Sukses

Sakit Kepala setelah Menangis, Apa Sebabnya?

Katanya, menangis bisa melegakan hati dan pikiran. Tapi, kok, yang terjadi malah sakit kepala setelah menangis hebat?

Klikdokter.com, Jakarta Ada kalanya Anda mengalami hari yang berat sehingga menangis menjadi cara termudah untuk meluapkan segala perasaan. Lega memang. Anda pun menjadi lelah setelahnya lalu ingin beristirahat untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Sayangnya, Anda justru tidak bisa tidur karena sakit kepala tiba-tiba menyerang. Lantas, mengapa malah mengalami sakit kepala setelah menangis?

Menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter, sebenarnya mekanisme bagaimana menangis dapat menyebabkan sakit kepala belum diketahui secara jelas. Tetapi, intensitas emosi yang kuat, seperti stres dan kekhawatiran, disinyalir dapat memicu sebuah proses di otak yang berujung pada timbulnya sakit kepala.

Meski begitu, hanya intensitas emosi negatiflah yang bisa menyebabkan sakit kepala, sedangkan emosi positif tidak akan membikin kepala Anda cenat-cenut.

“Ya, salah satu hal yang menarik di sini adalah menangis yang disebabkan oleh hal-hal bahagia tidak berefek pada sakit kepala. Menangis karena memotong bawang pun juga tidak akan memberikan dampak yang sama. Tampaknya hanya air mata akibat emosi negatif yang bereaksi seperti itu,” jelas dr. Nitish.

Sakit kepala setelah menangis

Menurut dr. Nitish, kondisi stres – seperti menangis – merupakan salah satu penyebab umum dari migrain dan tension-type headache (TTH). Biasanya migrain biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja dan diikuti oleh mual dan sensitif terhadap cahaya ataupun suara. Sedangkan TTH, umumnya ditandai dengan rasa ditekan dan seperti ada yang mengikat. “Leher dan bahu pun bisa terasa nyeri,” kata dr. Nitish.

Nah, jika stres biasa saja bisa membuat seseorang mengalami sakit kepala, tentu stres berat juga bisa membuat kepala nyeri. Sah-sah saja bila Anda ingin meluapkan emosi dengan menangis karena banyaknya beban pikiran. Namun, ingatlah bahwa semakin hebat dan lama tangisan Anda, semakin tinggi pula risiko untuk terkena sakit kepala setelahnya. Di sisi lain, sakit kepala setelah menangis bisa terjadi bila orang tersebut memiliki gangguan sinus.

“Pada orang yang memiliki gangguan sinus, menangis dapat menyebabkan iritasi pada sinusnya. Kalau sudah begini, bisa memicu nyeri nyeri kepala sinus,” ujar dr. Nitish.

Selain itu, saat Anda menangis hebat dan lama, air mata yang keluar bisa saja berlebih sehingga menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi, terutama jika Anda juga tidak minum cukup. Dehidrasi yang Anda alami, kata dr. Nitish, bisa memicu sakit kepala dan lemas.

Untuk mengatasi sakit kepala usai menangis hebat, ada beberapa cara standar yang bisa Anda lakukan. Pertama, Anda bisa mengonsumsi obat antinyeri untuk meredakan sakit kepala dan kedua, perbanyaklah minum air putih. dr. Nitish juga menyarankan Anda untuk melakukan hal lain untuk menenangkan pikiran pasca stres.

“Misalnya, Anda bisa berlibur sejenak, meditasi, bertemu teman-teman, mendengarkan musik. Intinya, lakukan aktivitas yang Anda gemari agar kondisi emosi bisa lebih terkontrol,” dr. Nitish menegaskan.

Tak mengapa bila Anda ingin menangis untuk melegakan pikiran, tetapi tetaplah mengontrol diri. Jangan sampai menyakiti diri sendiri dan merusak barang di sekitar Anda. Sebab, bukannya ketenangan yang didapat justru sakit kepala yang datang setelahnya. Menangislah secukupnya, lalu minumlah air putih, dan pergi tidur. Dengan begitu, Anda bisa bangun dalam kondisi emosi yang lebih stabil dan terhindar dari sakit kepala setelah menangis.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar