Sukses

Kenali Beda Infeksi Payudara dan Kanker Payudara

Karena panik dan takut, infeksi payudara mungkin Anda duga sebagai pertanda munculnya kanker payudara. Jangan salah terka, kenali bedanya!

Klikdokter.com, Jakarta Sejak digalakkannya deteksi dini kanker payudara, kepekaan wanita atas segala perubahan pada payudara semakin meningkat. Sayangnya, antusiasme deteksi dini kanker payudara sering tidak sejalan dengan pengetahuan terkait gejala kanker tersebut. Karenanya, kaum hawa menjadi mudah “termakan” informasi yang belum jelas. Mereka pun cenderung meramalkan sendiri bahwa dirinya terkena kanker, padahal itu hanya infeksi payudara biasa.

Nah, supaya hal tersebut tidak terjadi terus-menerus, dilansir dari WebMD, bila payudara terlihat merah atau bengkak, Anda tidak perlu langsung panik. Sebab, area ruam pada payudara sering kali menandakan adanya masalah umum, seperti infeksi.

Infeksi payudara

Infeksi payudara itu sendiri disebut sebagai mastitis dan umumnya menyerang wanita yang tengah menyusui. Mastitis bisa terjadi akibat saluran ASI yang tersumbat, atau akibat adanya bakteri yang masuk dan menginfeksi payudara melalui luka pada puting atau jaringan di sekitarnya.

Mastitis umumnya terjadi pada 6–12 minggu pertama setelah Anda melahirkan. Namun, wanita yang tidak sedang menyusui juga bisa mengalaminya akibat cedera payudara, misalnya kerena tindik pada puting, melakukan perilaku seksual berisiko, ataupun habis melakukan operasi pemasangan implan.

Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan dari infeksi payudara atau mastitis, yaitu:

  • Payudara mengalami pembengkakan
  • Bila diraba, permukaannya terasa hangat
  • Kemerahan dan terasa nyeri
  • Demam
1 dari 2 halaman

Kanker payudara

Beda dengan mastitis, kanker payudara stadium awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun pada kebanyakan kasus, penyakit ini menyebabkan terbentuknya benjolan di payudara bagian dalam. Selain itu, keluhan lain yang juga berkaitan dengan gejala kanker payudara adalah:

  • Gatal yang tidak hilang
  • Ruam yang mungkin terlihat seperti gigitan serangga
  • Puting Anda “berputar” ke dalam atau mendatar
  • Terjadi pembengkakan dan kemerahan yang (setidaknya) memengaruhi sepertiga dari payudara
  • Kulit yang terlihat berlipat-lipat seperti kulit jeruk
  • Terasa nyeri dan berat
  • Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan atau di dekat tulang selangka

Bagaimana membedakannya?

Sama-sama menimbulkan pembengkakan dan kemerahan, akhirnya sering bikin wanita salah kaprah untuk menentukan apakah keluhan tersebut adalah infeksi bakteri atau gejala kanker payudara. Bahkan, menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, keduanya pun sama-sama bisa menimbulkan nyeri, demam, dan keluarnya nanah atau cairan dari puting.

“Tapi yang paling terlihat perbedaannya adalah dari kondisi permukaan kulit payudara. Jika permukaan kulit payudara seperti kulit jeruk dan putingnya masuk ke dalam, kemungkinan besar itu gejala kanker payudara,” jelas dr. Sara.

“Meski sama-sama bengkak, tetapi bila dipegang dan diperhatikan, kanker payudara lebih menandakan adanya benjolan yang berat,” dr. Sara menambahkan.

Jika Anda benar-benar bingung menentukan atau ingin mendapatkan diagnosis secara pasti ketimbang harus menerka-nerka sendiri, sebaiknya segera periksa ke dokter. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan mammogram untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam payudara. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan biopsi guna mengangkat sepotong kecil jaringan payudara untuk dilihat melalui mikroskop. Dengan begitu, akan didapatkan hasil yang jelas terkait penyakit yang Anda alami.

Setelah mengenali perbedaan infeksi payudara biasa dengan kanker payudara, diharapkan Anda tak lagi panik dan cemas berlebih saat menemukan adanya perubahan pada organ tubuh tersebut. Hal yang paling penting, bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang pasti dan penanganan yang tepat.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar