Sukses

Khasiat Jahe yang Jarang Diketahui

Mungkin Anda cuma tahu khasiat jahe sebagai pelega tenggorokan. Padahal, sebenarnya manfaat jahe untuk kesehatan lebih dari itu!

Saat tenggorokan sedang tak nyaman atau saat cuaca sedang dingin, minum jahe yang diolah menjadi teh, bandrek, wedang uwuh, dan lain-lain sering diandalkan. Padahal, manfaat jahe untuk kesehatan tak hanya itu saja!

Di dalam 100 gram jahe terdapat 80 kalori yang terdiri dari 84 persen karbohidrat, 9 persen protein, dan 8 persen lemak. Jahe juga mengandung vitamin B, C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalsium, dan zinc.

Dengan begitu banyaknya nutrisi yang bermanfaat, jahe diyakini baik dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Berikut khasiat atau manfaat jahe yang bisa Anda dapatkan. 

1 dari 4 halaman

1. Mengatasi mual dan muntah

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe dapat mengatasi rasa mual dan muntah, khususnya kepada pasien HIV/AIDS yang sedang mengonsumsi obat antiretroviral. 

Konsumsi jahe dapat dilakukan 30 menit sebelum minum obat tersebut. Terapkan cara ini selama 14 hari agar hasilnya maksimal. Ibu hamil yang memiliki keluhan mual dan muntah juga dapat mengonsumsi jahe untuk membantu meredakan gejala tersebut.

Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa konsumsi obat pada masa kehamilan (baik kimia maupun herbal) tak boleh sembarangan. Sebaiknya konsultasi terlebih dulu ke dokter kandungan sebelum memilih pengobatan dengan jahe.

2. Meredakan Kram Perut saat Sedang Haid

Konsumsi bubuk jahe sebanyak 500-2.000 mg selama 3-4 hari pertama siklus haid diyakini dapat meredakan keluhan kram perut yang sering terjadi.

Artikel Lainnya: Cara Menyembuhkan Radang Tenggorokan dengan Jahe

3. Mengatasi Nyeri Sendi

Mengonsumsi jahe juga dipercaya dapat mengatasi nyeri sendi, khususnya kepada pasien dengan penyakit degeneratif.

Penyakit nyeri sendi degeneratif mengakibatkan tulang rawan sendi rusak dan berkembang lambat (osteoartritis). Kondisi gejala tersebut dapat diredakan dengan minum jahe. Sebab, rempah ini memiliki zat antiinflamasi yang dapat meredakan peradangan di dalam tubuh.  

Studi menunjukkan bahwa efektivitas konsumsi jahe hampir sama dengan obat antinyeri seperti ibuprofen.

2 dari 4 halaman

4. Menurunkan Risiko Diabetes dan Penyakit jantung

Jahe dipercaya memiliki efek antidiabetik yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Pada sebuah studi tahun 2015, dikatakan bahwa konsumsi 2 gram bubuk jahe dalam sehari membantu menurunkan kadar gula darah puasa hingga sebesar 12 persen.

Lalu, hasil pemeriksaan HbA1c--yang berperan memantau stabilitas gula darah dalam tiga bulan terakhir--juga terlihat mengalami perbaikan, yaitu turun 10 persen dalam 12 minggu.

Jahe juga dapat menurunkan rasio ApoB/ApoA-I, yang merupakan salah satu penanda faktor risiko penyakit jantung, sebesar 28 persen. Namun, mengenai hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Artikel Lainnya: Efek Samping Jahe Berakibat Buruk pada 4 Kondisi Ini

5. Mencegah Kanker

Kandungan 6-gingerol yang banyak ditemukan di dalam kandungan jahe diyakini memiliki efek antikanker. Pada beberapa penelitian, jahe memiliki khasiat untuk menurunkan aktivitas molekul pro-inflammatory di dalam usus. 

Dengan begitu, jahe dipercaya dapat menurunkan risiko kanker kolon (usus), meski khasiatnya perlu diteliti lebih lanjut. 

6. Membantu Turunkan Berat Badan

Khasiat jahe untuk mencegah terjadinya proses peradangan juga dapat membantu Anda yang sedang menjalani program menurunkan berat badan. Jahe disinyalir dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dan menekan proses peradangan dalam tubuh.

Berbagai studi mengindikasikan jahe memiliki dampak positif dalam mengoptimalkan berbagai parameter tubuh terkait berat badan, seperti rasio pinggang dan pinggul.

Artikel Lainnya: Sering Konsumsi Jahe Bisa Dongkrak Kemampuan Seks?

3 dari 4 halaman

7. Membantu Atasi Dispepsia

Maag (dispepsia kronis) memiliki gejala khas seperti nyeri, rasa kembung, atau mual berulang di perut bagian atas. Salah satu hal yang disinyalir menyebabkan kondisi ini adalah lambatnya pengosongan lambung penderita.

Sebuah studi di tahun 2011 menemukan, kelompok penelitian yang mengonsumsi jahe memiliki waktu pengosongan lambung lebih cepat daripada kelompok yang hanya mendapatkan placebo.

Maka itu, jahe dapat membantu mempercepat pengosongan lambung dan meredakan gejala dispepsia bagi penderita maag kronis.

8. Meningkatkan Fungsi Otak

Stres oksidatif dan inflamasi kronis dapat mempercepat proses penuaan. Hal yang sama juga terjadi di jaringan otak dan dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit Alzheimer dan fungsi kognitif lainnya menurun akibat proses penuaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek antioksidan di dalam jahe dapat menghambat reaksi inflamasi yang terjadi di otak. Alhasil, jahe punya khasiat untuk  meningkatkan fungsi otak. 

Tak cuma diandalkan untuk melegakan tenggorokan plus efek menenangkannya saja, manfaat jahe untuk kesehatan tubuh sangat beragam. Mulai dari meningkatkan fungsi otak, meredakan kram perut saat haid, menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. 

Lalu, jahe diyakini bisa mengatasi nyeri sendi, mengatasi mual muntah, bahkan juga dipercaya dapat mencegah kanker! Anda bisa menggunakan jahe sebagai obat herbal untuk mendukung pengobatan utama dari dokter.

Untuk lebih jelasnya lagi, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Mau konsultasi praktis? Konsultasi dengan dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter, ya.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar