Sukses

Risiko Anemia Akibat Cara Diet yang Salah

Diet untuk menurunkan berat badan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Jika tidak, risiko anemia alias kurang darah menanti Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan bentuk tubuh sempurna dan berat badan yang ideal. Diet ketat sering dijadikan pilihan utama, agar target berat badan tercapai dengan cepat. Padahal, diet yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya justru bisa berdampak pada terjadinya gangguan kesehatan, salah satunya anemia.

Anemia merupakan penyakit kekurangan sel darah merah dan pasokan oksigen di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan organ-organ termasuk jantung dan otak tidak bisa bekerja dengan optimal.  Meski sangat berbahaya, sebagian besar kasus penyakit tersebut tak memiliki gejala yang jelas.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diet anemia. Satu di antaranya adalah tidak mendapatkan pasokan gizi yang memadai. Nah, jika Anda menerapkan metode diet ketat untuk menurunkan berat badan secara cepat tanpa tahu batasan atau aturan yang mesti dipatuhi, berikut beberapa jenis anemia yang sangat mungkin terjadi:

  1. Anemia kekurangan zat besi

Zat besi merupakan bagian dari zat utama yang membentuk sel darah merah. Zat besi juga dibutuhkan tubuh untuk membentuk daya tahan tubuh yang baik. Asupan zat besi didapatkan dari daging, terutama daging merah seperti daging sapi dan kambing. Selain itu juga dari sayuran hijau, telur, dan susu.

Jika menu diet yang diterapkan tak melibatkan makanan-makanan tersebut, tubuh Anda berpotensi besar mengalami kekurangan zat besi. Keadaan ini umumnya terjadi pada wanita, karena mereka memiliki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi daripada pria.

Kekurangan zat besi yang berkepanjangan dapat menyebabkan keluhan anemia, seperti badan lemas, lemah, letih, lesu, sulit konsentrasi. Selain itu, kuku juga akan rentan patah, tidak nafsu makan, dan lidah terasa perih.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Anemia kekurangan vitamin B12

Vitamin B12 merupakan zat yang vital untuk pembentukan DNA dan sel darah merah. Pada orang dewasa, dibutuhkan sekitar 2,4 mikrogram vitamin B12 setiap hari. Jumlah tersebut bisa dipenuhi dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan, seperti daging, ikan, ayam, telur, dan susu. Tak banyak sumber makanan nabati yang mengandung vitamin B12.

Banyak orang yang menjalani diet, khususnya diet vegan, mengalami kekurangan vitamin B12. Mereka yang sudah berada pada kondisi kekurangan vitamin B12 sangat berisiko untuk mengalami keluhan badan lemas, lemah, letih, dan pusing. Jika kekurangan vitamin B12 terjadi berkepanjangan, orang yang mengalaminya juga bisa merasakan gangguan pada penglihatan, gangguan saraf seperti rasa baal di bagian tubuh tertentu, kesemutan, otot lebih lemah dari yang seharusnya, serta gangguan memori.

  1. Anemia kekurangan asam folat

Asam folat dibutuhkan untuk memperbaiki DNA di dalam tubuh. Zat gizi tersebut banyak ditemukan pada sayuran hijau, juga berbagai jenis buah seperti lemon, jeruk, dan alpukat. Supaya kebutuhan asam folat tetap tercukupi, sayur dan buah mesti mendominasi piring makan sehari-hari.

Di sisi lain, asupan sayur dan buah yang tidak memadai sangat mungkin untuk menyebabkan terjadinya kekurangan asam folat. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebihan, kulit pucat, mulut mudah sariawan, rambut beruban, serta lidah membengkak. Pada remaja, kekurangan asam folat bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan.

2 dari 3 halaman

Apa solusinya?

Pada dasarnya, diet untuk mencapai berat badan ideal sangatlah baik untuk dilakukan. Namun, diet haruslah dilakukan dengan cara yang benar agar tubuh menjadi semakin sehat serta terbebas dari risiko anemia atau masalah kesehatan lainnya. Untuk itu, berikut adalah beberapa aturan diet yang wajib Anda perhatikan:

  • Hindari mengurangi jumlah makanan secara drastis. Porsi makan boleh dikurangi sebesar 20% dari yang biasanya dimakan.
  • Usahakan agar sayuran mendominasi makanan Anda. Dalam satu kali makan, pastikan setengah dari piring terisi oleh sayur.
  • Daging tetap boleh dikonsumsi. Akan tetapi, pilihlah bagian daging yang rendah lemak.
  • Makanan sebaiknya dimasak dengan cara dikukus atau direbus. Hindari konsumsi makanan yang digoreng terlalu sering.
  • Jangan tambahkan gula pada makanan atau minuman.
  • Susu atau yoghurt sebaiknya dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan kalsium, zat besi, dan vitamin B12.

Jika hendak menerapkan suatu metode diet untuk menurunkan berat badan, perhatikan kecukupan gizi setiap hari dari makanan yang dikonsumsi. Jangan asal membatasi makanan, karena berpotensi menyebabkan kekurangan gizi yang berujung pada anemia atau masalah kesehatan yang lebih gawat lagi. Jika Anda ragu menyiapkan menu diet untuk menurunkan berat badan, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter atau ahli gizi.

(NB/ RVS)

3 Komentar

  • Nur Laila

    Labore ut suscipit omnis enim eveniet. Veritatis odio expedita quasi aut cumque non. At ipsum temporibus magni. Minima dolore maxime inventore accusamus.

  • Nur Laila

    Sint distinctio reprehenderit quia iste amet quos. Sapiente voluptas qui accusamus debitis. Corrupti quisquam dolores nulla et incidunt consequuntur consequatur.

  • Nur Laila

    Atque repudiandae totam delectus eum. Et sed ex qui ab quasi aut. Fugit quo quidem quas consequatur ullam.