Kesehatan Bayi

Peluang Hidup Bayi Prematur, Seberapa Besar?

Ayu Octavi Anjani, 17 Jul 2022

Ditinjau Oleh dr. Dyah Novita

Bayi prematur tetap memiliki peluang untuk hidup. Simak persentase peluang hidup bayi prematur di sini.

Peluang Hidup Bayi Prematur, Seberapa Besar?

Kelahiran prematur adalah kondisi ketika bayi dilahirkan lebih dini dari hari perkiraan lahir, tepatnya sebelum usia kehamilan mencapai pekan ke-37.

Kelahiran prematur disebabkan oleh terbukanya leher rahim (serviks) akibat rahim berkontraksi (kondisi mengencang dan mengeras). Hal ini menyebabkan janin memasuki jalan lahir sehingga terlahir lebih dini dari perkiraan.

Padahal, pekan terakhir masa kehamilan adalah fase penting bagi bayi. Pada fase ini, pembentukan organ vital bayi, termasuk paru-paru dan otak memasuki tahap akhir.

Karenanya, organ tubuh bayi prematur belum terbentuk sempurna. Hal ini menyebabkan munculnya sejumlah gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi peluang hidup bayi prematur

Peluang Hidup Bayi Prematur

Salah satu masalah kesehatan yang mungkin dialami bayi prematur adalah kesulitan bernapas. Kondisi ini terjadi karena paru-paru bayi belum berkembang sempurna.

Paru yang belum berkembang dengan baik bisa mengurangi kadar surfaktan, yaitu zat berbusa yang melapisi alveolus (kantong udara kecil di paru-paru) dan berperan menjaga jaringan paru agar tetap mengembang dan tidak mengempis.

Nah, surfaktan membantu bayi yang baru melahirkan menghirup udara dengan baik. Kekurangan zat ini membuat bayi mengalami gangguan pernapasan akibat parunya bekerja ekstra keras.

Kondisi ini pada gilirannya bisa meningkatkan risiko kolapsnya paru-paru si kecil. Selain masalah pernapasan, bayi prematur juga berisiko mengalami gangguan kesehatan lain yang berdampak pada kekebalan tubuh, jantung, pencernaan, darah, dan metabolisme tubuh si kecil.

Sederet komplikasi medis ini bisa mengancam keselamatan jiwa bayi prematur. Lantas, berapa peluang hidup bayi prematur? 

Menurut data yang dihimpun badan amal kehamilan asal Inggris, Tommy’s, persentase kelahiran bayi prematur berdasarkan pekan kelahiran, antara lain:

  • Usia kehamilan 22 minggu, peluang hidupnya sebesar 10 persen
  • Usia kehamilan 23 minggu, peluang hidupnya sebesar 17 persen
  • Usia kehamilan 24 minggu, peluang hidupnya sebesar 40 persen
  • Usia kehamilan 25 minggu, peluang hidupnya sebesar 50 persen
  • Usia kehamilan 26 minggu, peluang hidupnya sebesar 80 persen
  • Usia kehamilan 27 minggu, peluang hidupnya sebesar 89 persen
  • Usia kehamilan 28-31 minggu, peluang hidupnya sebesar 90-95 persen
  • Usia kehamilan 32-33 minggu, peluang hidupnya sebesar 95 persen
  • Usia kehamilan 34 minggu lebih, memiliki peluang hidup hampir sama dengan bayi lahir cukup bulan

Artikel lainnya: Persiapan Persalinan Prematur yang Mesti Diketahui Ibu Baru

Bayi Prematur Bisa Hidup Normal

Setelah mengetahui peluang hidup bayi prematur, mungkin Ayah dan Bunda juga bertanya-tanya apakah bayi prematur bisa hidup normal?

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, bayi prematur dapat tumbuh dan berkembang secara normal sama seperti bayi cukup bulan. Namun, Ayah dan Bunda harus rutin membawa anak kontrol ke dokter.

“Si kecil perlu rutin kontrol ke dokter anak setiap bulan agar dapat dipantau tumbuh kembangnya melalui kurva tumbuh kembang,” ujarnya.

Apabila bayi lahir sangat prematur, yaitu terlahir sebelum pekan ke-28, maka solusi terbaik adalah merawat si kecil dengan bantuan dokter di rumah sakit. Jika sudah di rumah, Ayah dan Bunda tetap perlu mengontrol tumbuh kembang bayi setiap bulannya. 

Kondisi yang perlu dipantau, seperti berat dan panjang badan bayi, lingkar kepala, serta pemberian imunisasi lengkap. 

Soalnya, meski bayi prematur memiliki peluang hidup yang besar, pertumbuhan dan perkembangannya masih berisiko terhambat. 

Artikel lainnya: Bayi Prematur, Adakah Dampaknya Saat Dewasa? 

Bayi lahir prematur memiliki berat badan dan panjang lebih kecil dari bayi normal. Hal ini karena kelahiran dini menyebabkan tubuh bayi kekurangan simpanan lemak. 

Menurut Royal College of Obstetricians and Gynecologists (RCOG), berat badan adalah salah satu faktor yang dapat mendukung kelangsungan hidup bayi prematur. Karena itu, pertambahan berat badan dapat memperbesar peluang hidup si kecil.

Apabila Ayah dan Bunda tidak cermat mengontrol berat badannya, bayi prematur yang sanggup bertahan hidup justru bisa memiliki pertumbuhan tidak secepat anak normal dan berisiko stunting

Ayah dan Bunda juga perlu rutin mengukur lingkar kepala bayi untuk mengetahui perkembangan volume otaknya. 

Untuk mendukung perkembangan otak, berat, dan tinggi badan bayi, Ayah dan Bunda harus selalu memastikan si kecil memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. 

Selain itu, lakukan juga imunisasi lengkap. Soalnya, sistem kekebalan tubuh (imun) bayi prematur belum sempurna ketika dilahirkan sehingga si kecil mudah terinfeksi virus dan bakteri. 

Ayah dan Bunda dapat mengetahui peluang hidup bayi prematur berdasarkan waktu kelahirannya. Bayi prematur juga dapat hidup normal dengan perawatan yang tepat di rumah sakit maupun di rumah.

Apabila Ayah dan Bunda punya pertanyaan lain seputar bayi prematur, tanyakan secara langsung melalui fitur konsultasi dokter online.

Yuk, #JagaSehatmu dan si kecil dengan download aplikasi KlikDokter guna mengetahui informasi seputar makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak. 

(ADT/NM)

Bayi Prematur
  • British Pregnancy Advisory Service. Diakses 2022. Viability of Extremely Premature Babies.
  • Tommy’s. Diakses 2022. Premature Birth Statistic.