Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Makanan Asinan?

Asinan merupakan salah satu menu favorit ibu hamil karena rasanya yang segar. Tapi, apakah mengonsumsinya tidak menimbulkan dampak?

Klikdokter.com, Jakarta Umumnya, keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu sangat tinggi dirasakan ibu hamil, termasuk asinan yang sangat segar rasanya. Namun, apakah hal ini diperbolehkan? Simak penjelasan berikut.

Ibu hamil gemari asinan karena asam dan segar

Asinan dibuat dengan proses pengasinan dengan garam atau pengasaman dari cuka. Buah atau sayur diawetkan dengan merendamnya di dalam larutan garam atau cuka tersebut.

Makanan asinan sudah lama dikenal sebagai makanan favorit ibu selama masa kehamilan. Karena selain rasanya segar, di dalamnya terdapat beraneka macam buah dan sayur yang dapat membantu meningkatkan asupan serat dan vitamin ke dalam tubuh.

Selain itu, saat masa kehamilan biasanya keinginan ibu untuk mengonsumsi makanan asam meningkat. Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan pH di dalam tubuh, sehingga tubuh memberikan sinyal ke otak untuk mengonsumsi makanan yang asam guna menyeimbangkan kondisi pH.

Selain itu rasa asam dari makanan ini dapat membantu menghilangkan rasa pahit di dalam mulut yang terkadang dialami oleh ibu hamil pada masa trimester pertama kehamilan. Kandungan asam juga diketahui dapat membantu menetralisir enzim yang membuat pahit di dalam mulut.

Meski demikian, perlu diketahui juga berbagai kandungan yang terdapat di dalam asinan. Sehingga, ibu hamil dapat lebih mengetahui apakah asinan aman dikonsumsi saat hamil ataupun tidak.

Yang perlu diwaspadai ibu hamil saat menyantap asinan sebenarnya adalah kandungan asam cuka di dalamnya, apakah aman dikonsumsi selama masa kehamilan atau tidak. 

1 dari 2 halaman

Tips mengonsumsi asinan bagi ibu hamil

Pada dasarnya, mengonsumsi makanan yang mengandung asam tidak dilarang selama masa kehamilan. Namun, konsumsinya juga dipertimbangkan dengan beberapa syarat sebagai berikut:

  • Dikonsumsi dalam porsi yang wajar dan tidak berlebihan. Pengaruh asam dari makanan tidak membuat efek samping di tubuh termasuk keguguran jika dikonsumsi dalam porsi yang wajar.
  • Konsumsi di waktu yang tepat. Jika menderita penyakit mag, usahakan mengonsumsi makanan utama terlebih dahulu baru menyantap asinan.
  • Perbanyak air putih setelah makan asinan. Usahakan perbanyak konsumsi air putih setelah konsumsi makanan asin. Karena air putih dapat membantu menetralkan kandungan asam di dalam cuka yang masuk ke dalam tubuh.

Perlu diingat, pengaruh asam akan berdampak buruk pada ibu hamil jika dikonsumsi terlalu banyak. Kemungkinan gejala yang akan muncul akibat makan asinan secara berlebihan adalah sebagai berikut:

  1. Diare. Asupan asam yang berlebihan akan memicu peningkatan asam lambung, sehingga lambung akan mudah teriritasi dan menyebabkan diare.
  2. Mual dan muntah. Peningkatan asam lambung akibat konsumsi makanan asam berlebihan juga dapat memicu rasa mual dan muntah.
  3. Dehidrasi. Jika muncul diare dan tidak segera ditangani, maka kondisi dapat berlanjut menjadi dehidrasi. Jika dibiarkan, ibu hamil akan kekurangan cairan, sehingga berpengaruh kepada cairan ketuban di dalam rahim.
  4. Perut kembung. Asupan cuka yang berlebihan dapat memicu naiknya gas di dalam perut karena cuka mengandung fermentasi.
  5. Merusak lapisan gigi. Jika dikonsumsi berlebihan terutama saat hamil, dimana kondisi gigi juga cenderung sensitif, asinan dapat menyebabkan pengikisan lapisan luar gigi yang akan berujung pada kerusakan gigi permanen.
  6. Mengalami gangguan pada jantung. Kandungan asam asetat di dalam cuka dapat membuat pembuluh darah di dalam jantung mengalami pengerutan. Hal ini akan terjadi jika kadar asam di dalam tubuh sudah terlalu tinggi.

Melahap asinan memang amat menyegarkan, terutama bagi ibu hamil. Tapi ingat, batasi konsumsinya bila Anda sedang hamil. Lakukan tips di atas saat makan asinan agar kondisi kesehatan Anda dan janin terjaga selama masa kehamilan. Imbangi juga dengan asupan makanan bergizi lainnya yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Dengan kehamilan sehat, perkembangan janin pun optimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar