Sukses

Bahaya di Balik Gurihnya Kastengel Lebaran

Kelezatan kastengel saat Lebaran bagai “serigala berbulu domba” yang bisa membahayakan kesehatan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah belanja kue Lebaran? Tentunya kastengel atau kue keju tak mungkin absen dari daftar belanjaan Anda. Kue keju kaasstengels atau biasa disebut kastengel ini berasal dari Belanda. Seperti namanya, kaas berarti keju, dan stengel berarti batang. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah sering kali membuat orang kalap.

Biasa disajikan di toples saat hari Lebaran, kue ini selalu menjadi primadona di hari Lebaran. Tapi, tahukah Anda kalau terlalu banyak makan kastengel juga bisa memicu berbagai penyakit berbahaya?

Keju yang merupakan bahan utama untuk membuat kastengel memang merupakan sumber kalsium dan protein yang baik. Tapi, keju juga mengandung lemak jenuh dan natrium yang tinggi, sehingga tidak baik bila dikonsumsi secara berlebihan.

Dampak terlalu banyak makan kastengel

Faktanya, seperti dipaparkan pada Medical News Today, konsumsi keju seperti yang terdapat pada kastengel cenderung meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, serta diabetes tipe 2. Belum lagi, proses pengolahan yang terkadang dicampurkan bahan pengawet atau bahan kimia lainnya juga harus diwaspadai.

Dalam 1 ons keju cheddar yang sering digunakan untuk membuat kastengel sendiri mengandung sekitar 120 kalori dan 6 gram lemak jenuh. Asupan ini harus dibatasi untuk menghindari munculnya berbagai penyakit.

Tak heran, Dietary Guidelines Advisory Committee (DGAC) merekomendasikan untuk menbatasi asupan lemak 20 hingga 35 persen dari kalori harian, dan lemak jenuh hingga kurang dari 10 persen dari total kalori. Artinya, konsumsi lemak jenuh setiap harinya harus dibatasi kurang dari 18 gram.

Selain itu, disebutkan bahwa di dalam keju terdapat zat yang dapat mengganggu sistem endokrin sebagai penghasil hormon untuk memengaruhi organ-organ di dalam tubuh. Akibatnya, risiko kanker pun akan meningkat. Belum lagi, asupan kalsium tinggi yang juga terkandung di dalam keju juga dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Kemudian, fosfor yang hadir dalam kadar tinggi pada beberapa jenis keju menjadi sangat membahayakan orang yang memiliki kelainan ginjal. Jika ginjal tidak dapat membuang kelebihan fosfor dari darah, akibatnya bisa fatal.

Terakhir, bagi orang yang memiliki intoleransi laktosa, keju seperti pada kastengel dapat memicu reaksi alergi. Sehingga, penggunaan jenis keju untuk membuat kastengel juga harus diperhatikan. Jika ingin mengonsumsinya, pilihlah yang menggunakan keju jenis parmesan dan cheddar yang memiliki kadar laktosa lebih rendah.

Agar kastengel lebih sehat

Terkadang, keinginan untuk melahap kue keju yang selalu dicari saat Lebaran ini mungkin tak terbentung. Bila Anda memang tetap ingin mengonsumsi kastengel, cobalah membuatnya sendiri di rumah. Anda dapat mengolah kue keju ini dengan bahan-bahan yang lebih sehat.

Dilansir dari Livestrong, kini telah dijual di pasaran, jenis keju yang diolah dari susu organik, sehingga mengurangi paparan hormon pertumbuhan yang biasa terkandung pada susu sapi biasa. Bagi Anda yang memilki intoleransi laktosa, penggunaan susu kedelai juga sangat dianjurkan.

Selain itu, Anda juga bisa mengganti keju yang biasa digunakan dengan keju vegan yang lebih sehat. Dijelaskan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, keju vegan merupakan alternatif untuk makan keju yang rendah kalori, rendah lemak, dan aman bagi kaum vegan.

“Karena terbuat dari tumbuh-tumbuhan, keju vegan juga lebih kaya akan serat, sehingga baik untuk kesehatan pencernaan,” jelasnya. Dan jangan lupa, batasi juga penggunaan garam yang rentan memicu hipertensi. Lagi pula, penggunaan keju sudah cukup untuk memberikan cita rasa gurih.

 Jadi, keju pada kastengel memang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan munculnya berbagai penyakit, termasuk jantung, tekanan darah tinggi, serta diabetes. Jadi, batasi konsumsinya, terutama di hari Lebaran nanti. Jangan sampai satu toples kastengel Anda habiskan sendirian, ya!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar