Sukses

9 Tips Mudik Aman untuk Ibu Hamil

Sedang hamil namun sangat ingin mudik dan bertemu sanak saudara di kampung halaman? Ini beberapa hal yang wajib Anda perhatikan.

Klikdokter.com, Jakarta Mudik menjadi suatu tradisi yang menyenangkan sekaligus dinanti-nanti menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setiap orang yang berada di perantauan ingin pulang ke kampung halaman. Tak terkecuali ibu hamil – yang rela membawa “bobot tambahan” – untuk  bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Medis memang tidak melarang ibu hamil untuk melakukan perjalanan jauh, termasuk untuk mudik Lebaran. Namun, supaya perjalanan tidak menemui kendala dan kondisi ibu hamil maupun janin dalam kandungan senantiasa sehat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Kontrol dokter

Hal yang pertama kali harus dilakukan adalah kontrol ke dokter kebidanan dan kandungan untuk mengetahui apakah kondisi ibu maupun janin memungkinkan untuk melakukan perjalanan darat, udara atau laut.

Selain itu, dokter juga akan terlebih dahulu mempertimbangkan usia kehamilan untuk memastikan bahwa ibu tidak dalam kondisi mual dan muntah berat atau terlampau dekat masa persalinan. Faktanya, usia kehamilan yang aman untuk melakukan perjalanan jauh adalah 14–28 minggu dan jika ibu dan janin dalam kondisi yang sehat. Jika hamil kembar, perjalanan jauh mungkin tidak direkomendasikan oleh dokter.

2. Periksa layanan untuk ibu hamil

Moda transportasi yang paling baik untuk ibu hamil adalah yang tercepat. Namun, apa pun moda transportasi yang dipilih, Anda tetap perlu menelusuri apakah terdapat layanan khusus untuk memfasilitasi kebutuhan ibu hamil.

Misalnya, beberapa armada pesawat terbang menyediakan pelayanan khusus agar ibu hamil merasa nyaman selama perjalanan udara, seperti dengan menyediakan kursi di alur lorong dan menawarkan minuman setiap beberapa waktu. Jika menggunakan kereta, ibu hamil dapat memilihi kursi yang dekat dengan toilet untuk memudahkan saat ingin buang air kecil.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Ketahui titik-titik layanan medis

Jika menggunakan mobil pribadi untuk melalui jalan darat, maka sebaiknya ibu hamil dan keluarga sudah mengetahui titik-titik tempat bantuan medis. Jadi, jika sewaktu-waktu ibu hamil membutuhkan perawatan, pertolongan dari petugas medis bisa segera didapatkan.

4. Obat-obatan

Bawalah berbagai obat-obatan bebas maupun obat resep dokter serta vitamin kehamilan yang perlu dikonsumsi selama di perjalanan. Pastikan tidak ada yang tertinggal atau dalam jumlah sedikit agar tidak kehabisan.

Berkonsultasi dengan dokter sebelum perjalanan juga bisa dilakukan guna mendapatkan penyesuaian jenis dan dosis obat yang bisa  dikonsumsi ibu hamil selama perjalanan mudik.

5. Berpakaian yang nyaman

Pastikan bahwa ibu hamil menggunakan pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan tidak membuat aliran darah terganggu karena terlalu ketat. Gunakanlah pakaian yang longgar dan bawa baju atau pakaian dalam ganti yang mudah diakses. Jadi, ibu hamil dapat sewaktu-waktu mengganti baju jika merasa tidak nyaman.

Stoking kaki untuk medis (compression stockings) juga dapat digunakan untuk memastikan aliran darah tidak terhambat jika perjalanan memakan waktu lebih dari 4 jam.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

6. Selalu gunakan seatbelt

Meski merasa tidak nyaman, menggunakan seatbelt alias sabuk pengaman tetap harus dilakukan demi keamanan. Seatbelt dapat digunakan di bagian bawah perut ibu, baik pada mobil maupun di pesawat terbang.

7. Istirahat kaki

Jika perjalanan yang dilakukan memakan waktu cukup lama, maka apapun moda transportasi yang dipilih, ibu perlu berjalan-jalan setiap 2 jam. Jika menggunakan pesawat terbang, Anda dapat berjalan-jalan di lorong pesawat sambil berpegangan kursi. Jika menggunakan mobil pribadi, Anda dapat berhenti di titik-titik perisitrahatan untuk melakukan peregangan kaki dan berjalan. Jika menggunakan kereta api, Anda dapat berjalan leluasa di lorong dengan berpengangan pada tiang atau kursi penumpang agar tidak jatuh.

8. Atur pola makan

Cermat dalam memilih makanan sebelum dan saat di perjalanan dapat membuat segalanya menjadi lebih ringan. Jadi, pastikan bahwa Anda cukup makan dan minum sebelum dan selama perjalanan.

Hindari makanan yang terlalu berlemak dan pedas. Hindari juga makanan atau minuman mengandung gas agar Anda terhindar dari kembung, mual, dan sakit perut selama perjalanan.

9. Jangan tahan buang air kecil

Kekurangan cairan dapat memicu terjadinya kontraksi pada rahim, demikian juga dengan menahan buang air kecil. Untuk itu, selama perjalanan, usahakan agar selalu memenuhi keinginan buang air kecil dengan baik dan aman. Berhati-hatilah agar tidak terjatuh dan usahakan untuk selalu membawa tisu atau pembersih pribadi.

Melalui tips di atas, diharapkan ibu hamil dapat melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan aman dan tetap sehat sampai di tujuan. Dengan demikian, merayakan Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran di kampung halaman bisa terasa lebih bermakna.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar