Sukses

Jangan Terlalu Banyak Makan Pepaya, Ini Efek Negatifnya!

Anda penggemar pepaya? Meski harganya murah dan mudah didapatkan, jangan kebanyakan makan pepaya. Ada efek yang bisa merugikan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Pepaya tergolong buah yang sangat fleksibel. Bisa disantap begitu saja sebagai buah, dijadikan jus, bahkan sering jadi andalan para ibu untuk membuat MPASI. Menyantap pepaya saat diet pun cukup lazim dilakukan karena bisa mengenyangkan. Tapi hati-hati, ya, karena terlalu banyak makan pepaya malah bisa merugikan kesehatan Anda!

Dilansir Livestrong, pepaya dapat memiliki efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Pepaya kaya akan serat di dalamnya. Ia mampu memenuhi 10 persen kebutuhan kalori harian, dan ini merupakan hal yang positif karena bisa mencegah sembelit. Tapi apabila dimakan terlalu banyak, bisa-bisa pencernaan Anda akan mengalami masalah. 

Selain itu beragam nutrisi dan senyawa dalam pepaya dapat berubah seiring proses pematangannya. Banyak dari zat tersebut bisa berdampak pada rahim dan kesuburan pria dan wanita. Contohnya saja lateks, kandungan ini dianggap dapat memengaruhi rahim dan siklus menstruasi.

Hal tersebut diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, “Pepaya mentah itu tinggi lateks. Nah, lateks ini bisa menyebabkan kontraksi sehingga makan banyak pepaya, terutama pepaya mentah, bahaya bagi ibu hamil.”  

Menurutnya enzim papain yang ada di dalam pepaya dapat menekan progesteron jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Akibatnya bagi pria bisa mengalami penurunan jumlah sperma.

Manfaat konsumsi pepaya

Konsumsilah pepaya dalam jumlah yang wajar agar manfaatnya bisa terserap dengan baik. Untuk menambah variasi pada menu makanan sehari-hari, pepaya dapat menjadi pilihan yang tepat karena khasiatnya sangat melimpah.

Dikutip dari Everyday Health, berikut keuntungan yang bisa Anda dapat dari menyantap buah ini setiap hari:

  • Membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer

Alzheimer dapat menurunkan kemampuan intelektual dan memori. Penyebab pastinya belum diketahui. Tapi diduga stres oksidatif memainkan peran. Sebuah studi menemukan bahwa bubuk pepaya fermentasi dapat membantu menetralkan efek stres oksidatif pada orang dengan Alzheimer serta memperlambat progres penyakit. Meski ini butuh pembuktian yang lebih besar lagi.

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Selain jeruk, pepaya juga termasuk buah yang tinggi akan vitamin C. Dengan begitu, pepaya dapat meningkatkan sistem imun dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit serta infeksi.

  • Berpotensi melindungi jantung

Pepaya mengandung vitamin C, potasium, antioksidan, dan serat, yang membantu menjaga arterti tetap sehat serta menunjang aliran darah. Hal ini dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko terhadap penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

  • Membantu menjaga kesehatan mata

Di dalam pepaya, Anda juga dapat menemukan zat lutein, zeaksantin, vitamin C, dan vitamin E. Keempatnya dapat melindungi mata dan membantu mencegah penyakit-penyakit mata.

Pepaya matang dapat memberikan keuntungan bagi wanita hamil. Tapi pepaya mentah bisa berbahaya sehingga lebih baik dihindari. Beberapa wanita hamil tetap mengonsumsi pepaya matang selama kehamilan. Meski begitu, ada juga wanita yang memutuskan untuk tidak memakan semua jenis pepaya sampai mereka melahirkan, karena masih banyak sumber nutrisi yang aman dan lezat untuk disantap selama hamil. Jadi jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, penting untuk membicarakan dengan dokter seputar asupan yang harus dihindari.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar