Sukses

Jangan Sering Makan Jeroan Kalau Tak Mau Kena Sakit Ini

Tiada hari tanpa jeroan? Sebaiknya pikir-pikir lagi sebelum Anda menyantapnya untuk makan siang nanti!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang, jeroan merupakan salah satu makanan favorit. Ada banyak masakan Indonesia yang menggunakan bahan jeroan ini, seperti soto babat, sup kikil, gulai otak, sambel hati, dan paru goreng. Meskipun sedap di lidah dan harganya tergolong murah, risiko kesehatan akibat terlalu sering mengonsumsi jeroan tak boleh Anda abaikan.

Jeroan biasanya terdiri dari bagian-bagian dalam tubuh hewan selain daging dan tulang. Umumnya jeroan meliputi isi perut hewan yang telah disembelih, seperti babat, usus, limpa, hati, jantung, paru, ginjal, kikil, dan otak. Namun sebenarnya, batasan dari istilah jeroan ini bervariasi karena tergantung pada kebudayaan setempat.

Apa manfaat mengonsumsi jeroan?

Jeroan tidak selamanya buruk. Konsumsi jeroan dalam jumlah terbatas ternyata membawa berbagai manfaat.

Zat-zat gizi yang terkandung dalam jeroan, antara lain vitamin B, asam folat, zat besi, fosfor, magnesium, zink, vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Vitamin dan mineral ini sangat penting dalam menjalankan berbagai proses metabolisme dalam tubuh.

Vitamin A yang terkandung dalam jeroan berperan terhadap fungsi penglihatan. Zat besi dan asam folat berfungsi dalam proses pembentukan sel darah merah. Vitamin B penting dalam proses metabolisme energi. Zink, vitamin A, dan vitamin E memiliki peran sebagai antioksidan. Sedangkan vitamin D, fosfor, dan magnesium berperan dalam kesehatan tulang. Yang juga tidak kalah penting, vitamin K yang terkandung dalam jeroan berperan dalam proses pembekuan darah untuk mencegah perdarahan.

Apa risiko dari mengonsumsi jeroan?

Tidak dapat dimungkiri bahwa jeroan merupakan salah satu makanan dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi. Selain itu, jeroan juga mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi dan purin. Inilah mengapa mengonsumsi jeroan terlalu banyak dapat mencetuskan risiko kesehatan pada masa mendatang, seperti:

1. Penyakit jantung

Kadar kolesterol yang tinggi dalam jeroan dapat menyumbangkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Ditambah lagi dengan kadar lemak jenuh yang tinggi dalam jeroan. Keduanya dapat menempel dan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah koroner di jantung lalu memicu penyakit jantung koroner.

2. Stroke

Tidak hanya penyakit jantung, risiko stroke juga meningkat dengan konsumsi jeroan karena penyumbatan pembuluh darah yang terdapat di otak. Mekanismenya hampir sama dengan penyumbatan pada pembuluh darah koroner di jantung.

3. Asam urat

Tingginya kadar purin yang terdapat dalam jeroan juga berisiko menyebabkan asam urat. Purin dimetabolisme oleh tubuh menjadi zat asam urat. Asam urat dikeluarkan oleh ginjal melalui urine. Namun demikian, jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, ginjal tidak mampu mengeluarkannya semua sehingga kelebihan asam urat dalam darah akan menumpuk pada jaringan tubuh seperti sendi dan menyebabkan nyeri hebat.

Kini Anda telah mengetahui manfaat dan risiko dari mengonsumsi jeroan. Penumpukan kolesterol dan lemak jenuh pada dinding pembuluh darah, salah satunya disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak seperti jeroan. Anda pun bisa berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa mengonsumsi jeroan diperbolehkan asalkan tidak terlalu sering dan tidak terlalu banyak mengingat efeknya untuk kesehatan.

[RS/ RVS]

1 Komentar