Sukses

Benarkah KB Bisa Turunkan Risiko Kanker Serviks?

Ikut program Keluarga Berencana (KB) disebut-sebut dapat menurunkan risiko kanker serviks. Benarkah demikian? Cek fakta mengenai manfaat KB dalam mencegah kanker di ini!

Kanker serviks merupakan keganasan yang ditemukan pada organ reproduksi wanita, yaitu mulut rahim. Jenis keganasan ini tergolong sering terjadi, dan umumnya disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papillomavirus).

Saat HPV menginfeksi, tubuh akan bereaksi dengan mengirim sel di sistem imun untuk membasmi virus tersebut. Jika gagal, infeksi akan berlanjut sehingga berisiko menimbulkan kanker serviks

Kabarnya, risiko kanker serviks tersebut dapat diturunkan dengan mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Benarkah demikian? 

Artikel Lainnya: Tips Cepat Hamil Setelah KB yang Terbukti Efektif dan Aman

1 dari 3 halaman

Mencegah Kanker Serviks dengan KB

Hal yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah infeksi HPV. Oleh karena itu, KB―sebagai salah satu metode kontrasepsi―diyakini mampu mencegah penularan virus tersebut, sehingga risiko kanker serviks bisa diturunkan. 

KB sendiri merupakan suatu metode kontrasepsi yang terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari kondom, pil KB, IUD (Intrauterine Device), dan lainnya.

Setiap jenis KB memiliki cara kerjanya masing-masing untuk mencegah kehamilan. Guna mendapatkan manfaat KB dalam mencegah kanker serviks, Anda perlu memilih jenis kontrasepsi yang tepat.

Artikel Lainnya: Cara Minum Pil KB yang Benar

2 dari 3 halaman

Metode KB yang Efektif Cegah Kanker Serviks

Beberapa metode KB yang dapat menurunkan risiko kanker, antara lain:

1. Kondom

Salah satu jenis KB yang bermanfaat menurunkan risiko kanker serviks adalah kondom. Disebutkan bahwa kondom lateks, selain mencegah kehamilan, juga menjadi dapat menurunkan risiko infeksi HPV. 

Namun, untuk mendapat manfaat tersebut, kondom harus digunakan dengan benar. Artinya, Anda mesti mengenakan kondom yang baru sebelum hubungan seksual penetratif melalui vagina, anal, maupun oral. 

Selanjutnya, kondom juga mesti dipakaikan pada penis yang ereksi dengan memberikan sedikit ruang pada ujungnya untuk mengumpulkan air mani. 

Setelah melakukan aktivitas seksual, kondom perlu segera dilepas saat penis masih ereksi.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, penggunaan kondom dengan benar hanya melindungi area yang tertutup olehnya. Ini berarti bahwa area yang tidak tertutup oleh kondom tetap berisiko terkena infeksi HPV.

Pada dasarnya, manfaat kondom dalam menurunkan risiko infeksi HPV bergantung pada lokasi tubuh yang terkena infeksi.

2. IUD

Selain kondom, ada pula metode KB lain yang disebut mampu menurunkan risiko kanker serviks. Metode KB ini dikenal dengan sebutan IUD alias AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). 

Faktanya, wanita yang menggunakan IUD memiliki angka kejadian kanker serviks lebih rendah 30 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya. 

Alasan dari temuan itu memang masih dipelajari. Namun, diperkirakan bahwa AKDR membantu melawan infeksi HPV sehingga menurunkan risiko kanker serviks. 

Penggunaan IUD juga dapat memicu respons dari sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat melawan infeksi HPV. 

Selain itu, penggunaan IUD dapat pula memicu sistem imun jangka panjang berkat reaksi terhadap komponen yang ada di dalamnya. Sistem daya tahan tubuh tersebut juga diduga menyerang virus HPV penyebab kanker serviks yang masuk kedalam tubuh.

Penggunaan KB memang mampu mencegah penularan HPV, yang pada akhirnya menurunkan risiko kanker serviks. Akan tetapi, manfaat tersebut hanya bisa didapatkan dengan penggunaan jenis KB kondom dan IUD atau AKDR secara tepat. 

Terlepas dari itu, langkah terbaik untuk menurunkan risiko kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi untuk HPV. Selain itu, lakukan juga perilaku deteksi dini, misalnya dengan menjalani pemeriksaan pap smear secara berkala.

Memiliki pertanyaan terkait kontrasepsi? Ingin berkonsultasi dengan dokter seputar masalah kesehatan yang sedang dialami? Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar