Sukses

Kenali 5 Gejala Cacar Monyet untuk Lakukan Pencegahan

Masyarakat gempar dengan ditemukannya kasus cacar monyet di Singapura yang diduga bisa masuk ke Batam. Apa saja gejala cacar monyet?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit cacar monyet (monkeypox) sedang mengguncang dunia kesehatan. Beberapa hari lalu pemerintah Singapura mengonfirmasi temuan kasus pertama infeksi cacar monyet di negara tersebut. Penyakit ini diderita oleh warga Nigeria yang baru tiba dari negara asalnya. Lokasinya yang dekat dengan Batam membuat Pemerintah Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, merasa perlu mengantisipasi penularannya. Masyarakat juga perlu mengenali apa saja gejala cacar monyet, agar dapat melakukan tindakan pencegahan.

Cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, lesi kulit atau mukosa hewan yang terinfeksi. Infeksi pada manusia dapat terjadi melalui penanganan kera yang terinfeksi, tikus raksasa Gambia dan tupai Gambia.

Lalu apa saja gejala dari cacar monyet yang perlu dikenali. Berikut adalah gejala awal penyakit ini:

  1. Demam

Demam merupakan gejala yang tidak spesifik dari infeksi virus. Seorang yang terkena cacar monyet akan mengalami gejala awal berupa demam.

Biasanya demam timbul sebelum ruam kulit muncul. Demam merupakan tanda bahwa sistem imunitas tubuh sedang melakukan fungsinya sebagai pertahanan terhadap virus yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Demam merupakan salah satu gejala awal dari cacar monyet. Masa inkubasi dari penyakit ini adalah 6-16 hari, yang berarti gejala demam dapat timbul dalam kisaran 6-16 hari sejak seorang terkena infeksi virus ini.

  1. Ruam kulit

Ruam kulit biasanya muncul dimulai dari wajah dan kemudian menyebar di tempat lain di tubuh. Lesi ini dapat mengalami perubahan bentuk, dimulai dari papul (benjolan padat), lalu berubah menjadi vesikel (gelembung lepuh berisi cairan), sampai akhirnya diikuti pembentukan kerak pada kulit. Gejala pada kulit biasanya timbul dalam 1-3 hari setelah timbulnya demam.

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan salah satu gejala awal dari cacar monyet. Pembengkakan kelenjar getah bening dapat terjadi karena perkembangan sistem pertahan tubuh, berupa sel darah putih di berbagai kelenjar getah bening pada tubuh manusia.

Beberapa lokasi dari kelenjar getah bening adalah ketiak, leher dan selangkangan. Seiring dengan membaiknya kondisi tubuh dari gejala cacar monyet, maka pembesaran kelenjar juga akan berkurang.

  1. Nyeri otot

Nyeri otot merupakan gejala umum yang dialami pada infeksi virus. Gejala nyeri otot, atau akrab dikenal dengan myalgia, disebabkan peradangan pada otot akibat virus yang bersirkulasi di dalam tubuh manusia. Karena terjadinya peradangan hebat, penderita cacar monyet akan merasa otot yang nyeri dan tubuh terasa meriang.

  1. Sakit kepala

Jika seorang terkena cacar monyet, maka dirinya juga biasanya mengeluhkan adanya sakit kepala. Sakit kepala terjadi karena berbagai senyawa yang dikeluarkan tubuh selama proses peradangan, guna melawan infeksi.

Namun, gejala ini biasanya akan menghilang seiring dengan perbaikan infeksi virus. Obat golongan paracetamol juga bermanfaat dalam meredakan nyeri kepala dan demam pada penderita infeksi virus.

Teridentifikasinya kasus cacar monyet di Singapura memang tengah menggegerkan masyarakat di negeri itu. Lokasi geografisnya yang dekat dengan wilayah Indonesia, yaitu Batam, membuat pemerintah setempat segera bertindak dan melakukan langkah antisipasi.

Tindakan ini perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dengan mengenali beragam gejala cacar monyet.  Jika Anda mengalami atau menjumpai tanda-tanda seperti yang dipaparkan di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar