Sukses

Cek Kesehatan Jantung Lewat Olahraga Push-Up

Tahu tidak, Anda bisa cek kesehatan jantung lewat kemampuan melakukan olahraga push-up. Kok, bisa? Ini ulasan lengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan bahwa terdapat 17,9 kematian tiap tahunnya karena penyakit kardiovaskular, dan tercatat mengakibatkan 31 persen kematian global. Mengkhawatirkan, ya? Inilah kenapa menjaga kesehatan jantung sangat penting. Selain pola hidup sehat dan pemeriksaan jantung rutin, ternyata cek kesehatan jantung juga bisa lewat olahraga push-up, lho!

Menurut hasil studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Amerika Serikat, kini dokter dapat memprediksi risiko kardiovaskular lewat kemampuan seseorang beberapa set push-up. Hasil temuan yang dipublikasikan dalam jurnal “JAMA Network Open” ini mengindikasikan bahwa pria aktif yang mampu melakukan lebih dari 40 push-up punya risiko penyakit kardiovaskular lebih rendah dibanding pria lainnya yang hanya mampu menyelesaikan push-up lebih sedikit.

Lebih jelasnya, partisipan studi yang mampu menyelesaikan 40 kali push-up memiliki 96 persen risiko kardiovaskular lebih rendah daripada pria yang hanya bisa menyelesaikan 10 kali push-up atau lebih sedikit.

“Temuan kami menyuguhkan bukti bahwa kemampuan push-up bisa menjadi metode mudah untuk membantu menilai risiko kardiovaskular di hampir semua situasi,” kata penulis utama Justin Yang, M.D., seperti dikutip dari Medical News Today.

“Bahkan, secara mengejutkan kapasitas push-up kaitannya lebih besar dengan penyakit kardiovaskular dibanding hasil tes treadmill (submaximal treadmill test).

Meski demikian, studi ini kelompok usia partisipan sangat terbatas, yaitu pria aktif usia 30-40 tahunan. Temuan ini pun mungkin tak berlaku untuk wanita, pria yang lebih tua atau lebih muda, atau yang kurang aktif secara fisik dibandingkan dengan partisipan.

1 dari 2 halaman

Menjaga kesehatan jantung sedini mungkin

Meski perlu ada studi lebih lanjut, tapi ini bisa memotivasi Anda untuk menjaga jantung dengan mencoba menuntaskan 40 kali push-up atau dengan melakukan olahraga lainnya. Tak hanya untuk jantung, olahraga ini juga dapat membentuk dan memperkuat otot trisep dan dada.

Selain itu, berdasarkan penjabaran dari dr. Vito A. Damay, SpJP, M.Kes, FIHA, FICA, kepada KlikDokter, menjaga kesehatan jantung juga bisa dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

1. Rutin cek dan menjaga kadar kolesterol

“Batas optimal kolesterol jahat adalah 70–100 mg/ dL hati hati bila kadar LDL Anda melewati nilai tersebut. Selain itu, Anda sebaiknya memiliki kadar kolesterol baik (HDL) di atas 40 mg/dL bagi laki-laki dan di atas 50 mg/dL untuk wanita,” papar dr. Vito.

Untuk menurunkan kolesterol tak selalu butuh obat. Namun, Anda tetap dianjurkan berkonsultasi dulu dengan dokter.

2. Hidup tanpa rokok

Perokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung, yang merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak dunia.

3. Atur pola makan

Rekomendasi dari dr. Vito, pilihlah makanan yang rendah lemak dan kolesterol. Perbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan makanan dari sumber nabati lainnya agar tubuh mendapatkan vitamin secara alami.

Anda juga bisa mengonsumsi ikan (pilih yang kaya akan asam lemak omega-3 seperti salmon dan tuna), unggas, dan daging dengan porsi terbatas. Perhatikan juga cara mengolah ketiga bahan makanan tersebut supaya tidak berlemak.

4. Rajin berolahraga

Orang yang malas atau tidak berolahraga lebih berisiko terkena penyakit jantung dan meninggal dunia karena penyakit tersebut daripada orang yang aktif berolahraga.

“Olahraga dapat membantu menjaga berat badan, sirkulasi seluruh tubuh, dan menolong Anda mengelola stres,” katanya.

5. Kendalikan berat badan dan hindari stres

Mengelola stres dan amarah penting untuk kesehatan fisik (juga mental). Agar suasana hati senantiasa positif, sempatkan untuk mengobrol dengan teman atau anggota keluarga sepulang kerja, berolahraga, melakukan hobi.

6. Awasi tekanan darah

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, dibanding Riskesdas 2013, prevalensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. Data tersebut mungkin saja lebih sedikit dari yang sebenarnya karena mungkin banyak yang tidak terdeteksi dan hanya sedikit yang terdiagnosis.

Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa sebabkan komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Karenanya, sempatkan diri untuk cek tekanan darah dan kontrol tekanan darah Anda.

“Cara alaminya adalah dengan berolahraga rutin, konsumsi makanan sehat, serta kurangi konsumsi garam,” ujar dr. Vito.

Nah, coba, deh, cek kesehatan jantung lewat olahraga push-up sebanyak 40 kali. Jika Anda tak kuat atau hanya bisa kurang dari setengahnya, sebaiknya coba introspeksi diri. Tidak ada salahnya melakukan antisipasi. Mulailah terapkan gaya hidup sehat dan cek kesehatan secara rutin untuk mendeteksi berbagai penyakit.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar