Sukses

Awas, Jangan Sampai Kolesterol Naik Saat Lebaran!

Kolesterol naik saat Lebaran sering terjadi. Padahal, ancamannya pada kesehatan tak main-main. Lakukan antisipasi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat Lebaran, menu daging berlemak dan bersantan hampir pasti selalu tersedia di atas meja makan. Rendang, opor ayam, gulai atau tongseng kambing, lodeh—semuanya tinggi kolesterol. Jika kalap, tentu saja kadar kolesterol jahat (LDL) bisa melonjak. Ancamannya tidak main-main, lho! Jangan sampai kolesterol naik saat lebaran dengan melakukan beberapa langkah antisipasi.

Kalau kadar kolesterol sudah tinggi, biasanya seseorang baru tersadarkan saat leher atau kepala belakang terasa nyeri dan berat. Bahkan, mereka yang sedari awal punya masalah kardiovaskular seperti sakit jantung atau tekanan darah tinggi pun berisiko mengalami serangan yang tak diinginkan.

Dikatakan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, beberapa makanan Lebaran yang diketahui tinggi kolesterol antara lain.

  • Kue kering yang mengandung susu, telur, dan keju. Di dalam satu potong kue kering terdapat 75 kalori. Bisa dibayangkan berapa kalori yang masuk ke tubuh jika Anda menghabiskan satu toples.
  • Opor ayam. Dalam satu porsi opor ayam, yakni 246 gram, terdapat setidaknya 392 kalori.
  • Sayur kuah santan (daun pepaya atau labu siam). Di dalam satu porsi sayuran bersantan itu terdapat 162 kalori.
  • Tersembunyi 271 kalori dalam 100 gram rendang.
  • Gulai kambing. Semangkuk gulai tersebut mengandung 271 kalori.

Jika makanan di atas dikonsumsi dalam jumlah banyak, kadar kolesterol tubuh bisa melonjak. Apabila kadar total LDL sudah di atas 200 mg/dL sedangkan kadar HDL (kolesterol baik) kurang dari 40 mg/dL, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar lemak darah yang terdiri atas LDL dan trigliserida.

Apakah mengonsumsi makanan yang disebutkan di atas sudah pasti kolesterol akan naik? Tidak juga. Tetap memakannya tak apa-apa, asalkan porsinya dibatasi serta variasikan dengan makanan sehat seperti sayuran, buah, dan cukup minum air putih.

1 dari 2 halaman

Tips agar kolesterol tidak naik drastis saat Lebaran

Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan agar kolesterol jahat tidak melonjak dan mengancam kesehatan tubuh antara lain:

  • Memasak dengan minyak sehat

Untuk mengurangi tingginya kolesterol di dalam makanan, gunakan minyak yang sehat untuk memasak. Contohnya adalah minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak bunga matahari. Semua jenis minyak ini mengandung asam lemak tak jenuh yang justru dapat menurunkan kadar lemak jahat di dalam darah.

  • Batasi porsi makanan bersantan

Jika pada hari pertama Anda sudah banyak menyantap makanan bersantan, hindari menyentuhnya pada hari kedua. Kalau ada menu lain seperti sate, capcai, soto bening, ikan bakar, dan lain-lain yang tidak bersantan, pilih itu saja.

  • Imbangi dengan buah

Kalau cuma ada sayuran bersantan yang dihidangkan di meja makan, imbangi dengan makan buah.

“Konsumsi buah-buahan yang cukup dalam sehari mampu menormalkan kelebihan kolesterol dalam darah,” jelas dr. Dyah.

  • Jangan lupa olahraga

Setelah kumpul-kumpul silaturahmi selesai, saatnya Anda kembali fokus pada kesehatan diri dengan berolahraga. Tak perlu olahraga berat, Anda bisa lompat tali, yoga, atau latihan aerobik.

  • Jangan pilih hidangan pencuci mulut yang terlalu berlemak

Es krim biasanya terbuat dari susu yang penuh lemak. Bila Anda ingin menghilangkan rasa lemak, minyak, atau santan yang menempel pada lidah, lebih baik konsumsi yoghurt rendah lemak.

Bagi orang yang tidak memiliki penyakit jantung, kolesterol tinggi, hipertensi, atau yang disiplin menerapkan pola makan sehat, mungkin kadar kolesterol tidak terlalu dipermasalahkan saat jamuan makan Hari Raya Idul Fitri. Namun, bagi yang sudah punya kondisi medis tersebut, kolesterol naik saat Lebaran bisa memicu gangguan kesehatan yang serius. Jadi, jangan pernah remehkan kolesterol naik dan cegah kondisi tersebut dengan melakukan tips di atas.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar