Sukses

Benarkah Anak Picky Eater Cenderung Kekurangan Nutrisi?

Anak Anda senang pilih-pilih makanan atau picky eater? Lakukan pemantauan ekstra agar si Kecil tidak kekurangan nutrisi.

Anak pemilih makanan atau dikenal dengan picky eater adalah momok bagi orang tua. Ada anak yang hanya sesekali melakukannya, namun ada juga anak yang selalu menjadi pemilih.

Tentunya orang tua perlu lebih waspada, karena hal ini bisa saja membuat anak kekurangan nutrisi dan memengaruhi tumbuh kembangnya.

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Menjadi Pemilih Makanan

Menangani anak picky eater tidaklah mudah. Namun, ada beberapa hal yang rentan membuat anak menjadi suka pilih-pilih makanan, di antaranya:

  1. Lingkungan Sekitar Anak Juga Suka Pilih-Pilih Makanan

Anak adalah peniru ulung. Mereka mudah sekali meniru kebiasaan orang dewasa yang ada di sekelilingnya. Bila anak picky eater, coba perhatikan, jangan-jangan Anda atau pengasuhnya juga pemilih dalam hal makanan. Akibatnya, anak pun sulit diarahkan untuk mengonsumsi makanan sehat.

Selain itu, sayur dan buah yang jarang disajikan di rumah juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Sama seperti orang dewasa, kesukaan terhadap sesuatu bisa terjadi karena kebiasaan.

Artikel Lainnya: 5 Siasat Jitu Mengatasi Anak Picky Eater

  1. Terbiasa Picky Eater Terhadap Makanan Baru

Seperti orang dewasa, ada anak yang suka mencoba hal baru namun lebih banyak yang nyaman dengan yang sesuatu yang telah dikenalnya. Sehingga, butuh waktu beberapa kali menawarkan hingga anak mau mencoba makanan baru.

Jadi, bila ingin anak menolak makanan yang baru ditawarkan 1-2 kali, jangan langsung beranggapan bahwa anak adalah picky eater. Tawarkan makanan tersebut lebih sering dan berikan contoh kalau Anda pun menyukai makanan baru tersebut.

  1. Anak Sebenarnya Ingin Makan Sendiri

Kasus ini lebih sering terjadi pada anak yang belum bisa bicara. Jadi,terkadang pengasuh tidak paham kalau anak sebenarnya ingin punya kontrol sendiri terhadap apa yang akan dimakannya.

Perhatikan ciri-cirinya. Bila anak cenderung ingin meraih sendok yang Anda pegang ketika disuapi, berikan saja. Tandanya ia hanya ingin makan dengan caranya sendiri. Mungkin meja akan menjadi berantakan, tapi momen ini merupakan salah satu proses belajar anak yang harus Anda dukung.

  1. Anak Sedang Tidak Enak Badan

Ketika sakit, beberapa anak sering menjadi picky eater. Hal ini bisa dimaklumi, karena beberapa penyakit misalnya seperti flu, akan menurunkan daya penciuman.

Perlu diketahui, proses seseorang dalam menerima makanan sebenarnya didahului oleh proses penciuman aroma makanan. Ketika makanan tersebut tercium lezat, maka akan timbul keinginan untuk makan. Oleh sebab itu, ketika indra penciuman bermasalah, makanan selezat apa pun tidak akan menimbulkan hasrat ingin makan. 

  1. Anak Sudah Tidak Lapar

Saat anak tidak mau mengonsumsi makanan, bisa saja bukan karena anak tidak mau. Bila anak menolak, mungkin karena dia sudah merasa kenyang. 

Artikel Lainnya: Benarkah Anak Picky Eater Karena Faktor Keturunan?

  1. Bosan dengan Menu Makanan

Kondisi picky eater bisa disebabkan menu makanan yang kurang menarik dan tidak bervariasi sehingga anak menolak konsumsi makanan tersebut.

  1. Pola Makan Anak Tidak Teratur

Untuk mengatasi anak picky eater, ada baiknya orang tua mulai membiasakan anak untuk makan teratur tiga kali sehari dengan frekuensi camilan dua kali.

  1. Anak Terlalu Aktif

Anak terlalu aktif bergerak dan lebih senang bermain, sehingga tidak tertarik dengan kegiatan makan dan tidak merasa lapar.

  1. Post-Traumatic Feeding Disorder

Kondisi ini terjadi karena ada pengalaman yang membuat anak trauma saat waktu makan. Misalnya anak pernah tersedak saat makan, atau pernah dipaksa makan sampai muntah.

  1. Gangguan Psikologis

Anak yang mengalami gangguan psikologis akibat kondisi di rumah juga bisa menjadi picky eater. Misalnya, anak yang memiliki orang tua dengan didikan keras, anak yang kurang mendapat perhatian, atau anak yang melihat orang tuanya tidak harmonis dan sering bertengkar.

  1. Ego Orang Tua

Anak pilih-pilih makanan mungkin karena ia merasa bahwa waktu makan adalah saat yang tidak menyenangkan. Ini bisa terjadi jika orang tua selalu memaksakan anak untuk makan dalam jumlah banyak. Atau, anak dipaksa makan rapi dengan suasana yang tegang.

Artikel Lainnya: 5 Nutrisi Penting bagi Kesehatan Anak

2 dari 3 halaman

Anak Picky Eater Cenderung Kekurangan Nutrisi

Jika berbagai penyebab di atas diabaikan, anak yang picky eater akan cenderung kekurangan nutrisi karena asupan gizinya tidak seimbang. Berikut beberapa dampak dari kekurangan nutrisi pada anak picky eater:

  • Anemia karena kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin B6, dan asam folat
  • Gangguan perkembangan otak dengan tingkat IQ yang rendah
  • Stunting
  • Gangguan kesehatan mental dan emosional
  • Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan mengalami penyakit infeksi

Untuk mengatasinya, biasakanlah pola makan yang baik bagi seluruh anggota keluarga di rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan bersantap bersama di meja makan, makan di waktu yang sudah ditentukan, serta konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur dan buah.

Bila anak sudah telanjur menjadi picky eater dan Anda kesulitan untuk menanganinya, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter, baik datang langsung ke klinik atau melalui platform digital seperti Live Chat KlikDokter.

Biasanya penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen akan direkomendasikan, agar nutrisi anak tetap terpenuhi. Dengan demikian, anak yang picky eater bisa mendapatkan gizi yang optimal.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar