Sukses

Perkuat Otot untuk Turunkan Risiko Diabetes

Otot yang kuat dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Seberapa kuatkah otot yang harus dimiliki untuk mendapat keuntungan tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Kekuatan otot telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) hingga 32 persen. Ini bukan berarti Anda harus ikut latihan angkat beban rutin untuk mendapatkan manfaat itu, ya. Lantas, mengapa kekuatan otot berkorelasi pada menurunnya risiko diabetes tipe 2?

Alasan di balik hal ini sesungguhnya belum jelas. Namun, ahli berpendapat, kemungkinan kebugaran aerobik yang tinggi, aktivitas fisik yang besar, serta indeks massa tubuh yang rendah menjadi alasannya.

Ini adalah kesimpulan dari studi pertama yang menyelidiki hubungan antara kekuatan otot dengan risiko mengidap DM tipe 2. Penelitian tersebut menggunakan 4.681 sukarelawan berusia 20 tahun ke atas. Pada rentang tahun 1981-2006, mereka melakukan uji ketahanan otot mengunakan mesin berat resistensi serta tes mesin treadmill.

Peneliti di Dallas, AS, ingin menilai ketahanan jantung dan paru sebagai bagian dari pemeriksaan fisik. Pada waktu bersamaan, peneliti memperhatikan apakah para sukarelawan di kemudian hari mengidap DM tipe 2. Dari 4.681 sukarelawan, 229 orang menderita DM tipe 2.

Peneliti pun mengelompokkan kekuatan otot para sukarelawan. Mereka menemukan, risiko individu dengan kekuatan otot sedangmengidap DM tipe 2 turun hingga 32 persen, dibandingkan yang punya kekuatan otot ringan. Namun begitu, peneliti merasa temuan mereka ini masih butuh penelitian lanjutan untuk betul-betul memahami hubungan antara kekuatan otot dan DM tipe 2.

1 dari 2 halaman

Tips menguatkan otot dengan benar

Memiliki otot yang kuat dibutuhkan untuk memadatkan tulang, mengontrol kadar gula dalam darah, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi nyeri sendi, serta mencegah depresi ringan. Nah, ingin punya otot yang kuat? Berikut beberapa tips untuk menguatkan otot dengan baik dan benar:

  1. Berlatih dengan profesional

Pelatih akan merancangkan program olahraga yang tepat bagi Anda untuk mendapatkan target otot yang Anda inginkan. Program olahraga yang baik akan mengurangi risiko cedera.

  1. Gunakan barbel dan resistance bands

Menggunakan gelang karet serta beban tambahan dalam variasi gerakan Anda dapat memberikan ketahanan terhadap otot. Otot pun pada akhirnya “dipaksa” untuk mengeluarkan gaya yang lebih kuat.

  1. Cukupi kebutuhan tidur

Setelah latihan beban, otot memerlukan waktu 48 jam untuk pulih. Hindari melakukan latihan otot yang sama keesokan harinya. Dengan mencukupi kebutuhan tidur, Anda memfasilitasi regenerasi jaringan otot yang dibutuhkan.

  1. Perhatikan diet Anda

Atur pola makan Anda sebaik mungkin. Pada pria misalnya, konsumsilah protein sebanyak 56 gram. Sementara untuk wanita 46 gram protein. Sementara itu, karbohidrat berbasis gandum sebanyak 130 gram serta buah dan sayuran sebanyak 4,5 gelas per hari diperlukan untuk pembangunan otot yang optimal.

  1. Manfaatkan aktivitas sehari-hari

Saat tidak sempat berolahraga dengan baik, gunakan aktivitas sehari-hari untuk membangun otot. Misalnya, naik tangga, melakukan gerakan berulang seperti mengangkat kaki, dan berjinjit ketika sedang di telepon untuk mengencangkan otot-otot Anda.

Lantas, berapa banyak latihan beban yang dibutuhkan tubuhagar terhindar dari DM tipe 2? Menurut Physical Activity Guidelines Advisory Committee tahun 2018, orang dewasa dianjurkan untuk melakukan aktivitas penguatan otot sebanyak 2 kali seminggu untuk menjaga kesehatan. Anda juga dianjurkan untuk melakukan olahraga aerobik intensitas sedang hingga tinggi dengan durasi 150 menit per minggu.

Memiliki kondisi kebugaran yang baik, kekuatan otot yang layak, serta jantung paru yang bugar, secara signifikan akan menurunkan risiko mengidap diabetes tipe 2. Dengan kondisi fisik yang bugar, Anda tidak saja dapat tampil percaya diri tapi juga bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar