Sukses

Kesehatan Anda Juga Dipengaruhi Pasangan Anda

Percaya atau tidak, kesehatan Anda juga bisa dipengaruhi oleh pasangan yang Anda pilih, baik positif maupun negatif.

Klikdokter.com, Jakarta Entah Anda baru menjalani hubungan beberapa bulan atau sudah pacaran atau menikah bertahun-tahun lamanya, nyatanya dampaknya pada diri Anda tak cuma emosional. Ternyata, kesehatan Anda juga dipengaruhi oleh pasangan Anda lewat kebiasaan atau rutinitas yang dilakukan. Kesehatan Anda bisa menjadi lebih baik, atau bisa jadi sebaliknya.

Memiliki hubungan yang sehat tak hanya membawa banyak kebaikan, tetapi juga secara signifikan bisa membentuk kesehatan diri jangka panjang dengan cara yang sama seperti dengan memastikan kualitas tidur malam, makan sehat, dan tidak merokok. Banyak studi yang menemukan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan yang memuaskan ditemukan lebih bahagia, mengalami masalah kesehatan lebih jarang, serta panjang umur. Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat atau kurangnya ikatan sosial berhubungan dengan depresi, penurunan kognitif, dan meningkatnya risiko kematian dini.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Healthy Psychology” tahun 2018, Pasangan yang menjalani rumah tangga bahagia konon memiliki sekitar 20 persen kemungkinan lebih rendah untuk meninggal di usia relatif muda. Faktor-faktor yang menghubungkan antara rumah tangga bahagia dan kondisi panjang umur yakni hasil kesehatan yang selalu baik, mulai dari kondisi jantung yang prima hingga kadar kolesterol dalam tubuh yang berada pada batas normal. Hal ini tentunya bisa tercapai berkat pola hidup sehat dan bebas dari beban pikiran.

1 dari 3 halaman

Efek positif dari pasangan terhadap kesehatan Anda

Dilansir Medical News Today, jika hubungan Anda dan pasangan bahagia, efek positif di bawah ini bisa Anda rasakan!

1. Pereda sakit alami

Para peneliti dari Universitas Colorado, Amerika Serikat, dan Universitas Haifa, Israel, menemukan bahwa ketika pria menyentuh wanita yang sedang kesakitan, maka detak jantung keduanya dan pola pernapasan akan sinkron. Alhasil, rasa sakit pada wanita yang disentuh tadi akan berkurang.

Temuan tersebut menambah bukti tentang “sinkronisasi antarpribadi”, yaitu fenomena ketika orang-orang secara psikologis merefleksikan orang lain yang cukup lama menghabiskan waktu bersama dengan mereka.

"Semakin empati pasangan dan semakin kuat efek analgesik, maka semakin tinggi sinkronisasi antara keduanya ketika mereka bersentuhan," kata penulis utama penelitian, Pavel Goldstein.

2. Membantu mencapai tujuan yang sehat

Dua kepala lebih baik daripada satu ketika melakukan kebiasaan sehat. Para ilmuwan dari Universitas College London, Inggris, mengungkapkan bahwa jika Anda ingin mengubah gaya hidup yang kurang atau tidak sehat menjadi lebih sehat, maka ikut serta pasangan bisa berkontribusi.

Di antara wanita yang merokok, para peneliti menemukan bahwa 50 persen berhasil berhenti merokok jika pasangan mereka juga berhenti pada saat yang sama. Sebanyak 17 persen berhasil pada wanita yang pasangannya memang sejak awal tak merokok, dan hanya 8 persen pada wanita yang pasangannya perokok.

3. Meningkatkan kebugaran

Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, AS, melakukan penelitian soal ini. Para peneliti menemukan bahwa jika Anda aktif meningkatkan kebugaran, itu juga dapat meningkatkan kebugaran pasangan Anda.

Jika membicarakan kebugaran tubuh, tekanan yang paling memotivasi datang dari orang-orang terdekat, seperti pasangan. Kemajuan teknologi bisa membuat orang malas karena kemudahan yang ditawarkan. Jangan ikut-ikutan. Ajak pasangan untuk terus aktif dengan berolahraga dan melakukan kebiasaan sehat lainnya.

4. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental

David dan John Gallacher dari Universitas Cardiff, Inggris, menyebut bahwa hubungan jangka panjang dan yang memiliki komitmen baik untuk kesehatan fisik dan psikologis. Mereka juga menyebut bahwa manfaat ini meningkat seiring berjalannya waktu.

Rata-rata, individu yang menikah hidup lebih lama akan mendapatkan manfaat ini. Sebagai contoh, wanita memiliki kesehatan mental yang lebih baik ketika mereka berada dalam hubungan berkomitmen, sedangkan pria memiliki kesehatan fisik yang lebih baik.

Di balik efek positif, tentu ada efek negatifnya. Mulai dari intensitas rasa sakit yang makin meningkat, merusak diet yang Anda jalani, naiknya berat badan, serta meningkatkan risiko kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes tipe 2, gangguan kardiovaskular, nyeri punggung, dan otot kaku.

2 dari 3 halaman

Tips romantis agar Anda dan pasangan tetap sehat

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, melakukan kegiatan romantis berdua pasangan tak hanya akan menambah kemesraan, tetapi kegiatan yang dilakukan juga baik untuk kesehatan. Kegiatan yang dianjurkan oleh dr. Nadia antara lain:

  • Pergi ke pasar segar

Ketimbang pergi ke mal dan atau makan di restoran, lebih baik masak sendiri dengan menu yang sehat. Tak hanya memangkas biaya, jalan-jalan keliling pasar segar dapat menjadi aktivitas fisik yang menyehatkan Anda berdua.

  • Bersepeda

Manfaatkan waktu luang atau car free day saat akhir pekan dengan bersepeda bersama pasangan.

“Selain dapat menyehatkan jantung, satu jam bersepeda dapat membakar 450-750 kalori. Sebaiknya bersepedalah pada pagi hari sebelum jam 9 sehingga Anda dan pasangan mendapatkan bonus matahari pagi yang baik untuk tulang,” kata dr. Nadia.

  • Mendaki gunung

Jika Anda atau pasangan punya waktu cuti dan kebetulan tipe petualang, manfaatkan dengan aktivitas outdoor seperti mendaki gunung

“Berjalan berdua sambil menghirup udara segar pegunungan dapat membuat Anda dan pasangan sejenak melupakan kebisingan kota dan stress pekerjaan. Bonusnya Anda dan pasangan bisa membakar kalori, menyehatkan jantung, dan tubuh,” tegas dr. Nadia.

Ya, kesehatan fisik dan mental Anda ternyata juga bisa dipengaruhi pasangan Anda. Oleh karena itu jangan berhenti untuk saling memotivasi satu sama lain agar menjadi lebih baik dan jangan lelah untuk tetap membangun hubungan yang kuat dengan pasangan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar