Sukses

Masalah Kulit yang Sering Dialami Remaja

Berbagai perubahan yang terjadi saat remaja memasuki masa pubertas kadang mengganggu, contohnya masalah kulit. Apa saja keluhan kulit yang dialami remaja?

Ketika memasuki masa pubertas, mulai banyak perubahan yang terjadi pada tubuh remaja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh lonjakan hormon yang menyebabkan berbagai perubahan tersebut, termasuk timbulnya masalah kulit.

Masalah kulit adalah hal yang umum dirasakan para remaja. Bahkan, beberapa di antaranya adalah hal yang normal terjadi saat memasuki masa pubertas. Tapi, hal ini tetap dapat membuat mereka merasa malu dan tidak percaya diri.

Berikut ini beberapa jenis masalah kulit yang sering dialami remaja:

 

1 dari 6 halaman

1. Jerawat

Rasanya, hampir semua remaja pernah mengalami masalah kulit yang menyebalkan ini, ya! Jerawat sendiri adalah salah satu masalah yang kerap bikin panik karena mengganggu penampilan.

Biasanya jerawat muncul di wajah, leher, punggung, dada, dan bahu. Namun, area yang paling umum dihinggapi adalah pipi dan dahi.

Di masa pubertas, terjadi lonjakan hormon seks (androgen) yang membuat kelenjar minyak di wajah menjadi lebih aktif, sehingga menghasilkan sebum terlalu banyak.

Sebum yang berlebih membuat pori-pori gampang tersumbat, ditambah lagi dengan menempelnya debu, kotoran, dan bahkan bakteri yang menimbulkan reaksi peradangan pada kulit sehingga menghasilkan jerawat.

Bentuk jerawat bisa berupa komedo terbuka, tertutup, jerawat dengan nanah, maupun jerawat kistik.

Apa, sih, solusi ampuh atasi jerawat? Krim atau losion obat yang mengandung asam salisil atau benzoil peroksida dapat membantu mengurangi jerawat. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

Agar jerawat tidak parah dan datang lagi, cuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah yang lembut dan sesuai jenis kulit. Pilih juga produk skin care dan makeup yang non-komedogenik (tidak menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit).

Artikel lainnya: Perawatan Kulit Sejak Remaja, Gak Kecepetan?

2 dari 6 halaman

2. Kulit Berminyak

Seperti penjelasan di atas, kulit berminyak saat remaja terjadi karena lonjakan hormon seks. Tapi, bukan berarti memiliki kulit berminyak akan pasti berjerawat, ya.

Remaja yang kulitnya berminyak dan tidak berjerawat bisa mengurangi kelebihan produksi minyaknya untuk sementara waktu dengan berbagai produk perawatan kulit. Namun, untuk perawatan yang lebih permanen, biasanya diperlukan penanganan oleh dokter kulit.

Gunakan produk yang mengandung alkohol untuk menyerap minyak, dan pakai skin care berlabel oil-free agar tidak menambah sumbatan pori-pori. Kalau tidak mau pakai terlalu banyak produk, solusinya adalah kertas minyak untuk menyerap kelebihan minyak di permukaan kulit.

 

3 dari 6 halaman

3. Keringat Berlebih

Selain kelenjar minyak, yang juga bereaksi terhadap peningkatan hormon seks adalah kelenjar keringat. Remaja biasanya menunjukkan tanda-tanda keringat berlebih di telapak tangan, telapak kaki, di kulit kepala, di bawah lengan, atau bahkan wajah.

Kalau banyak berkeringat begini, pasti sangat mengganggu dan bikin nggak PD, kan? Untuk mengatasinya, coba pakai deodoran dibandingkan parfum. Deodoran akan mengurangi keringat dan membuat Anda tetap wangi dan segar.

Selain itu, mandi dua kali sehari dengan sabun yang melembapkan kulit juga bisa membantu mengurangi produksi keringat yang berlebih.

Artikel lainnya: Suka Memencet Jerawat Bisa Picu Kanker Kulit?

Pastikan juga kenakan pakaian yang ringan dan berbahan katun. Kain katun akan membantu menyerap keringat dan membuat kulit lebih mudah bernapas. Untuk keringat berlebih di telapak kaki, alas kaki yang digunakan harus benar-benar kering sebelum digunakan.

4 dari 6 halaman

4. Rambut Tumbuh Berlebihan pada Tubuh

Saat remaja mencapai pubertas, rambut yang tumbuh dapat menjadi perhatian utama. Perubahan hormon dapat menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebihan pada beberapa remaja. Kondisi kulit remaja seperti ini mungkin perlu perawatan khusus.

Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah pertumbuhan rambut di seluruh tubuh. Namun, ada metode yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu metode pencabutan rambut yang aman di rumah.

Selain itu, cara waxing menggunakan epilator atau krim penghilang rambut juga bisa diandalkan!

 

5 dari 6 halaman

5. Stretch Marks

Garis putih keunguan seperti bekas luka atau dikenal dengan sebutan stretch marks juga biasa dialami para remaja. Perubahan fisik yang signifikan saat pubertas akibat dari peningkatan hormon membuat peregangan pada kulit yang terlalu banyak, sehingga timbullah garis ini.

Biasanya stretch marks muncul pada bagian lengan, perut, pinggul, dan paha.

Tenang, masalah ini biasanya memudar sendiri seiring berjalannya waktu, kok. Tapi, bisa juga pakai krim retinoid yang membantu membangun kembali kolagen di kulit, sehingga dapat menyamarkan stretch marks.

Hal-hal di atas cukup wajar dialami oleh para remaja. Ikuti cara-cara di atas agar masalah pada kulit tersebut dapat diatasi. Makan makanan sehat, olahraga teratur, dan kelola stres dengan baik agar keluhan dapat dicegah dan tidak jadi parah.

Khawatir soal masalah kulit? KlikDokter punya solusinya! Chat saja dokter via Live Chat 24 jam, dan baca tips-tips kesehatan yang bermanfaat untuk remaja.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar