Sukses

Mengungkap Mitos vs Fakta Makanan Sehat

Makanan sehat belum tentu benar-benar sehat, lo. Yuk, cari tahu yang mana mitos dan fakta tentang makanan sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Kesehatan sekarang sudah menjadi perhatian utama semua orang. Sudah banyak orang yang mau memulai mengonsumsi makanan sehat. Selain untuk menjaga kesehatan, seseorang mengonsumsi makanan sehat juga karena sedang menjalankan program diet.

Meski demikian, ada sebagian kalangan yang masih memercayai tentang mitos-mitos tertentu soal makanan sehat. Jika demikian apakah benar makanan yang dikonsumsi itu benar-benar makanan sehat?

Agar Anda tidak ragu dalam memilih makanan sehat, berikut mitos dan fakta tentang makanan sehat yang perlu Anda kenali:

  1. Sayur kubis adalah sayuran hijau yang paling sehat

Mitos. Center for Disease Control mengeluarkan daftar sayuran menurut densitas nutrisinya. Sayur kubis ternyata ada di urutan ke 15. Yang paling pertama adalah watercress atau yang biasa  disebut dengan selada air.

Namun, sayur kubis tetap mengandung banyak nutrisi seperti vitamin A, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, mangan, kalsium dan folat.

  1. Roti multi grain lebih sehat daripada roti putih

Mitos. Roti multi grain sebenarnya tidak sesehat yang Anda pikirkan. Beberapa pabrik makanan menggunakan berbagai macam biji-bijian olahan untuk membuat roti tersebut. Sehingga sama saja proses tersebut membuang nutrisi penting seperti roti putih.

Seharusnya Anda mencari roti yang berlabel whole wheat. Roti jenis whole wheat mengandung nutrisi yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Diet soda lebih baik daripada soda biasa

Mitos. Memang benar diet soda mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan soda biasa. Namun, diet soda mengandung pemanis buatan yang tidak baik untuk kesehatan tubuh dan gigi.

Pemanis buatan menyebabkan tubuh untuk lebih menginginkan gula. Akibatnya,  konsumen cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori. Jadi walaupun mengandung kalori lebih rendah, diet soda dan soda biasa sama-sama tidak baik untuk kesehatan.

  1. Sea salt lebih sehat dibandingkan garam dapur

Fakta. Sea salt merupakan garam alami yang terbentuk dari proses penguapan air laut. Hasilnya, sea salt dinilai lebih sehat dibandingkan garam dapur biasa.

Sea salt juga mengandung nutrisi lain seperti magnesium, potassium dan kalsium. Bentuk butiran sea salt biasanya seperti kristal dan ukurannya lebih besar dibandingkan garam dapur. Dengan ukuran ini konsumen bisa membatasi penggunaan garam.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Kacang-kacangan merupakan camilan yang sehat

Fakta. Kacang-kacangan adalah sumber protein dan nutrisi lain yang sangat baik. Tapi tentu saja, Anda tetap harus menjaga porsinya.

Peneliti dari Harvard menemukan bahwa wanita yang makan satu porsi kacang-kacangan (segenggam tangan) sekitar lima kali seminggu, berisiko lebih rendah 20 persen terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Selain itu, beberapa penelitian besar juga telah menemukan bahwa asupan kacang secara teratur bisa melindungi kesehatan dari penyakit jantung.

  1. Makanan tanpa lemak dan rendah lemak selalu lebih sehat

Mitos. Ketika berbicara tentang daging dan beberapa produk susu, umumnya benar bahwa semakin sedikit lemak, semakin sehat. Namun tidak demikian halnya dengan makanan olahan yang dikemas. Ketika produsen menghilangkan bahan tertentu (lemak) dari makanan tertentu (misalnya kudapan), mereka perlu mengimbangi rasanya dengan menambahkan bahan lain yang tidak terlalu sehat. Dan bahan yang biasanya dipakai adalah gula.

Perusahaan terus-menerus mengutak-atik rasio gula, lemak, garam dan bahan-bahan lain dalam makanan tersebut. Sekarang, sebagian besar ahli gizi percaya Anda lebih baik menghindari makanan yang bebas lemak secara buatan. Sebagai gantinya pilihlah makanan utuh dengan lemak sehat, seperti kacang-kacangan.

  1. Biji-bijian adalah superfood

Fakta. Makan hanya satu sendok makan biji chia (chia seed) akan memberi Anda 19 persen dari asupan serat harian yang disarankan selain kalsium, magnesium, zat besi, asam lemak esensial dan antioksidan. Biji rami kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, vitamin B1, B2, dan B6, serta nutrisi lain yang membantu meningkatkan energi Anda dan menguntungkan sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan darah Anda.

Sedankan biji labu yang biasanya dipanggang sebelum dikonsumsi, merupakan sumber seng, tembaga dan selenium. Mengonsumsi dua sendok makan biji labu akan memberi Anda sekitar 25% magnesium, mineral yang memainkan peran penting dalam sekitar 300 reaksi metabolisme dalam tubuh.

Dari daftar makanan di atas, mana makanan sehat yang biasa Anda konsumsi? Jika Anda tidak terjebak mitos, berarti pilihan makanan sehat yang Anda pilih sudah tepat.

Kini Anda hanya perlu meneruskan kebiasaan Anda memilih makanan sehat dengan mengenali fakta nutrisi yang ada. Jangan mau dibohongi dengan label makanan sehat. Karena terkadang makanan yang Anda pikir sehat belum tentu sehat lo. Jika Anda ingin lebih aman, konsultasikan pilihan makanan sehat  Anda dengan dokter atau ahli gizi yang berpengalaman.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar