Sukses

5 Faktor Risiko Stroke seperti Dialami Aktor Luke Perry

Stroke yang merenggut nyawa aktor Luke Perry masih menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Kenali faktor risiko penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pencinta serial TV Beverly Hills 90210 kini tengah berduka. Salah satu aktor utama serial yang banyak digemari remaja era 1990-an itu meninggal pada Senin (4/3) waktu setempat akibat penyakit stroke.

Stroke merupakan kondisi matinya jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tersering di dunia, serta dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja.

Penyakit stroke dapat berupa sumbatan pembuluh darah otak (iskemik), maupun perdarahan pada otak (hemoragik). Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita stroke.  Lalu apa saja faktor risiko penyakit stroke?

  1. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat. Hipertensi dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala pada penderitanya. Bahkan, tanpa gejala sekalipun, kerusakan pembuluh darah dapat terus terjadi sehingga akhirnya dapat menyebabkan  stroke.

Hipertensi dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Jika Anda mengalami tekanan darah tinggi, kurangi asupan garam, olahraga teratur dan periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

  1. Diabetes

Diabetes mellitus adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Peningkatan kadar gula darah ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah stroke. Jika Anda adalah penderita diabetes, maka kontrol gula darah yang baik diperlukan untuk menurunkan risiko terjadinya berbagai komplikasi ini.

  1. Gangguan kolesterol

Layaknya hipertensi dan diabetes, gangguan kolesterol adalah faktor risiko terjadinya stroke. Terdapat berbagai jenis kolesterol, namun yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah nilai kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein).

Kolesterol yang tinggi di dalam darah, khususnya nilai LDL, dapat menimbulkan plak yang menyumbat pembuluh darah otak. Aliran pembuluh darah yang terhenti juga akan menghentikan suplai makanan dan oksigen yang diperlukan bagi kelangsungan hidup sel otak. 

  1. Gangguan pembekuan darah

Sumbatan pada pembuluh darah otak dapat terjadi karena adanya bekuan darah pada pembuluh darah. Dalam keadaan normal, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk mencegah terjadinya bekuan darah. Bekuan darah lebih mudah terjadi jika seorang mengalami kekurangan komponen darah yang berperan dalam pengenceran darah, seperti protein C, dan protein S.

  1. Gangguan jantung

Gangguan jantung juga dapat berujung pada kejadian stroke. Salah satu gangguan jantung yang berhubungan dengan kejadian stroke adalah gangguan irama jantung. Ketika jantung tidak berdetak dengan teatur, maka darah lebih mudah membeku. Bekuan darah dapat lepas dan menyumbat pembuluh darah di otak. Sumbatan ini kemudian menghalangi aliran darah ke otak dan menyebabkan kematian jaringan otak.

Walaupun stroke – seperti yang merenggut nyawa aktor Luke Perry – adalah penyakit yang mematikan, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Anda dapat mencegah kejadian stroke dengan mengontrol berbagai faktor risiko di atas. Salah satu tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah periksakan diri ke dokter untuk melihat apakah Anda memiliki risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol yang tinggi. Selain itu, Anda juga perlu selalu menjalankan pola hidup sehat dengan di antaranya mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, cukup istirahat dan menjauhi rokok serta alkohol.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar