Sukses

Inilah 5 Penyebab Radang Usus Buntu

Nyeri perut kanan bawah identik dengan radang usus buntu. Ini dia beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Radang usus buntu atau apendisitis adalah salah satu bentuk kondisi gawat yang sering terjadi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, kejadian radang usus buntu pada tahun pada tahun 2009 tercatat 3,36% dan meningkat menjadi 3,53% di tahun 2010.Usus buntu itu sendiri merupakan struktur yang berbentuk tabung dan tidak memiliki fungsi yang jelas. Organ tersebut berada di kuadran kanan bawah perut, dengan panjang rata-rata 6–10 sentimeter dan berdiameter 0,5–0,8 sentimeter.

Kendati tidak memiliki fungsi yang jelas, usus buntu yang mengalami peradangan dapat menyebabkan keluhan yang sangat menganggu. Beberapa keluhan yang dimaksud, meliputi:

  • Nyeri perut sebelah kanan yang awalnya bermula dari ulu hati. Nyeri yang muncul awalnya hilang timbul kemudian menetap
  • Demam
  • Penurunan nafsu makan hingga tidak ingin sama sekali
  • Mual dan muntah
  • Gangguan BAB menjadi diare atau konstipasi (sembelit).

Penyebab usus buntu

Penyebab utama radang di usus buntu adalah akibat adanya sumbatan di dalamnya. Berikut ini ada beberapa penyebab terjadinya sumbatan pada usus buntu:

1. Sumbatan fekalit

Fekalit atau timbunan tinja yang keras menjadi penyebab utama seseorang dapat mengalami radang usus buntu. Keadaan statis atau diam secara terus-menerus menyebabkan banyak kuman berkembang biak, mengingat tinja sebagai produk sisa tubuh harus di keluarkan. Akibat hal ini, terjadilah peradangan di dalam struktur dan sekitar usus buntu yang menimbulkan gejala pada penderitanya.

Umumnya, usus buntu akibat sumbatan fekalit banyak terjadi pada anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang jarang mengonsumsi makanan berserat atau aktivitas fisik yang terbatas.

2. Pembesaran jaringan limfoid

Pembesaran jaringan limfoid atau dalam medis disebut hiperplasia limfoid sering menjadi penyebab terjadinya peradangan usus buntu pada anak-anak. Kondisi ini biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan lanjutan di laboratorium patologi.

Pembesaran jaringan limfoid terjadi akibat adanya perubahan lapisan di struktur usus buntu yang dapat menyebabkan peradangan di dalamnya. Perubahan tersebut biasanya berhubungan dengan penyakit Inflammatory Bowel Disease (IBD), infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis), maupun Crohn’s disease.

3. Infeksi parasit

Adanya infeksi parasit seperti Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Entamoeba histolica (amuba), Strongiloides stercoralis (cacing benang), enterobiasis (cacing kremi), dan Blastocystis hominis dapat menyebabkan terjadinya radang usus buntu.

Biasanya infeksi parasit ditularkan dari hewan maupun cara hidup yang tidak sehat, seperti kurang menjaga kebersihan diri. Adanya infeksi parasit menyebabkan perlukaan atau erosi di lapisan usus buntu, sehingga peradangan dapat terjadi dengan mudah.

4. Tumor

Meski jarang terjadi, tumor yang terbentuk di dalam saluran pencernaan bagian bawah dapat menyebabkan terjadinya radang usus buntu. Jika tumor tersebut berkembang dan menyumbat struktur usus buntu, maka kemungkinan besar dapat menyebabkan peradangan.

5. Jaringan fibrosis

Pada beberapa kasus, peradangan usus buntu yang sudah diangkat dapat kambuh kembali dan menimbulkan gejala klinis. Hal ini bisa terjadi akibat terbentuknya jaringan fibrosis (jaringan parut) akibat proses penyembuhan yang kurang sempurna.

Radang usus buntu adalah kondisi berbahaya yang harus ditangani segera dan dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, jika Anda merasakan keluhan atau gejala yang mengarah pada penyakit ini, jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(NB/ RVS)

1 Komentar