Sukses

Selain Ngantuk, Ini 6 Penyebab Lansia Mudah Jatuh

Tak melulu akibat ngantuk, lansia jatuh juga bisa terjadi karena adanya kondisi medis tertentu.

Klikdokter.com, Jakarta Orang lanjut usia alias lansia biasanya rentan jatuh. Bahkan, jatuh digolongkan sebagai salah satu penyebab cedera, perawatan di rumah sakit, dan kematian di kalangan lansia.  Di beberapa rumah sakit, para lansia yang menjalani pengobatan sampai harus memakai gelang berlabel "risiko jatuh" sebagai tanda bahwa mereka membutuhkan perhatian khusus.

Memang, penuaan akan merenggut bentuk dan fungsi dari organ-organ tubuh secara perlahan. Tak terkecuali kaki, yang kian melemah untuk menopang beban tubuh seiring bertambahnya usia. Tak heran, jatuh seperti menjadi bagian dari kehidupan para lansia.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, risiko jatuh memang rentan dialami para lansia (geriatri) di atas usia 60 tahun. Dalam kondisi sehat, lansia juga tetap memiliki peluang terjatuh lebih besar dibandingkan mereka yang berusia lebih muda.

"Salah satu penilaian status fungsional geriatri adalah risiko jatuh. Jadi, semua geriatri yang sehat maupun tidak sudah termasuk sebagai kelompok orang-orang dengan risiko jatuh yang lebih tinggi," ujar dr. Sepriani.

Penyebab lansia mudah jatuh

Ada banyak kondisi yang membuat lansia rentan terjatuh. Berikut kondisi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Penurunan kebugaran fisik

Banyak orang menjadi kurang aktif seiring bertambahnya usia, dan hal itu justru memperburuk kondisi fisik. Tidak melakukan latihan ringan secara teratur membuat kekuatan otot berkurang, massa tulang yang turun, keseimbangan dan koordinasi terganggu, serta berkurangnya fleksibilitas. Semua hal tersebut membuat lansia lebih mudah jatuh.

2. Gangguan penglihatan

Timbulnya gangguan penglihatan yang terjadi akibat bertambahya usia dapat mempersulit kehidupan lansia. Bahkan jika seorang lansia berada dalam kondisi fisik terbaik, gangguan penglihatan yang dialaminya tetap mampu menyebabkan gangguan untuk mengambil langkah kaki sehingga risiko jatuh bisa lebih tinggi.

3. Obat-obatan

Obat penenang, anti-depresi, anti-psikotik, opioid, dan beberapa obat kardiovaskular dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Sebab obat tersebut menyebabkan timbulnya efek samping, seperti kantuk, pusing dan tekanan darah rendah yang bikin badan lemas.

4. Penyakit kronis

Kondisi kesehatan seperti penyakit Parkinson, Alzheimer, dan radang sendi menyebabkan kelemahan pada anggota gerak, gangguan keseimbangan, dan gangguan kognitif. Salah satu kondisi buruk yang bisa terjadi akibat penyakit ini adalah terjatuh dan mengalami cedera yang parah.

5. Prosedur operasi

Prosedur operasi yang belum lama dilakukan oleh lansia ternyata dapat menyebabkan tubuh melemah, rasa sakit berlebih, tidak nyaman, dan kesulitan bergerak. Hal ini bisa bersifat sementara sampai sembuh atau masalah baru yang berlangsung selamanya.

6. Kondisi lingkungan

Mayoritas insiden lansia jatuh terjadi di sekitar rumah. Faktor lingkungan, seperti penerangan yang buruk, keadaan rumah yang berantakan, karpet longgar, lantai licin, dan kurangnya peralatan keselamatan dapat membahayakan keselamatan lansia di rumah mereka sendiri.

Bagi Anda yang memiliki lansia di rumah, berikan perhatian lebih supaya kesehatan dan kualitas hidupnya senantiasa terjaga. Selain itu, rapuhnya kondisi kesehatan lansia perlu diperhatikan, termasuk melindunginya agar tidak mudah jatuh.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar