Sukses

Jalan Kaki Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung Wanita Lansia

Jangan sepelekan aktivitas jalan kaki. Menurut penelitian, jalan kaki bisa menurunkan risiko penyakit jantung pada wanita lansia.

Klikdokter.com, Jakarta Jalan kaki adalah salah satu olahraga yang paling mudah untuk dilakukan. Tidak butuh sepatu dan baju olahraga khusus, jalan kaki dapat menjadi aktivitas sehari-hari Anda agar terhindar dari penyakit jantung. Banyak orang memilih salah satu jenis olahraga aerobik ini dengan alasan mudah melakukannya.

"Olahraga aerobik secara umum baik untuk kesehatan jantung dan paru. Saat Anda melakukan aerobik, kerja jantung, termasuk dalam hal memompa darah, akan ikut terpacu. Organ-organ tubuh pun mendapatkan oksigen dan nutrisi," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Nah, saat ini, penelitian terbaru menyebutkan bahwa berjalan kaki dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung pada wanita lanjut usia (lansia).

Studi tentang berjalan dan gagal jantung pada wanita

Melalui studi yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology: Heart Failure, berjalan kaki punya efek yang baik dalam dua subtipe gagal jantung pada wanita lansia. Yaitu, reduced dan preserved pada fraksi ejeksi gagal jantung.

Fraksi ejeksi gagal jantung jenis reduced terjadi ketika sisi kiri jantung memompa lebih sedikit darah ke dalam tubuh dari biasanya. Secara khusus, fraksi ejeksi normal - yang mengukur berapa banyak darah yang dipompa keluar dari ventrikel kiri ke dalam tubuh dalam satu detak jantung - lebih dari 55 persen. Dalam ejeksi gagal jantung reduced, angka ini turun menjadi 40 persen atau bahkan lebih rendah.

Pada jenis gagal jantung ejeksi preserved, angka ini mungkin lebih dari 50 persen sehingga tampak normal. Padahal, jika otot jantung terlalu tebal atau kaku, jumlah darah awal yang dapat dimiliki ventrikel mungkin sudah terlalu kecil untuk apa yang dibutuhkan tubuh.

Seperti dijelaskan Michael LaMonte, profesor peneliti epidemiologi di University of Buffalo School of Public Health and Health Professions yang memimpin penelitian ini, bentuk pertama gagal jantung (reduced) memiliki pandangan yang lebih buruk. Sementara itu, bentuk kedua lebih umum pada lansia dan cenderung memengaruhi wanita dan etnis tertentu.

Pentingnya berjalan kaki

Para peneliti juga menemukan, setiap tambahan 30-45 menit aktivitas fisik harian, risiko gagal jantung umum berkurang 9 persen. Sementara itu, risiko turun 8 persen untuk fraksi gagal ejeksi gagal jantung, dan 10 persen untuk fraksi ejeksi gagal jantung tipe reduced.

Perlu dicermati juga bahwa ketika berjalan dan aktivitas fisik berbanding terbalik dengan risiko gagal jantung, intensitas aktivitas fisik tidak memiliki efek apa pun. Ini menunjukkan bahwa jumlah aktivitas adalah yang terpenting.

"Aktivitas berjalan menunjukkan hubungan perlindungan dengan gagal jantung dengan subtipenya. Ini sangat penting dalam konteks kesehatan masyarakat, mengingat berjalan sejauh ini merupakan aktivitas fisik yang paling sering dilaporkan pada orang dewasa yang lebih tua," ujar Michael LaMonte.

"Ini adalah studi pertama yang melaporkan tingkat aktivitas fisik terkait dengan risiko lebih rendah terkena gagal jantung dengan penurunan fraksi ejeksi pada orang dewasa yang lebih tua, terutama pada wanita," tegas LaMonte.

"Gagal jantung jauh lebih umum dialami setelah usia 60 tahun dan biaya perawatannya sangat mahal. Jadi, untuk mengurangi risikonya, Anda dapat meningkatkan aktivitas fisik, khususnya berjalan kaki," tegas Lamonte lagi.

Nah, para wanita lansia kini dapat rutin menggiatkan kembali aktivitas jalan kaki. Manfaat kesehatan yang Anda peroleh dari kegiatan ini sangat positif, terlebih lagi untuk menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar