Sukses

Otak Kelelahan Bisa Berakibat Kematian seperti Petugas KPPS?

Jumlah petugas KPPS sakit atau meninggal terus bertambah. Benarkah otak kelelahan bisa menjadi salah satu pemicu kondisi tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Pemilu serentak tahun 2019 menyisakan banyak cerita. Salah satunya adalah kisah perjuangan para petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dalam menyelenggarakan pemilu. Dilansir dari liputan6.com, tercatat hingga Selasa (23/4), 667 petugas KPPS di 25 provinsi mengalami musibah saat melaksanakan pemilu. Dari jumlah itu, 119 orang di antaranya meninggal dunia. Faktor kelelahan menjadi pemicu kondisi gangguan kesehatan para petugas KPPS.  Benarkah otak kelelahan juga bisa memicu kondisi tersebut?

Otak kelelahan bisa sebabkan kematian?

Secara medis, sebenarnya hubungan secara langsung antara otak kelelahan dengan kematian belum dapat dipastikan. Namun demikian, otak kelelahan bisa menimbulkan sejumlah dampak yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami penyakit yang dapat berujung pada kematian.

Saat beban kerja terlalu tinggi dan seseorang bekerja keras dari pagi hingga larut malam, irama biologis tubuh akan terganggu. Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi orang-orang yang memiliki penyakit kronik, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung koroner.

Tekanan darah penderita hipertensi dapat meningkat drastis. Gula darah penderita diabetes juga bisa melonjak tak terkendali. Orang yang sudah pernah mengalami penyakit jantung koroner pun menjadi lebih rentan untuk mengalami serangan jantung berulang. Hal-hal ini bisa menyebabkan penyakit yang serius bahkan meninggal dunia.

Pada orang yang tak memiliki penyakit kronik apa pun, kelelahan bisa menyebabkan kualitas hidup terganggu, jumlah tidur kurang, makan tak teratur, dan seseorang menjadi lebih jarang berolahraga. Semua hal itu menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan rentan mengalami berbagai macam penyakit.

Selain penyakit fisik, otak kelelahan juga bisa memengaruhi performa dalam pekerjaan. Studi menemukan bahwa kelelahan menyebabkan produktivitas menurun, sulit untuk berkonsentrasi dalam pekerjaan, kesulitan dalam menghadapi masalah, mudah lupa, lebih rentan melakukan kesalahan dalam bekerja, dan cenderung membuat keputusan yang irasional.

1 dari 2 halaman

Apa yang harus dilakukan saat otak kelelahan?

Jika otak kelelahan, satu hal sederhana yang paling penting untuk dilakukan adalah beristirahat. Berhentilah dari rutinitas kerja selama beberapa hari dan tidur 6-8 jam di malam hari. Hal ini akan memulihkan irama biologis tubuh dan membuat kualitas hidup lebih baik.

Sayangnya, istirahat seperti demikian tak selalu dapat dilakukan di kala pekerjaan menumpuk dan harus segera diselesaikan. Jika itu yang dialami, ada beberapa hal yang perlu diusahakan untuk menjaga stamina dan kesehatan. Di antaranya adalah:

  • Usahakan untuk memiliki tempat kerja yang tenang dan sejuk. Suasana kerja yang berisik dan panas lebih rentan menyebabkan kelelahan fisik dan mental.
  • Tidak merokok.
  • Jangan pernah melewatkan sarapan karena sarapan berguna untuk memenuhi kebutuhan energi untuk bekerja.
  • Konsumsi camilan sehat saat rehat, misalnya buah segar, yoghurt, atau susu.
  • Minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh boleh dikonsumsi. Namun, hal-hal tersebut hanya boleh dikonsumsi paling lambat 8 jam sebelum tidur. Jangan mengonsumsi kafein saat sudah dekat dengan waktu tidur karena akan menyebabkan kualitas tidur buruk.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu berat dan berlemak di malam hari.
  • Meski jam tidur kurang, usahakan untuk memiliki tidur yang berkualitas dengan cara tidur dalam suasana yang gelap, tanpa suara apa pun. Hindari juga menonton televisi atau menggunakan gawai di tempat tidur.

Saat otak kelelahan, sebisa mungkin ambillah waktu untuk beristirahat. Namun jika istirahat cukup tak mungkin leluasa dilakukan, usahakan untuk tetap menjaga pola hidup sehat. Selanjutnya, usahakan untuk berada dalam suasana kerja yang nyaman agar kondisi gangguan kesehatan seperti yang dialami oleh banyak petugas KPPS bisa dihindari.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar