Sukses

Rambut Rontok Terus? Jangan-jangan Anemia!

Ada banyak rambut rontok di sisir Anda? Jangan diabaikan ya, bisa jadi ini tanda anemia.

Klikdokter.com, Jakarta Rambut rontok bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika Anda mengalami rambut rontok terus-menerus, Anda patut waspada, karena bisa saja penyebabnya adalah anemia.

Jadi apabila Anda mengalami rambut rontok, jangan sepelekan begitu saja. Apalagi jika jumlah rambut yang rontok cukup banyak dan berlangsung selama beberapa waktu.

Kaitan antara rambut rontok dan anemia

Rambut rontok dapat berhubungan dengan kondisi darah Anda. Darah atau hemoglobin punya tugas membawa oksigen untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh, termasuk pertumbuhan rambut.

Kadar hemoglobin rendah atau kurang darah  disebut anemia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya nutrisi zat besi. Defisiensi zat ini menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin pada darah secara cukup.

Beberapa studi mengatakan bahwa defisiensi zat besi memiliki hubungan yang cukup erat dengan rambut rontok. Seperti yang tertuang pada “Journal of the American Academy of Dermatology”, dikatakan bahwa pengobatan untuk rambut rontok akan lebih berhasil jika kekurangan zat besi diobati dengan ataupun tanpa anemia.

Meski demikian, tidak semua studi berpendapat sama. Studi lainnya tidak menemukan hubungan antara defisiensi zat besi dan rambut rontok. Akan tetapi, pemeriksaan kadar zat besi sudah dijadikan prosedur rutin untuk mereka yang mengalami rambut rontok.

Rambut rontok akibat anemia defisiensi zat besi memberikan penampakan kebotakan yang umum baik pada laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki, kebotakan akan mulai terjadi pada pelipis atau puncak kepala hingga ke dahi.

Sedangkan pada perempuan, umumnya kebotakan akan terjadi di daerah puncak rambut hingga ke bagian samping. Bagian dahi tetap tebal atau hanya menipis.

Gejala lainnya akibat kekurangan zat besi

Anemia defisiensi zat besi memiliki beberapa gejala lain selain rambut rontok. Beberapa di antaranya, meliputi:

  • Kuku yang rapuh
  • Kelelahan ekstrem atau kurang energi
  • Jantung berdebar-debar
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Sakit pada lidah

Wanita yang sedang haid dengan perdarahan yang cukup parah bisa mengalami defisiensi zat besi. Ketika seorang wanita yang sehat mengalami rambut rontok dan sedang haid, kemungkinan penyebabnya adalah anemia defisiensi zat besi.

Meski begitu, rambut rontok bukanlah gejala utama dari anemia defisiensi zat besi. Pengobatan rambut rontok yang berhubungan dengan kekurangan zat besi dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen zat besi tambahan. Namun, sebelumnya diperlukan pemeriksaan kadar zat besi.

Konsumsi suplemen tambahan tanpa adanya defisiensi atau menyalahi aturan dapat menyebabkan kelebihan zat besi, yang dampaknya bisa berbahaya.

Selain dengan suplemen zat besi, Anda juga dapat mengatasi anemia defisiensi zat besi dengan cara lain, yaitu memperbanyak makanan yang tinggi zat besi seperti daging merah, ayam, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Tips mencegah rambut rontok

Baik bagi wanita maupun pria, rambut sangat menunjang penampilan. Tentu saja rambut rontok bisa bikin gelisah.

Untuk mencegah rambut rontok, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang
  • Tambahkan makanan tinggi vitamin C dalam diet
  • Biarkan rambut tergerai
  • Lindungi rambut dengan topi atau syal saat terik dan berangin
  • Sisir dan cuci rambut dengan lembut
  • Hindari penggunaan bahan kimia dan pewarna rambut
  • Hindari peralatan panas seperti pengering rambut, alat catok, dan pengeriting rambut

Rambut rontok terus-terusan tak hanya terjadi akibat faktor genetik atau keturunan. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi atau anemia. Jika sudah melakukan langkah-langkah di atas untuk mengatasi kerontokan rambut tetapi tak juga membaik sebaiknya periksakan diri ke dokter.

(RN/ RVS)

2 Komentar