Sukses

Penyebab Pusing dan Mual Usai Makan Mecin

Sering pusing dan mual setelah makan mecin? Mungkin Anda terkena chinese restaurant syndrome!

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang menyukai makanan yang mengandung mecin di dalamnya. Hal ini karena makanan tersebut lebih gurih dan memiliki cita rasa yang kuat, sehingga bikin lidah bergoyang. Namun sayangnya, makanan yang mengandung mecin dapat menimbulkan keluhan pusing dan mual pada beberapa orang. Apakah Anda salah satu orang yang sering mengalaminya? Jika ya, mungkin Anda mengalami gangguan kesehatan yang disebut dengan Chinese restaurant syndrome.

Istilah Chinese restaurant syndrome itu sendiri telah dikenal sejak tahun 1960-an. Istilah tersebut merujuk kepada sekumpulan gejala yang dialami setelah seseorang mengonsumsi masakan dari restoran Cina yang umumnya gurih dan memiliki rasa yang kuat. Gejala yang umumnya terjadi dalam 2 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, antara lain: pusing, mual, kulit kemerahan, dan berkeringat.

Tak cuma itu, seseorang yang mengalami Chinese restaurant syndrome juga dapat mengalami keluhan sering haus, rasa baal atau terbakar pada mulut dan tenggorokan, serta badan lemas. Ada pula sebagian orang yang mengalami gejala lebih parah, seperti reaksi alergi, nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, hingga bengkak pada wajah dan tenggorokan.

Benarkah akibat mecin?

Monosodium glutamat (MSG) atau lebih dikenal dengan sebutan mecin, micin, atau vetsin adalah penguat rasa yang kerap ditambahkan ke dalam berbagai masakan maupun produk makanan jadi. Berkatnya, makanan terasa lebih gurih dan memiliki cita rasa yang kuat.

Monosodium glutamat dibuat dari fermentasi molase (tetes tebu) yang merupakan produk sampingan dari produksi gula pasir, atau dari jagung dan gandum. Mecin telah digunakan selama lebih dari satu abad untuk memberikan rasa umami yang membuat banyak orang ketagihan.

Komponen utama MSG adalah glutamat ― asam amino secara alami sudah ada di dalam makanan seperti daging, unggas, susu, dan sayur-sayuran. Selain diperoleh dari makanan, tubuh juga memproduksi glutamat.

Walau selama berpuluh-puluh tahun terjadi kontroversi karena disinyalir mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan, angka penggunaan MSG di Indonesia terus meningkat. Hal tersebut tidak lepas dari rekomendasi Food and Drugs Administration (FDA), yang menyatakan bahwa MSG sebenarnya aman untuk dikonsumsi lantaran belum ada penelitian yang mampu benar-benar membuktikan bahwa MSG merupakan penyebab utama dari gejala-gejala yang terjadi pada kasus Chinese restaurant syndrome.

Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang pusing atau mual usai makan micin? Perlu Anda ketahui, gejala-gejala yang muncul pada kasus Chinese restaurant syndrome umumnya hanya dialami oleh orang-orang yang sensitif terhadap MSG. Dengan kata lain, bila tubuh Anda “ramah” alias bisa menerima kehadiran MSG, risiko terjadinya pusing, mual, dan gejala Chinese restaurant syndrome lainnya sangatlah kecil.

Terlepas dari kontroversi yang menyelimutinya, berbagai penelitian masih meyakini bahwa MSG tidak berbahaya dan relatif aman untuk dikonsumsi dalam jumlah moderat. Namun, jika mencurigai bahwa tubuh Anda sensitif terhadap MSG sehingga sering mengalami pusing, mual, atau gejala Chinese restaurant syndrome lainnya, sebaiknya hindari makanan jenis apapun yang mengandung mecin di dalamnya. Jangan lupa pula untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter untuk mencari tahu latar belakang kondisi yang Anda alami.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar