Sukses

Ketahui Peran 5 Hormon Ini Saat Anda Jatuh Cinta

Ternyata, jatuh cinta bukan sekadar urusan perasaan. Dari sudut pandang medis, ada lima hormon yang berperan saat Anda tengah dimabuk asmara.

Klikdokter.com, Jakarta ”Jatuh cinta berjuta rasanya. Biar siang biar malam terbayang wajahnya...” Demikian potongan lirik lagu legendaris ”Jatuh Cinta” yang dulu pernah dibawakan oleh penyanyi sekaligus pencipta lagu, Titiek Puspa. Ya, saat jatuh cinta, banyak perubahan yang terjadi dalam diri seseorang. Penyebabnya tak hanya disebabkan perasaan dag-dig-dug saat melihat atau memikirkan si dia, tetapi juga karena adanya pengaruh lima hormon.

  1. Testosteron

Testosteron merupakan hormon dimiliki baik pria maupun wanita. Pada pria, testosteron dihasilkan oleh testis di dalam buah zakar. Pada wanita, hormon ini dihasilkan oleh indung telur (ovarium).

Pria memiliki hormon testosteron dalam kadar yang jauh lebih tinggi dibandingkan wanita. Hormon ini dikenal dengan hormon seks. Adanya hormon ini menyebabkan pria dan wanita menjadi tertarik secara fisik satu sama lain. Hormon ini juga yang menyebabkan pria dan wanita menyukai sentuhan saat keduanya tengah dimabuk cinta. 

Meski demikian, hormon ini bisa dikontrol. Sekalipun kadar testosteron tinggi saat jatuh cinta, tapi bukan berarti semuanya harus berakhir dengan hubungan seks. Fungsi otak harus diberdayakan agar gairah seks  bisa dikelola secara bijak dan bertanggung jawab.

  1. Estrogen

Hormon estrogen hanya dimiliki oleh kaum wanita, yang dikeluarkan oleh indung telur. Hormon ini berada dalam kadar paling tinggi saat wanita dalam masa subur (ovulasi), yang umumnya terjadi dua minggu sebelum haid.

Pada masa subur, sebagian wanita cenderung menginginkan kasih sayang lebih banyak akibat tingginya estrogen. Jadi, kalau wanita sedang dalam masa subur menjadi manja dan ingin diperhatikan lebih, tak usah banyak tanya, lebih baik pasangannya menurut saja!

  1. Dopamin

Hormon ini merupakan salah satu zat kimiawi yang dihasilkan oleh bagian otak bernama hipotalamus. Adanya dopamin yang cukup berkaitan dengan rasa nyaman, rasa puas, meningkatkan motivasi, dan mendukung proses belajar.

Pada saat jatuh cinta, kadar dopamin meningkat. Itu sebabnya, saat jatuh cinta Anda akan merasa lebih nyaman dan relaks, serta lebih bersemangat dalam melakukan tugas dan pekerjaan.

Sebaliknya, saat dopamin dalam kadar yang rendah, Anda akan menjadi kurang bersemangat serta mudah mengalami adiksi (ketergantungan) terhadap zat tertentu. Orang yang patah hati cenderung mengalami penurunan dopamin. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda yang patah hati menjadi malas, lesu, serta lebih rentan mengalami kecanduan narkotika.

  1. Serotonin

Serotonin merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh sel saraf di otak. Selain itu, serotonin juga bisa didapat dari makanan yang kaya asam amino triptofan seperti kacang, susu, keju, dan daging sapi. Zat ini sering disebut dengan natural mood stabilizer, karena fungsinya dalam menjaga suasana hati agar tetap tenang dan bahagia.

Serotonin bermanfaat untuk mencegah depresi, mengurangi stres dan kecemasan, serta menjaga kesehatan tulang dan mempercepat penyembuhan luka.

Jika Anda sedang jatuh cinta, kadar serotonin akan teregulasi dengan baik di dalam tubuh, sehingga Anda merasa nyaman, bahagia, dan cenderung tak mudah sakit. Sebaliknya, jika hubungan Anda dan pasangan tidak harmonis, jumlah serotonin akan menurun, sehingga lebih rentan mengalami depresi dan gangguan cemas.

  1. Oksitosin

Oksitosin merupakan hormon yang diproduksi oleh bagian otak yang bernama hipofisis. Hormon ini berada dalam kadar yang tinggi pada ibu hamil dan ibu menyusui. Selain berfungsi merangsang produksi ASI, oksitosin juga berperan dalam mempererat ikatan batin (bonding) antara ibu dan bayi, serta menimbulkan rasa kasih sayang, perhatian, dan empati.

Selain pada kondisi hamil dan menyusui, oksitosin juga meningkat kadarnya saat seseorang jatuh cinta. Orang yang jatuh cinta cenderung ingin selalu memperhatikan pasangannya dan ingin menyatakan kasih sayang, misalnya melalui belaian, ciuman, atau pelukan. Hormon oksitosin berperan dalam tindakan-tindakan tersebut.

Dahsyat, ya, efek jatuh cinta sampai-sampai lima hormon tersebut—layaknya perasaan—ikut naik turun. Mumpung sedang dalam momen Hari Valentine, rayakan hari ini dengan pasangan atau orang-orang tercinta, atau nyatakan cinta kepada si dia yang sudah diam-diam Anda taksir selama berbulan-bulan. Daripada dipendam sendiri, malah bisa-bisa Anda jadi tak bisa tidur karena terus-terusan memikirkannya!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar