Sukses

Benarkah Anak Picky Eater Cenderung Kekurangan Nutrisi?

Anak Anda senang pilih-pilih makanan atau picky eater? Lakukan pemantauan ekstra agar nutrisi tubuhnya tetap tercukupi.

Klikdokter.com, Jakarta Anak pemilih makanan atau dikenal dengan picky eater adalah momok bagi orang tua. Ada anak yang hanya sesekali melakukannya, namun ada juga anak yang selalu menjadi pemilih. Hal ini bisa saja turut memengaruhi pemenuhan nutrisi di dalam tubuh anak.

Picky eater dan perkembangan otak anak

Bila anak Anda pemilih, tak perlu cemas berlebihan. Sebab, perilaku ini merupakan hal yang umum terjadi pada anak-anak. Faktanya, berdasarkan penelitian yang tertuang dalam Singapore Medical Journal, kondisi picky eater ditemukan pada 20-50 persen anak pada usia satu hingga enam tahun.

Mengkhawatirkan? sudah pasti. Tak heran, pada jurnal yang sama menyebutkan kalau pengasuh, baik orang tua, nenek, atau baby sitter akan sangat cemas bila anak tidak mendapatkan makanan yang bergizi seimbang.

Hal ini karena makanan bergizi seimbang sangat dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan. Dalam 1000 hari pertama kelahiran, yaitu mulai dari kehamilan ibuhingga anak lahir dan berusia 2 tahun. Momentum tersebut merupakan masa puncak perkembangan anak yang sering disebut dengan growth spurth.

Salah satu organ penting dalam proses tumbuh kembang anak adalah otak. Pada masa tersebut, perkembangan otak tengah berada di puncak pertumbuhan. Setelah itu perkembangan otak masih terjadi, namun tidak sepesat 2 tahun pertama masa pertumbuhannya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin penuhi kebutuhan gizi anak Anda.

Hati-hati, kekurangan gizi atau malnutrisi akan sangat berdampak pada perkembangan otak. Data dari Bank Dunia menyebutkan, anak yang pendek atau pertumbuhannya terhambat memiliki tingkat kecerdasan 5-11 poin lebih rendah dibanding anak yang pertumbuhannya optimal.

Tubuh yang pendek sendiri merupakan dampak kekurangan gizi dalam jangka panjang. Untuk menghindarinya, ketahui berbagai penyebab anak menjadi pemilih dalam hal makanan. Dengan demikian, Anda sebagai orang tua pun dapat lebih waspada.

1 dari 2 halaman

Penyebab anak menjadi pemilih makanan

Menangani anak picky eater tidaklah mudah. Namun, ada beberapa hal yang rentan membuat anak menjadi suka pilih-pilih makanan dan bisa Anda hindari, diantaranya :

1. Lingkungan sekitar anak juga suka pilih-pilih makanan

Anak adalah peniru ulung. Mereka mudah sekali meniru kebiasaan orang dewasa yang ada di sekelilingnya. Bila anak picky eater, coba perhatikan, jangan-jangan Anda atau pengasuhnya juga pemilih dalam hal makanan. Akibatnya, anak pun sulit diarahkan untuk mengonsumsi makanan sehat.

Selain itu, sayur dan buah yang jarang disajikan di rumah juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Sama seperti orang dewasa, kesukaan terhadap sesuatu bisa terjadi karena kebiasaan.

2. Terbiasa picky eater terhadap makanan baru

Seperti orang dewasa, ada anak yang suka mencoba hal baru namun lebih banyak yang nyaman dengan yang sesuatu yang telah dikenalnya. Sehingga, butuh waktu beberapa kali menawarkan hingga anak mau mencoba makanan baru.

Jadi, bila ingin anak menolak makanan yang baru ditawarkan 1-2 kali, jangan langsung beranggapan bahwa anak adalah picky eater. Tawarkan makanan tersebut lebih sering dan berikan contoh kalau Anda pun menyukai makanan baru tersebut.

3. Anak sebenarnya ingin makan sendiri

Kasus ini lebih sering terjadi pada anak yang belum bisa bicara. Jadi,terkadang pengasuh tidak paham kalau anak sebenarnya ingin punya kontrol sendiri terhadap apa yang akan dimakannya.

Perhatikan cirinya. Bila anak cenderung ingin meraih sendok yang Anda pegang ketika disuapi, berikan saja. Tandanya ia hanya ingin makan dengan caranya sendiri. Mungkin meja akan menjadi berantakan, tapi momen ini merupakan salah satu proses belajar anak yang harus Anda dukung.

4. Anak sedang tidak enak badan

Ketika sakit, beberapa anak sering menjadi picky eater. Hal ini bisa dimaklumi, karena beberapa penyakit misalnya seperti flu,akan menurunkan daya penciuman.

Perlu diketahui, proses seseorang dalam menerima makanansebenanya didahului oleh proses penciuman aroma makanan. Ketika makanan tersebut tercium lezat, maka akan timbul keinginan untuk makan.

Oleh sebab itu, ketika indra penciuman bermasalah, makanan selezat apapun tidak akan menimbulkan hasrat ingin makan.  Selain itu, ketika sakit, beberapa kasus juga terjadi. Salah satunya adalah kondisi papila lidah (otot lidah) yang menurun kemampuannya dalam merasakan makanan.

Ketika anak mencoba makanan dan ia tak dapat merasakan kenikmatannya, maka selanjutnya ia akan menolak makanan yang sama, meskipun sudah dalam kondisi sehat.

Jika berbagai penyebab di atas diabaikan, anak yang picky eater akan cenderung kekurangan nutrisi karena asupan gizinya tidak seimbang. Masalah anemia karena kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin B6 asam folat adalah salah satu hal yang sering terjadi karena akibat kondisi ini.

Salah satu cara jitu yang bisa dicoba untuk mengatasinya adalah dengan membiasakan pola makan yang baik bagi seluruh anggota keluarga di rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan bersantap bersama di meja makan, makan di waktu yang sudah ditentukan, serta konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur dan buah.

Bila anak sudah terlanjur menjadi picky eater dan Anda kesulitan untuk menanganinya, tidak ada salahnya konsultasikan dengan dokter. Biasanya penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen akan direkomendasikan agar nutrisi anak tetap terpenuhi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar