Sukses

Ini yang Terjadi pada Kesehatan Bila Anda Terlalu Sibuk

Produktif boleh-boleh saja, apalagi di usia muda. Tapi jika Anda terlalu sibuk, ragam hal ini bisa terjadi pada kesehatan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Terkadang, garis batas antara produktif dan terlalu sibuk menjadi samar. Terutama bila sekarang Anda berada di usia yang sedang bersemangat-semangatnya dalam membangun karier dan hubungan sosial. Alhasil, waktu yang hanya berjumlah 24 jam dalam sehari itu rasanya masih kurang saja.  

Tapi ingat, meski masih muda, sebaiknya Anda jangan terlalu sibuk sampai “tak sempat bernapas”. Pasalnya, ada beberapa gangguan kesehatan yang selalu mengincar orang yang terlampau sibuk seperti Anda. Tak percaya? Simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan sibuk dan produktif

Banyak orang menyamakan antara menjadi sibuk dan menjadi produktif. Padahal, dilansir dari Verywell Mind, keduanya merupakan hal yang berbeda. Mungkin banyak dari Anda yang pernah berada di situasi di mana Anda menghabiskan satu hari dengan beragam jadwal padat, tetapi tetap saja merasa tidak menghasilkan atau tidak merasa cukup.

Nah, kalau sudah begitu, kemungkinan yang tengah Anda alami adalah sibuk, bukannya produktif. Sebab, menjadi produktif berarti lebih dari sekadar berlarian tanpa akhir. Produktif berkaitan dengan menciptakan hasil, tanpa harus merasa waktunya terbuang atau merasa kekurangan waktu. Sedangkan menjadi sibuk, sangat berkaitan dengan perlombaan waktu dan belum tentu menghasilkan sesuatu yang bisa ditunjukkan.

Jadi, coba pikirkan lagi. Apakah yang Anda jalani sekarang termasuk ke dalam kategori produktif atau terlalu sibuk?

Apa yang bisa terjadi pada tubuh jika Anda terlalu sibuk?

Bila ternyata yang Anda jalani sekarang ini termasuk ke dalam kategori terlalu sibuk, berarti Anda wajib waspada. Entah cepat atau lambat, gaya hidup yang seperti dikejar-kejar itu akan berimbas pada kesehatan Anda, baik kesehatan emosional maupun kesehatan fisik.

Lagi pula, menjadi terlalu sibuk itu sebenarnya pilihan. Mungkin karena Anda tidak pernah rela untuk menolak semua kesempatan yang ditawarkan, alhasil semuanya diambil dan dikerjakan. Padahal, sikap yang tidak bisa memilih prioritas seperti itu justru membuat Anda mudah dibanjiri emosi negatif dan bahkan merasa terisolasi dari orang lain. Nah, dampak terlalu sibuk bagi kesehatan emosional, antara lain:

  • Gelisah
  • Tertekan
  • Kewalahan
  • Merasa tidak mampu
  • Merasa tidak pernah cukup atau puas
  • Merasa bersalah
  • Kesepian
  • Marah dan frustrasi
  • Putus asa

Terlalu sibuk juga erat kaitannya dengan pola makan dan pola istirahat yang kacau. Selain itu, sejumlah penelitian menyebut bahwa terlalu lama duduk karena sibuk bekerja dapat memperlambat metabolisme tubuh sehingga dapat meningkatkan akumulasi lemak dan gula darah. Salah satu cara untuk meminimalkan hal tersebut adalah dengan beristirahat dari duduk.

“Ambil istirahat selama 2 menit setiap setengah jam duduk untuk peregangan, berdiri atau berjalan,” saran dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Coba bayangkan, bila perubahan kesehatan emosional digabungkan dengan perubahan kesehatan fisik. Betapa tidak nyamannya kondisi tubuh Anda nanti, bukan? Sayangilah diri Anda dengan cara tetap memperhatikan pola makan, pola istirahat, dan aktivitas fisik. Tentukan prioritas dan batasan, jangan terlalu sibuk, serta temukan keseimbangan hidup agar tak menjadi bumerang pada kemudian hari.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar