Sukses

Tips Sehat untuk Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun

Ingin hamil meski usia telah lebih dari 35 tahun? Ini yang perlu dilakukan agar kehamilan berjalan sehat dan sesuai harapan.

Klikdokter.com, Jakarta Artis Syahrini (36) telah resmi menjadi istri pengusaha Reino Barack (34). Dari sisi medis, usia penyanyi sekaligus aktris ikonik ini memang tak lagi ideal untuk menghasilkan keturunan. Kendati demikian, hal tersebut bukanlah penghalang untuk menjalani kehamilan dengan aman dan sehat.

Perlu diketahui, peluang hamil di atas usia 35 tahun lebih kecil ketimbang ketika wanita masih berusia di bawah 30 tahun. Hal tersebut karena jumlah dan kualitas sel telur di pertengahan hingga akhir usia 30-an menurun secara signifikan.

Selain itu, pembuahan sel telur wanita yang lebih tua tidaklah semudah sel telur wanita yang lebih muda. Maka dari itu, wanita yang berusia lebih dari 35 tahun dan belum bisa hamil setelah enam bulan menikah dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Tak hanya itu, hamil di atas usia 35 tahun juga meningkatkan risiko berbagai komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Sebut saja, kehamilan kembar; munculnya diabetes mellitus dan tekanan darah tinggi saat hamil; kelainan kromosom pada janin seperti Sindrom Down; keguguran; ari-ari menghalangi jalan lahir (plasenta previa); berat lahir bayi rendah hingga kelahiran prematur.

Risiko-risiko tersebut memang tampak menakutkan. Akan tetapi, risiko tersebut sebenarnya bisa dikurangi atau bahkan dicegah. Berikut tips yang wajib diterapkan:

  • Berdiskusi dengan dokter kandungan sejak merencanakan kehamilan. Jelaskan riwayat kesehatan Anda secara terperinci kepada dokter dan diskusikan hal-hal yang bisa diperbaiki agar peluang hamil lebih baik.
  • Miliki pola makan yang sehat. Sebelum dan selama hamil, Anda perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat agar tubuh siap untuk menunjang tumbuh kembang janin. Utamakan konsumsi makanan sumber asam folat, kalsium, zat  besi, dan vitamin D yang banyak dibutuhkan saat hamil.
  • Mulailah mengonsumsi suplemen kehamilan sejak 3 bulan sebelum mulai hamil. Secara spesifik, Anda perlu mengonsumsi suplemen asam folat sebanyak 400–600 mcg per hari.
  • Jaga berat badan pada rentang normal. Bila berat badan sebelum hamil cenderung berlebih, maka risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan keracunan pada kehamilan akan sangat meningkat.
  • Jaga peningkatan berat badan saat hamil, tidak kurang tidak lebih. Jumlah peningkatan berat badan yang diperbolehkan tergantung dengan status gizi Anda sebelum hamil: apakah kurang, normal, atau berlebih.
  • Lakukan aktivitas fisik yang rutin sesuai kemampuan, paling sedikit 3 kali selama 20–30 menit per minggu. Aktivitas fisik dapat mengurangi rasa tidak nyaman saat hamil, serta membuat Anda tetap berenergi dan sehat. Tanyakan pada dokter mengenai jenis olahraga yang aman untuk dilakukan saat hamil, khususnya bila Anda memiliki kondisi medis tertentu.
  • Kontrol rutin dengan dokter kandungan dan lakukan USG paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
  • Batasi konsumsi kafein hanya 200 mg per hari atau setara dengan 1 cangkir kopi berukuran 350 mL. Sedangkan konsumsi alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang harus sama sekali dihindari.

Bagi Syahrini atau wanita lain berusia di atas 35 tahun yang ingin hamil, pilihan yang Anda buat sekarang (merencanakan kehamilan) sesungguhnya memiliki efek jangka panjang pada bayi. Oleh karena itu, anggaplah kehamilan sebagai kesempatan untuk mengasuh janin dan bersiap untuk menghadapi kehidupan yang lebih menarik nan menantang di masa depan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar