Kulit

Mau Eksfoliasi, Lebih Baik Pakai yang Chemical Atau Physical?

dr. Dyah Novita Anggraini, 30 Agu 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Untuk angkat sel kulit mati, Anda harus rutin lakukan eksfoliasi wajah. Tapi, lebih bagus pakai yang chemical atau physical exfoliator?

Mau Eksfoliasi, Lebih Baik Pakai yang Chemical Atau Physical?

Setiap satu bulan sekali, wajah mengganti sel-sel kulit lama dengan yang baru. Jika sel kulit mati tak diangkat atau dibersihkan, efeknya wajah jadi terlihat kusam. Bahkan, bisa jadi jerawatan karena pori-pori tertutup sel kulit mati.

Untuk itu, kamu disarankan melakukan eksfoliasi kulit wajah secara rutin. Ada dua cara eksfoliasi kulit wajah, yakni dengan menggunakan chemical exfoliator dan physical exfoliator.

Nah, di antara keduanya, mana yang ​​lebih baik chemical atau physical exfoliator?  

Perbedaan Chemical dan Physical Exfoliator

Terdapat sejumlah perbedaan chemical dan physical exfoliator, berikut penjelasannya:

1. Cara Kerja

Perbedaan physical exfoliator dan chemical exfoliator terletak pada mekanisme alias cara kerja eksfoliasinya. Physical exfoliator adalah produk eksfoliasi yang teksturnya cenderung kasar. Produk ini biasa digunakan dengan cara digosokkan ke permukaan kulit wajah untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Sementara, chemical exfoliator adalah produk eksfoliasi berbahan kimia yang juga digunakan dalam proses pengelupasan sel kulit mati. Cairan kimia ini umumnya berbahan asam. Cairan bekerja dengan mengangkat sel kulit mati agar sel-sel baru bisa tumbuh. Efeknya, kulit wajah terasa lebih sehat dan halus.

Artikel lainnya: Penyebab Munculnya Breakout Setelah Eksfoliasi Kulit Wajah

2. Alat Pendukung yang Digunakan 

Alat pendukung yang digunakan dalam proses eksfoliasi kimia dan fisikal juga berbeda. Physical exfoliation menggunakan alat khusus seperti dibawah ini: 

  • Sikat eksfoliasi: Alat eksfoliasi ini berbentuk sikat yang digunakan pada wajah untuk mengangkat lapisan sel kulit mati 
  • Busa eksfoliasi: Busa juga bisa dijadikan alat eksfoliasi, tapi permukaannya lebih lembut dibandingkan sikat. Kamu bisa mengaplikasikannya dengan membasahi permukaan busa dengan air hangat dan tambahkan face wash lalu digosokkan perlahan ke kulit wajah
  • Sarung tangan: Permukaan sarung tangan lebih lembut dibandingkan busa 
  • Scrub eksfoliasi: Scrub eksfoliasi adalah produk langsung pakai yang diaplikasikan ke kulit wajah. Lalu, scrub digosokkan dengan gerakan melingkar secara lembut, kemudian dibilas menggunakan air 

Berbeda dengan physical exfoliation, chemical exfoliation menggunakan zat kimia yang umum digunakan untuk eksfoliasi kulit wajah, yaitu alpha hydroxy acids (AHA) dan beta hydroxy acids (BHA). 

AHA adalah zat larut dalam air yang terbuat dari bahan alami seperti buah-buahan. AHA membantu mengelupas permukaan kulit atas sehingga sel-sel kulit diganti dengan zat warna kulit (pigmen) yang lebih merata.

AHA tidak dapat menembus ke pori-pori bagian dalam. Jadi, hanya mengangkat sel kulit mati di bagian permukaan saja.

Sementara, BHA adalah zat yang larut dalam minyak. BHA mampu masuk dan menjangkau pori-pori kulit bagian dalam. Tak hanya itu, BHA juga memiliki sifat antiperadangan dan antibakteri sehingga cocok digunakan untuk eksfoliasi kulit lebih mendalam.

3. Sifat Eksfoliasi 

Physical exfoliator sifatnya abrasif karena menggunakan alat khusus yang teksturnya cenderung kasar sehingga tidak cocok untuk kulit sensitif. Produk eksfoliasi ini tidak dapat menembus kulit dalam.

Sedangkan chemical exfoliator tidak merusak kulit apabila digunakan sesuai jenis kulit. Chemical exfoliator berbahan BHA dapat menembus kulit lebih dalam. 

Artikel lainnya: Eksfoliasi Wajah Menggunakan Kopi, Benarkah Efektif?

Lebih Baik Mana?

Soal jenis exfoliator mana yang lebih bagus, hal ini dikembalikan lagi dengan kondisi kulit wajah setiap orang. Namun, untuk beberapa masalah kulit wajah, eksfoliasi secara chemical  exfoliator tampaknya adalah pilihan yang paling aman.

Pasalnya, scrubbing wajah ala physical exfoliator yang diaplikasikan terlalu kasar atau kencang bisa menimbulkan risiko iritasi. 

Sedangkan chemical exfoliator, lebih kecil risiko iritasinya karena tidak membutuhkan gosokan. Meski begitu, pada tipe kulit sensitif sebaiknya chemical exfoliator digunakan di bawah pengawasan dokter. Sebab, AHA dan BHA juga dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi.  

Jadi, lebih baik mana, chemical atau physical exfoliator? Pada dasarnya, hal ini bergantung dengan jenis kulit kamu dan cara penggunaannya. 

Tak ada salahnya, berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit terlebih dahulu, sebelum kamu menggunakan produk eksfoliasi. Supaya lebih praktis, pakai fitur tanya dokter di KlikDokter aja!

Informasi lengkap seputar kesehatan kulit juga bisa kamu simak dengan mengunduh aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(ADT/JKT)

Perawatan Wajah