Sukses

Mengapa Bayi Prematur Butuh Inkubator?

Kelahiran bayi prematur membutuhkan penanganan khusus, salah satunya penggunaan alat inkubator. Lantas, apa manfaat di balik hal itu?

Klikdokter.com, Jakarta Hal yang sering ditekankan selama proses kehamilan adalah menghindari terjadinya kelahiran prematur. Sebab, bayi lahir di bawah usia kandungan 37 minggu lebih berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan lantaran organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Namun, apabila terpaksa dilahirkan sebelum waktunya, bukan berarti bayi prematur tidak memiliki harapan hidup yang besar. Ini karena bayi prematur masih bisa ditolong dengan penggunaan inkubator.

Inkubator itu sendiri merupakan alat yang difungsikan untuk menghangatkan suhu tubuh bayi yang lahir sebelum waktunya. Alat ini diletakkan di dalam ruang perawatan intensif neonatal (NICU), agar dokter dan perawat dapat memantau serta mengukur detak jantung, suhu tubuh, kondisi pernapasan, kadar oksigen, sekaligus tekanan darah si bayi.

Manfaat inkubator untuk bayi prematur

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, bayi prematur yang memiliki berat badan kurang dari 1.500 gram sangat rentang mengalami hipotermia. Keadaan tersebut bisa menyebabkan kematian pada bayi.

“Itulah sebabnya bayi prematur dengan berat badan rendah perlu ditempatkan dalam inkubator,” jelas dr. Reza.

Selain untuk menghangatkan, alat tersebut juga membuat bayi terhindar dari infeksi bakteri maupun virus. Pada beberapa kasus, inkubator juga bermanfaat untuk menunjang fungsi pernapasan bayi prematur yang bermasalah karena organ parunya belum berkembang sempurna.

Tak hanya itu, dr. Reza juga mengatakan bahwa penyakit kuning ialah salah satu masalah kesehatan di luar pernapasan yang sering menimpa bayi prematur. Nah, dengan penggunaan inkubator, bayi bisa mendapatkan terapi sinar (fototerapi) yang berguna untuk mengurangi jumlah pigmen kuning (bilirubin) pada tubuhnya.

Tidak selalu perlu inkubator

Berdasarkan keterangan dr. Reza, tidak semua bayi prematur perlu dirawat di rumah sakit dan dimasukkan ke dalam inkubator. Pada bayi late preterm atau kehamilan lebih dari 34 minggu, bila tidak ditemukan masalah kesehatan dan bayi dapat minum dengan baik, maka perawatan khusus di rumah sakit tidak perlu dilakukan.

Di sisi lain, dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada berbagai studi yang dilakukan terkait tindakan khusus terhadap bayi prematur selain memanfaatkan inkubator, yaitu perawatan metode kanguru.

Metode kanguru diperkenalkan pertama kali oleh dr. Edgar Rey Sanabria tahun 1978 di Kolombia. Metode itu awalnya digunakan untuk merawat bayi prematur di daerah yang memiliki fasilitas kesehatan terbatas. Perawatan metode kanguru sangat sederhana. Terinspirasi dari perilaku induk kanguru yang meletakkan anaknya di dalam kantungnya agar tetap hangat, cara ini dilakukan dengan meletakkan bayi pada posisi tegak menghadap dada ibu (dada ibu tidak diberi baju). Lalu, dipererat dengan sebuah kain panjang yang menyerap keringat.

Jadi, tidak setiap bayi prematur membutuhkan perawatan menggunakan inkubator di rumah sakit. Meski bayi prematur erat kaitannya dengan banyak gangguan kesehatan, sebaiknya Anda mendapatkan rekomendasi dokter terlebih dahulu bila ingin menggunakan alat tersebut. Apabila kata dokter bayi cukup sehat dan tak perlu mendapat perawatan inkubator, untuk menjaga kehangatan tubuhnya Anda bisa mencoba menggunakan metode kanguru saja.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar