Sukses

Kenali Tanda-tanda Sindrom Baby Blues

Sindrom baby blues yang rentan terjadi pada ibu pasca melahirkan tak boleh dibiarkan. Yuk, kenali tanda-tandanya!

Klikdokter.com, Jakarta Hamil dan melahirkan merupakan salah satu momen luar biasa dalam kehidupan seorang wanita. Namun demikian, sindrom baby blues rentan menyerang wanita yang baru melahirkan. Kondisi ini terjadi akibat berbagai perubahan fisik dan mental yang terjadi secara cepat, drastis, serta mengejutkan setelah kehadiran si Kecil.

Meski sering tak disadari oleh ibu maupun orang terdekatnya, fakta menunjukkan bahwa kejadian sindrom baby blues sangat sering terjadi. Setidaknya 7 dari 10 ibu pasca melahirkan pernah mengalaminya.

Biasanya, perubahan suasana hati (mood) akibat sindrom ini dialami ibu dalam minggu pertama setelah persalinan. Namun pada sebagian kasus, sindrom baby blues juga bisa dialami beberapa minggu kemudian saat ibu masih beradaptasi dengan dirinya sendiri dan si Kecil.

Tanda-tanda sindrom baby blues

Untuk mengantisipasi terjadinya sindrom baby blues, berikut adalah tanda-tanda yang sering terjadi:

  • Merasa sedih atau menangis tanpa alasan yang jelas
  • Tidak sabaran dan lebih mudah tersinggung atau marah
  • Mudah merasa khawatir terhadap hal-hal kecil
  • Merasa lelah dan tak bertenaga
  • Tak nafsu makan
  • Saat bayi sudah terlelap, ibu tetap merasa sulit untuk tidur
  • Konsentrasi menurun, sehingga mudah melakukan kesalahan tanpa sengaja. Misalnya lupa mematikan kompor, lupa menaruh barang di mana, dan sebagainya.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, meski sindrom baby blues umumnya dialami oleh ibu, pada sebagian kecil kasus, sindrom ini juga bisa dialami oleh sang ayah.

1 dari 3 halaman

Apakah sindrom baby blues merupakan sebuah penyakit?

Bisa dibilang, sindrom baby blues merupakan suatu proses wajar yang dialami oleh perempuan yang baru saja melahirkan. Hal tersebut karena sindrom ini didasari perubahan hormonal yang drastis pad wanita setelah melahirkan, sehingga diduga menyebabkan perubahan senyawa kimiawi di otak.

Ditambah lagi dengan berbagai adaptasi yang harus dilewati ibu seperti perubahan jam tidur, gejolak emosi yang bercampur aduk, perubahan rutinitas sehari-hari, dan perubahan perlakuan orang-orang terdekat. Sindrom baby blues dianggap normal bila hanya terjadi dalam beberapa jam setiap harinya, serta menghilang secara perlahan dalam dua minggu pasca melahirkan.

Sebaliknya, jika gangguan mood terjadi terus menerus sepanjang hari dan berlangsung selama dua minggu atau lebih, sehingga ibu tak mampu merawat si Kecil dengan baik, itu bukanlah hal yang normal.  Gejala seperti ini sudah mengarah pada depresi pasca melahirkan yang membutuhkan pertolongan secara medis.

Semua ibu yang baru melahirkan bisa mengalami sindrom baby blues. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu lebih rentan mengalami gangguan ini. Kondisi tersebut adalah:

  • Persalinan pertama
  • Ibu yang melahirkan bayi kembar
  • Bayi memiliki masalah kesehatan tertentu
  • Ibu mengalami kesulitan dalam menyusui bayi
  • Kurangnya dukungan dari pasangan atau anggota keluarga lainnya
  • Kehamilan tak direncanakan
2 dari 3 halaman

Cara mengatasi sindrom baby blues

Kunci utama dalam menangani baby blues adalah dukungan yang cukup dari pasangan dan orang terdekat terhadap ibu. Ibu juga harus memberanikan diri terbuka dan bicara dengan pasangan mengenai hal apa yang dirasakannya saat itu dan bantuan seperti apa yang diharapkan.

Tak perlu berusaha menjadi ibu ”super” yang berusaha menyelesaikan semua hal sendiri. Lebih baik mintalah seseorang agar bisa membantu dalam mempersiapkan hal rutin sehari-hari seperti mencuci pakaian, menyiapkan makan, dan sebagainya.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah ibu harus memiliki waktu untuk memikirkan dirinya sendiri atau me-time, jadi tak selalu hanya memikirkan si Kecil saja. Diskusikan dengan pasangan agar ibu bisa punya waktu setidaknya 30-60 menit sehari untuk bisa menghirup udara segar, pijat, atau melakukan hal lain yang dapat menenangkan pikiran sejenak.

Dengan dukungan yang baik dari pasangan dan orang terdekat, umumnya sindrom baby blues dapat diatasi dengan baik dan tak berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan. Namun, jika sindrom ini tetap terus berlangsung, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan secara medis.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar