Sukses

Kiat Widi Mulia Tetap Sehat dan Aktif Saat Puasa

Penyanyi Widi Mulia membuktikan tidak mustahil untuk tetap sehat dan aktif saat puasa. Baginya hidup sehat membuatnya makin bahagia.

Klikdokter.com, Jakarta Tetap sehat dan aktif saat puasa bukanlah hal yang mustahil. Itu pula yang dijalani oleh Widi Mulia. Penyanyi jebolan ajang kompetisi vokal Asia Bagus ini tidak perlu kiat sehat yang rumit untuk tetap produktif saat puasa.

KlikDokter menemui dan berbincang dengan Widi – yang juga makin serius menekuni seni peran ini – pada suatu sore hari puasa Ramadan di sebuah kedai kopi di kawasan SCBD. Widi meluangkan waktu untuk wawancara, di sela-sela jadwalnya yang padat untuk promo film terbarunya arahan Mira Lesmana dan Riri Riza.

Widi yang berperawakan mungil tampak sporty sore itu. “Belakangan ini saya lebih intens olahraga,” kata Widi dengan senyum cerianya yang khas.

Lalu ibu tiga anak ini pun menuturkan bagaimana ia mengajarkan puasa kepada anak-anaknya, serta aktivitas olahraga yang membuatnya makin sehat.

Ketika si sulung belajar puasa

Sama halnya dengan ibu-ibu lainnya, saat Ramadan tiba, Widi pun sibuk mengajari anak-anaknya untuk menjalankan ibadah puasa. Ibu dari Dru (11), Widuri (9), dan Den Bagus (4) ini punya kiat unik dalam mengajari anak berpuasa.

Widi lalu menuturkan tentang si sulung, Dru, yang mulai belajar puasa sejak usia 6 tahun. Awalnya, Dru masih puasa setengah hari.

“Kadang-kadang sahur aku ajak, tapi kalau dia mau breakfast jam 9 ya masih boleh. Dia sudah mulai puasa penuh sejak umur 8,” tutur Widi.

Pada dasarnya, Widi memberikan pemahaman yang sederhana bagi anak-anaknya tentang makna puasa. Yaitu bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan nafsu. Lantas, istri aktor Dwi Sasono itu menjelaskan kepada putra sulungnya itu, bahwa setiap orang harus kuat untuk melampaui ujian tersebut.

Namun Widi mengaku bahwa ia tidak terlalu memaksa anaknya untuk berpuasa. Bila memang sedang sakit, Dru boleh puasa setengah hari, atau puasa tapi tetap ada asupan cairan.

“Tapi yang jelas, dia tahu esensi sebenarnya dari puasa, yaitu untuk menahan nafsu yang pada bulan-bulan biasa dia bisa lakukan, tapi saat Ramadan justru tidak boleh. Paling tidak, dia mengerti ada esensi yang tetap dia jalankan,” kata Widi tentang bagaimana mengajari anaknya untuk puasa.

“Misalnya saya katakan, kamu boleh buka setiap satu jam, habis itu kalau mau minum tunggu satu jam lagi,” kata Widi.

Cara ini, menurut Widi, bisa mengajarkan pada anak bahwa ada sesuatu yang harus dia tahan. Ini juga sekaligus melatih kesabaran anak sampai beberapa periode waktu.

Sebagai ibu Widi sangat jeli melihat bahwa setiap anak memiliki perbedaan karakter dan perilaku yang akhirnya juga membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Itu pula yang harus dihadapinya ketika mengajari anak keduanya, Widuri, untuk berpuasa.

Menurut Widi, Dru lebih gampang diajari puasa ketimbang Widuri, anak keduanya. Dru sejak bayi memang agak pemilih dalam hal makanan. Tapi setelah  umur 10 atau 9 tahun, Dru mulai sadar bahwa ternyata ada banyak jenis makanan. Sedangkan Widuri terhitung lebih bernafsu untuk jajan. Sehingga menahan hasrat untuk membeli atau makan sesuatu yang diinginkannya masih cukup sulit untuk putrinya itu.

Namun sebagai ibu, Widi toh tidak menyerah. Ada banyak cara mengajari anak-anaknya untuk bisa berpuasa, tanpa harus membuat mereka merasa tersiksa

1 dari 2 halaman

Tetap olahraga meski puasa

Di sela kesibukannya sebagai istri dan ibu yang berkarir sebagai penyanyi dan aktris, Widi tetap giat melakukan olahraga, bahkan ketika puasa. Widi mengaku sudah rutin berolahraga sejak ia remaja. Setidaknya dua kali seminggu ia rutin yoga. Namun ia kini lebih intens berolahraga karena ia merasa kebutuhannya untuk memiliki tubuh sehat makin kuat.

“Aku kan sudah umur empat puluh tahun ini, jadi aku merasa ini turning point. Sejak Januari lalu aku mulai perbaiki intensitas dan rutinitasnya,” kata Widi.

Ia lalu menyadari bahwa ketika intensitas olahraga bertambah, tubuh pun seakan menuntut untuk terus aktif. Itu salah satu alasan mengapa ia pun menambah porsi latihan olahraganya.

Berawal dari angan-angan ingin mengikuti lari maraton, Widi lalu berlatih dengan seorang personal trainer untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuhnya.  Berkat latihan yoga yang secara intens ia jalani, Widi mengaku lebih mudah saat mengikuti program latihan yang dijalaninya. Fleksibilitas otot-ototnya pun bisa cepat berdaptasi.

Meski Widi mengaku bahwa di awal ia merasa agak ngos-ngosan ia bertekad kuat melanjutkan program latihan tersebut. Ketika ia “lolos” melewatinya, porsi latihan yang lebih berat sudah siap menantang. Jadi mau tak mau, Widi harus meningkatkan performa tubuhnya.

Hebatnya, latihan ini tetap dilakoni Widi selama bulan puasa. “Justru aku menuai hasilnya pada saat bulan puasa,” kata Widi bersemangat.

Ia bahkan merasa lebih bertenaga dengan olahraga yang rutin dijalaninya meski saat puasa.

“Sekarang setelah latihan, I feel great, I feel stronger. Loyonya baru terasa jam 11 malam. Nah untuk ibu beranak tiga hal ini ya bagus,” kata Widi disusul tawa cerianya.

Tawa itu seakan menunjukkan betapa bahagianya Widi saat ini dengan kehidupannya. Menjadi seorang istri dan ibu – sekaligus penyanyi dan aktif dalam seni peran – Widi  mencoba mendapatkan inspirasi dari orang-orang terdekat di sekelilingnya: suami, anak-anak, mama dan keluarga besarnya.

Bagi Widi, kebahagiaan yang dirasakannya bisa semakin muncul jika tubuh dan pikiran sehat. Keduanya harus selaras.

“Saya bahagia kalau saya sehat. Karena apa pun yang kita miliki atau berikan, kalau kita tidak sehat tidak akan ada artinya. Dengan sehat, aku bisa membantu orang lain. Jadinya, bahagia kan?” pungkas Widi.

Sore itu usai wawancara – menjelang promo film terbarunya – suami dan anak-anak Widi Mulia menyusulnya. Tawa wanita ini makin ceria ketika dikelilingi oleh orang-orang tercinta. Seperti halnya keluarga, baginya tetap sehat dan aktif saat puasa tidak menjadikannya lebih lambat dari biasanya. Widi bahkan makin produktif.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar