, pria dewasa masih bisa mengalami proses ini. Hanya saja, proses penyembuhan dari sunat yang dilakukan semasa dewasa membutuhkan waktu yang lebih lama.

Mengenal metode sunat

Kini banyak “terobosan” baru terkait metode sunat agar proses penyembuhannya lebih cepat, baik yang dilakukan pada anak-anak maupun orang dewasa. Nah, karena metode sunat semakin bervariasi, sebagian orang tua mungkin akan bingung untuk memilih mana yang paling aman untuk buah hatinya. 

Ada empat metode sunat yang paling populer, yaitu sirkumsisi atau konvensional, laser atau electrical cauter, klem, dan stapler.

  1. Metode sirkumsisi atau konvensional

Sunat dengan metode ini dilakukan dengan cara memotong langsung kulup dengan alat potong, seperti gunting atau pisau bedah. Adapun kelebihan yang ditawarkan, yaitu minim risiko. Sedangkan kekurangannya adalah proses penyembuhan yang lumayan lama.

  1. Metode laser (Electrical cauter)

Sunat dengan metode ini dilakukan dengan menggunakan pemanas elektrik yang ditembakkan ke ujung penis untuk memotong kulup. Kelebihan dari metode laser adalah minim jahitan dan perdarahan. Sedangkan kekurangannya, kepala penis berisiko terpotong. 

  1. Metode klem

Sunat dengan metode ini dilakukan dengan cara memasang alat klem di batang penis sesuai dengan ukuran. Setelah itu, kulup dipotong dengan pisau bedah. Klem akan terpasang pada penis hingga luka mengering.

Kelebihan dari metode klem adalah tidak menggunakan jahitan dan minim perdarahan. Selain itu, proses penyembuhan juga berlangsung cepat dan tidak terlalu terlalu nyeri. Sayangnya, metode ini terbilang mahal dan klem berisiko menggantung di penis. 

  1. Metode stapler

Sunat dengan metode stapler biasanya dilakukan saat pria sudah remaja ataupun dewasa. Caranya adalah dengan menggabungkan metode potong serta jahit dengan alat strapler yang berbentuk lonceng di bagian dalam untuk melindungi kepala penis, lalu lonceng lain di luar yang memiliki pisau bundar untuk memotong kulup.

Kelebihan dari metode ini adalah jahitannya lebih kuat dan minim perdarahan. Namun, sama seperti metode klem, harganya terbilang mahal dan stapler berisiko menggantung di kepala penis. 

Dilansir sebuah sumber, dokter Ahli Urologi, Dr. dr. JC Prihadi, SpU dari Rumah Sakit St. Carolus Jakarta mengatakan bahwa metode konvensional adalah yang paling aman untuk dilakukan. Sebab menurutnya, tingkat keberhasilan metode lain masih diragukan.

Perlu diketahui bawah saat penis disunat menggunakan metode konvensional, tindakan operasi memungkinkan pembuluh darah terbuka selama dijahit. Hasilnya, pembuluh darah tidak terbuka ketika pasien menangis atau menjerit sakit. Itulah mengapa metode konvensional atau metode sirkumsisi dianggap yang paling aman untuk diaplikasikan.

Hal yang mesti diperhatikan

Dari segi kesehatan, sunat memang sangat menguntungkan. Ini karena sunat membuat kemaluan pria lebih bersih dan terhindar dari risiko infeksi saluran kemih. Namun, untuk mendapatkan segala keuntungan yang ditawarkan, sunat mesti dilakukan dengan prodesur yang sebenar-benarnya.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, sunat tidak boleh dilakukan pada pria yang memiliki kelainan posisi lubang kencing alias hipospadia dan episadia.

“Pada pria yang memiliki gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, sunat mesti dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai,” jelas dr. Reza.

Pada dasarnya, sunat adalah suatu hal yang sangat menguntungkan bagi kesehatan organ intim pria. Jika Anda punya anak laki-laki yang hendak disunat, memilih metode konvensional adalah yang paling tepat. Ini karena metode sunat tersebut terbilang paling aman. Akan tetapi, jika ingin si Kecil disunat dengan metode lain, pastikan Anda melakukannya di klinik atau rumah sakit yang memiliki tenaga medis profesional serta fasilitas yang benar-benar memadai. Dengan begitu, segala risiko dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalkan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar