Sukses

Pentingnya Mencukupi Kebutuhan Cairan bagi Kesehatan

Mencukupi kebutuhan cairan setiap hari adalah langkah awal tubuh yang lebih sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Air menjadi salah satu zat makro yang berperan sangat penting dalam fungsi keseluruhan tubuh. Organ-organ vital manusia, seperti ginjal, otak, dan otot mengandung 70-80 persen air. Dan, 50-60 persen tubuh manusia juga tersusun dari air. Namun begitu, menurut data yang dibagikan Dr. dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp. Gk, masyarakat Indonesia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan cairan.

“Faktanya, satu dari lima anak dan remaja di Indonesa belum cukup minumnya. Bagaimana dengan yang dewasa? Satu dari empat orang dewasa di Indonesia ternyata juga belum cukup minum,” ujar Ketua Indonesia Hydration Working Group itu dalam acara Pahami Jenis dan Manfaat Air Minum Kemasan untuk Pemenuhan Hidrasi Sehat, di kawasan Menteng, Rabu (15/5) lalu.

Saat Anda kekurangan air, tubuh akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan. Akibatnya, tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.

 

1 dari 2 halaman

Gejala dan dampak dehidrasi

Salah satu gejala awal dehidrasi yang sangat mudah Anda kenali adalah munculnya rasa haus. “Jadi yang paling baik adalah minum sebelum haus,” kata dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, Sp. GK, di acara yang sama.

Selain haus, gejala dehidrasi pada orang dewasa adalah sakit kepala, pusing, sulit buang air besar, kulit kering, dan mulut kering.

Jika tidak segera diatasi atau sering dibiarkan terjadi, dehidrasi dapat menimbulkan dampak jangka pendek danjangka panjang. “Dampak jangka pendek adalah mudah cemas dan tegang, konsentrasi turun, daya ingat visual turun, mudah ngantuk dan lelah. Ini biasa yang terjadi pada teman-teman saat puasa. Jadi sore-sore sudah enggak konsen dan gampang lupa,” kata dr. Nurul sambil bercanda.

“Lalu jangka panjangnya apa? Tentu saja zat-zat metabolisme yang seharusnya dibuang lewat urine jadinya supersaturasi di dalam ginjal. Organ ginjal yang harusnya membuang sisa metabolisme, tapi karena airnya sangat sedikit, maka terjadilah semacam kepekatan urinenya semakin tinggi,” dr. Nurul menjelaskan.

Jadi, kristal-kristal yang seharusnya dibuang melalui urine ini tidak dibuang, menumpuk dan terjadilah batu ginjal. Menurutnya, salah satu cara untuk mengurangi risiko batu ginjal adalah minum air.

Dia menambahkan, “Selain batu ginjal, dampak jangka panjang dehidrasi adalah infeksi saluran kemih serta kegemukan.”

Cukupi kebutuhan cairan

Lantas, sebanyak apa cairan yang harus Anda penuhi dalam satu hari? Ternyata rata-rata kebutuhan cairan antara pria dan wanita berbeda. Wanita dewasa rata-rata membutuhkan 1,8 liter atau setara dengan 7 gelas air per hari. Sementara itu, pria dewasa membutuhkan 2 liter atau setara dengan 8 gelas air per hari.

Anak-anak di bawah usia 12 tahun, sesuai dengan porsi tubuh mereka yang lebih kecil, membutuhkan 1,2 liter atau 6 gelas air per hari. Adapun ibu hamil memerlukan 7 gelas ditambah sekitar 300 ml air setiap hari. Kebutuhan air pada ibu menyusui sedikit lebih banyak, yakni 7 gelas ditambah 700 ml per hari.

Selain memastikan kecukupan cairan, Anda juga dapat menerapkan metode PURI, yakni periksa urine sendiri, untuk mengetahui apakah mengalami dehidrasi. Apabila urine berwarna kuning muda cenderung bening, hidrasi Anda adalah baik. Jika air seni berwarna kuning, Anda kurang terhidrasi. Adapun, jika urine Anda berwarna kuning pekat cenderung cokelat, Anda kekurangan cairan. Agar tidak berisiko mengalami gangguan akibat dehidrasi, yuk selalu penuhi kebutuhan cairan Anda!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar