Sukses

Bagian Tubuh Ini Paling Sering Menimbulkan Bau Tak Sedap

Tak ada yang ingin bermasalah dengan bau tak sedap. Perhatikan beberapa bagian tubuh ini yang sering meimbulkan bau tak sedap.

Klikdokter.com, Jakarta Aroma tubuh yang tak sedap sering kali disebabkan oleh kombinasi keringat dan bakteri. Meskipun keringat sendiri sebetulnya tidak berbau, tapi keringat dapat memicu pertumbuhan bakteri yang memecah keringat menjadi asam. Akibatnya, timbullah bau tak sedap yang menyiksa hidung, khususnya bagi orang-orang sekitar. Jika Anda mengalami kondisi bau tak sedap seperti ini, rasa percaya diri pun bisa langsung runtuh.

Umumnya, bagian tubuh yang menimbulkan bau tak sedap memiliki ciri-ciri lembap, area yang gelap, serta mengandung banyak kelenjar dan folikel rambut. Pada kulit manusia, terdapat beberapa tipe kelenjar, yaitu:

  • Kelenjar ekrin, yaitu kelenjar yang menghasilkan keringat yang akan keluar melalui pori-pori di telapak tangan, kaki, juga dahi.
  • Kelenjar sebasea, yaitu kelenjar yang menghasilkan sebum (minyak). Umumnya kelenjar ini ditemukan di dada, punggung, kulit kepala, wajah, dan dahi.
  • Kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang menghasilkan keringat yang akan keluar melalui folikel rambut. Umumnya kelenjar ini ditemukan di ketiak, area selangkangan, anus, dan puting.

 

1 dari 2 halaman

Beri perhatian lebih terhadap bagian tubuh ini

Jadi, bagian tubuh mana sajakah yang perlu diberi perhatian lebih apabila timbul bau badan tak sedap?

  1. Selangkangan

Area selangkangan umumnya memiliki suhu hangat, mudah berkeringat sehingga sering lembap, juga banyak mengandung kelenjar dan folikel rambut (contohnya pada bulu kemaluan).

Area ini bisa dikatakan hampir tidak pernah terpapar udara dan selalu tertutup pakaian dalam (yang sering kali berbahan sintetis) sehingga “memerangkap” bakteri dan kelembapan. Selain itu, banyak terdapat lipatan-lipatan yang mungkin luput dibersihkan saat mandi. Tidak heran apabila bagian tubuh ini mudah menimbulkan bau tidak sedap.

  1. Ketiak

Area ketiak mudah menimbulkan bau akibat jumlah rambut yang cukup lebat, serta dipenuhi kelenjar keringat. Area ini juga merupakan area lipatan yang mudah memerangkap kelembapan dan bakteri. Orang dari ras tertentu, misalnya dari Eropa atau Afrika, memiliki lebih banyak kelenjar apokrin di ketiaknya, sehingga lebih rentan mengeluarkan bau tak sedap.

  1. Kaki

Kaki sering kali terbungkus rapat kaus kaki dan sepatu sehari-harinya. Ini menciptakan lingkungan yang lembap dan gelap. Keringat di kaki pun tak bisa menguap (evaporasi). Akibatnya, bakteri dan jamur mudah berkembang di kaki. Selain itu, sel kulit mati di kaki bisa membusuk dan menimbulkan bau. Umumnya, pada kondisi ini ditemukan “remahan” berwarna putih dan berbau di sela-sela jari kaki.

  1. Mulut

Pada mulut, terdapat banyak sekali bakteri yang biasanya bersembunyi di sela-sela gusi, permukaan lidah, kawat gigi, atau gigi palsu. Jika area-area ini tidak dibersihkan dengan baik, maka dapat timbul bau tak sedap.

Selain itu, makanan yang Anda konsumsi dan adanya beberapa penyakit (misalnya sinusitis kronis, GERD, infeksi pada tonsil, batu tonsil, dan lain-lain) dapat turut berperan menimbulkan bau.

  1. Kulit kepala

Kulit kepala mengandung banyak folikel rambut juga kelenjar sebasea. Kondisi ini sangat disukai bakteri untuk tumbuh, sehingga bau juga bisa timbul dari rambut atau kepala.

  1. Telinga

Area belakang telinga merupakan area lipatan yang sering kali tidak atau luput dibersihkan saat mandi. Bagian ini dapat menimbulkan bau. Selain itu, telinga yang tersumbat juga bisa menimbulkan bau tak sedap. Misalnya saja jika ada benda asing yang terperangkap dalam liang telinga serta membusuk, atau jika ada infeksi telinga.

Untuk menghindari bau tak sedap yang bisa bikin Anda dan orang-orang sekitar tak nyaman, cobalah untuk memberi perhatian lebih pada bagian tubuh tertentu yang disebutkan di atas. Bersihkan dengan saksama dan jaga agar tetap kering sehingga dapat mencegah munculnya bau tak sedap. Jika terdapat penyakit tertentu yang mendasari bau tak sedap, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar dapat ditangani.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar