Sukses

Jangan Abaikan, Ini Gejala Ringan Malaria yang Perlu Diwaspadai

Malaria dapat menyebabkan komplikasi yang fatal. Untuk itu, gejala ringan penyakit ini perlu Anda waspadai.

Klikdokter.com, Jakarta Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Penyakit ini mirip seperti demam berdarah karena ditularkan lewat gigitan nyamuk yang terinfeksi. Sama halnya dengan demam berdarah, infeksi malaria ditandai dengan demam juga. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala ringan malaria agar bisa cepat ditangani.

Daerah endemis malaria di Indonesia meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Malaria dapat dikategorikan sebagai penyakit yang serius dan bisa mengancam nyawa. Apabila terlambat didiagnosis dan ditangani maka akan menimbulkan komplikasi berat yang berujung pada kematian.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat malaria adalah:

  • Anemia berat. Sel-sel darah merah tidak dapat membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan rasa kantuk dan pasien merasa lemas.
  • Malaria cerebral. Dalam kasus yang jarang terjadi, pembuluh darah kecil yang menuju ke otak dapat terhambat atau bahkan tersumbat. Ini menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan koma.
  • Kegagalan fungsi organ tubuh. Malaria dapat mengakibatkan gagal ginjal, gagal fungsi organ hati, dan pecah organ limpa.
  • Gangguan pernapasan. Kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang akan menyulitkan Anda bernapas.
  • Kadar gula dalam darah menjadi abnormal.
  • Dehidrasi
  • Tekanan darah menurun tiba-tiba
1 dari 2 halaman

Gejala ringan malaria

Karena berbagai komplikasi serius yang dapat timbul, gejala ringan yang menjerumus ke arah malaria harus diwaspadai. Apa saja gejala ringan tersebut?

Umumnya gejala malaria mirip dengan infeksi lainnya yaitu terdapat demam tinggi. Selain demam, pasien juga dapat mengalami gejala yang menyerupai flu. Oleh karena itu, gejala-gejala ini sering kali disepelekan sehingga diagnosis dan pengobatan malaria sering terlambat.

Terdapat tiga gejala klasik pada infeksi malaria yang dikenal sebagai trias malaria, yaitu:

  1. Stadium dingin

Stadium dingin dapat berlangsung selama 15 menit hingga 1 jam. Pada stadium ini, pasien akan menggigil. Selain itu, denyut nadi juga dapat meningkat namun terpantau lemah. Bibir dan jari-jari pasien juga akan tampak pucat. Dapat ditemui adanya muntah dan kejang pada anak.

  1. Stadium demam

Setelah menggigil hebat, pasien akan merasakan demam tinggi. Denyut nadi terasa cepat dan kuat, disertai sakit kepala serta mual maupun muntah. Suhu tubuh pasien dapat meningkat hingga 41 derajat Celsius atau lebih. Stadium ini berlangsung antara 2-12 jam.

  1. Stadium berkeringat

Pada stadium ini, pasien akan merasakan berkeringat banyak hingga basah sekujur tubuh. Suhu tubuh menurun dengan cepat, bahkan bisa mencapai angka di bawah normal.

Selain itu, terdapat pula gejala lain seperti sakit kepala, mual dan muntah, kejang (biasanya terjadi pada pasien malaria di usia muda), tubuh berkeringat diiringi dengan kelelahan serta timbulnya rasa nyeri pada tubuh.

Diagnosis malaria dapat ditegakkan cukup dengan pemeriksaan fisik, wawancara, serta pemeriksaan apusan darah tepi atau tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test/RDT).

Jika menemukan gejala seperti yang telah dijelaskan, Anda harus waspada meski itu gejala ringan, terlebih jika ada riwayat bepergian ke daerah endemis malaria. Segeralah membawa diri ke dokter agar dapat langsung diperiksa dan ditangani dengan baik. Apalagi jika kondisi ini dialami oleh bayi, anak-anak, dan ibu hamil karena malaria dapat berkembang menjadi cukup serius.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar