Sukses

Kenali Tanda Tubuh Anda Kekurangan Protein

Kebutuhan protein harian perlu dipenuhi agar tubuh dapat bekerja secara optimal. Yuk, kenali gejala tubuh Anda kekurangan protein!

Klikdokter.com, Jakarta Protein memiliki peran penting bagi tubuh manusia. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan protein harian dari asupan makanan yang Anda konsumsi haruslah diperhatikan.

Kebutuhan protein orang dewasa harian adalah 1 gr/kgBB. Kebutuhan protein ini dapat diperoleh dari sumber hewani. Misalnya produk olahan susu (keju, susu, yoghurt), daging, telur, ikan, dan ayam; atau sumber nabati, seperti kacang-kacangan dan sayuran.

Namun, tak semua orang bisa memenuhi kebutuhan protein harian. Nah, jika hal ini terjadi secara terus-menerus, tubuh bisa mengalami kekurangan protein, lho. Apa saja gejala kekurangan protein?

 

1 dari 5 halaman

1. Pembengkakan

Salah satu tanda kekurangan protein yang paling umum terjadi adalah adanya pembengkakan atau edema. Pembengkakan biasanya terjadi di perut, kaki, dan tangan. Kondisi ini terjadi karena jumlah albumin berkurang dalam darah.

Albumin merupakan protein yang jumlahnya paling banyak dalam pembuluh darah. Albumin disebut juga ‘magnet air’ yang fungsinya menjaga agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Dengan menurunnya albumin, cairan tubuh menumpuk pada jaringan dan bagian tubuh lain.

Artikel Lainnya: Makanan Ekstrem Ini Digembar-gemborkan Kaya akan Protein, Faktanya?

2. Perubahan Suasana Hati

Otak mengandalkan neurotransmiter untuk menyampaikan informasi antarsel. Faktanya, banyak neurotransmiter yang terbuat dari asam amino—bahan pembangun protein.

Nah, kekurangan protein menyebabkan tubuh tidak mampu menciptakan jumlah neurotransmitter secara cukup. Hal tersebut tentu saja bisa mengubah cara kerja otak.

Pada kondisi ini, apabila ditambah dengan kadar dopamin dan serotonin yang rendah, Anda bisa merasa depresi atau terlalu agresif. Defisiensi protein juga berhubungan dengan rasa cemas dan autisme tipe tertentu.

2 dari 5 halaman

3. Masalah pada Rambut, Kuku, dan Kulit

Gejala kekurangan protein bisa terlihat dari rambut, kuku, dan kulit. Pasalnya, ketiganya terdiri dari protein, seperti elastin, kolagen, dan keratin.

Ketika tubuh tidak mampu membuat jenis-jenis protein tersebut, kondisi tiga bagian tubuh di atas bisa mengalami perubahan. Rambut bisa rontok dan menipis, kulit jadi kering dan mengelupas, dan kuku bergelombang (Beau’s lines).

Gejala-gejala tersebut dapat terjadi ketika Anda mengalami kekurangan protein berat. Anak-anak dengan malnutrisi berat juga menunjukkan gejala yang sama.

Meski penyebabnya tidak hanya akibat kurang protein dalam pola makan, tetapi tetap saja kemungkinan ini harus di pertimbangkan.

Artikel Lainnya: Kombinasi Suplemen Protein dan Nge-gym untuk Mengencangkan Otot

4. Mudah Lelah

Gejala tubuh kekurangan protein lainnya adalah mudah lelah. Menurut penelitian, kebutuhan protein  yang tidak tercukupi selama seminggu saja sudah bisa berdampak pada otot. Hal ini utamanya terjadi jika Anda berusia di atas 55 tahun.

Jika kekurangan protein tidak diperbaiki, Anda akan kehilangan massa otot. Akibatnya, kekuatan tubuh berkurang, keseimbangan sulit dijaga, serta memperlambat metabolisme.

Selain itu, kondisi kurang protein juga bisa menyebabkan anemia, atau keadaan ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Anda pun akan semakin merasa lelah.

Artikel Lainnya: 13 Makanan Pengganti Daging untuk Penuhi Kebutuhan Protein

3 dari 5 halaman

5. Mudah Lapar

Pentingnya protein dalam asupan harian, salah satunya berkaitan dengan rasa lapar. Makanan tinggi protein sangat mengenyangkan sehingga dapat menurunkan rasa lapar, nafsu makan, dan keinginan untuk ngemil. Selain itu, makanan tinggi protein dapat menambah pembakaran kalori hingga 80-100 kalori setiap harinya.

Gejala kekurangan protein yang berkaitan dengan hal ini adalah mudahnya Anda merasa lapar. Jika Anda sedang menjalani diet tertentu, ada potensi diet menjadi gagal.

6. Penyembuhan Luka Lebih Lambat

Salah satu tanda kekurangan protein adalah sulitnya luka atau goresan di kulit untuk sembuh. Pasalnya, protein dibutuhkan untuk memperbaiki otot, kulit dan jaringan kulit lainnya. Selain itu, protein juga diperlukan untuk pembekuan darah.

Kolagen–protein utama yang terdapat pada kulit dan otot–sangat diperlukan untuk penyembuhan luka. Kolagen dapat merangsang terbentuknya sel-sel baru di lokasi luka. Maka dari itu, kekurangan protein dapat menghambat luka cepat sembuh.

4 dari 5 halaman

7. Gampang Sakit atau Susah Sembuh

Protein berperan dalam kekebalan tubuh. Asam amino dalam darah membantu sistem imun membuat antibodi yang mengaktifkan sel darah putih untuk memerangi berbagai virus, bakteri, dan toksin. Selain itu, protein diperlukan tubuh untuk menyerap nutrisi sehingga tubuh tetap fit.

Artikel Lainnya: Suplemen Protein Picu Gangguan Ginjal dan Hati?

Terdapat juga bukti bahwa protein dapat mengubah level bakteri baik yang berperan dalam melawan penyakit di usus. Dengan demikian, gejala kekurangan protein lainnya adalah sering sakit. Selain itu, orang yang kekurangan protein akan sembuh lebih lama dari sakitnya.

8. Penurunan Fungsi Otak

Sel-sel otak mengandalkan neurotransmitter yang terdiri atas asam amino untuk berkomunikasi satu sama lain. Kekurangan protein berpengaruh pada kesehatan otak dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Selain memengaruhi suasana hati, kekurangan protein juga menyebabkan masalah lainnya pada otak.

Berdasarkan sebuah penelitian dari Journal of Clinical Investigation, defisiensi progranulin—salah satu protein pada otak menyebabkan hiperaktivitas pada beberapa sel di otak.

Hiperaktivitas ini menyebabkan inflamasi yang lama-kelamaan merusak sel otak. Akibatnya, dapat terjadi gangguan seperti demensia, penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan multiple sclerosis.

Seram juga, ya, gejala kekurangan protein? Coba ingat-ingat lagi, beberapa waktu belakangan, apakah Anda mengalami satu atau beberapa tanda kekurangan protein yang dijabarkan di atas?

Jika ya, baiknya segera perbaiki pola makan dan penuhi kebutuhan protein harian yang direkomendasikan. Jika sulit karena adanya diet tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sehingga bisa dicarikan solusinya. Anda juga dapat memanfaatkan layanan LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter untuk berbicara dengan dokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar