Sukses

5 Bumbu Sehat dalam Masakan Cina

Ini dia bumbu-bumbu yang berjasa bikin masakan Cina jadi lezat sekaligus sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Di balik setiap kelezatan masakan, pasti ada bumbu spesial yang terkandung di dalamnya, tak terkecuali pada masakan Cina. Terkenal dengan cita rasanya yang gurih, tak berarti chinese food hanya mengandalkan penyedap masakan, seperti MSG. Bahkan MSG pun sudah mulai ditinggalkan. Namun, ada lima bumbu lain yang justru membuat hidangan menjadi lebih lezat sekaligus sehat.

Kelima bumbu atau bahan sehat di bawah ini, mampu  membuat masakan yang  hambar menjadi lebih nikmat. Lantas, apa saja, ya, bumbu-bumbu yang kerap menjadi kunci lezatnya masakan Cina?

  • Bawang putih

Hampir semua masakan Cina menggunakan bawang putih. Kehadiran bawang putih dalam hampir semua masakan Cina tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, selain bisa memberikan cita rasa yang kuat pada masakan, bawang putih dapat menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah, memelihara kesehatan jantung, mencegah flu, menurunkan risiko osteoarthritis, hingga menurunkan risiko terkena penyakit kanker paru!

“Bahkan, bawang putih dapat melindungi penderita diabetes dari kardiomiopati, yakni penyakit kronis pada otot jantung. Fakta tersebut didapat dari riset yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry.” jelas dr. Nadia. Dalam penelitian tersebut, komponen diallyl trisulfide yang terkandung dalam minyak bawang putih-lah yang bekerja untuk menyehatkan jantung.

  • Jahe

Selain bawang putih, ada pula jahe yang kerap digunakan dalam masakan Cina. Biasanya, rempah yang satu ini digunakan saat hendak mengolah bahan seafood untuk menghilangkan bau amis. Namun manfaat jahe tentu tidak sebatas itu.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, jahe berkhasiat membantu mengurangi nyeri pada pada beberapa kondisi, seperti radang sendi, nyeri akibat menstruasi, dan nyeri punggung bagian bawah. Selain itu, jahe juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi infeksi bakteri di perut, memecah dan menghilangkan lendir saat flu menyerang, dan melancarkan aliran darah karena adanya kandungan magnesium, dan seng.

  • Minyak wijen

Mernurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M. Epid dari KlikDokter minyak yang terbuat dari biji wijen yang juga kerap dipakai dalam masakan Jepang dan Korea ini dapat dikonsumsi penderita kolesterol tinggi.

Minyak wijen terdiri atas 40 persen lemak tak jenuh rantai tunggal dan 45 persen asam lemak tak jenuh rantai ganda yang justru bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jadi, Anda sudah tahu,’kan, alasan di balik penggunaan minyak wijen pada tumisan daging dalam aneka masakan Asia?

  • Kaldu tulang

Kaldu tulang memang bukanlah bumbu dapur. Tetapi, kaldu tulang sering digunakan dalam masakan Cina, terutama dalam sajian rebus-rebusan. Ketika Anda memesan mi, pasti selalu tersedia kuah kaldu untuk melengkapinya. Atau ketika Anda memesan nasi hainan, selain ayam atau bebek rebus, saus, dan sayuran hijau, pasti ada kuah kaldu juga, bukan?

Nah, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, kaldu tulang sangat kaya akan kolagen. Salah satu fungsi dari kolagen adalah untuk menyehatkan kulit. Kandungan kolagen dalam tubuh akan menurun 1,5 persen setiap tahunnya saat Anda memasuki usia 25. Dengan sering mengonsumsi kaldu tulang yang kebetulan kerap dijumpai dalam masakan Cina, Anda membantu tubuh mendapatkan asupan kolagen agar kulit tampak awet muda.

  • Ngo hiong

Dilansir dari berbagai sumber, bubuk ngo hiong merupakan perpaduan dari lima rempah, yakni bunga lawang, cengkih, kayu manis Cina, andaliman, dan biji adas. Bubuk ngo hiong dapat memberikan rasa asin, manis, asam, pahit, dan pedas yang seimbang pada masakan Cina, khususnya untuk olahan berbahan dasar daging. Hal ini erat kaitannya dengan prinsip Yin dan Yang orang Cina soal keseimbangan hidup.

Mengutip Spiceography.com, masing-masing rempah dalam ngo hiong memiliki manfaatnya sendiri. Tapi secara keseluruhan, ngo hiong kaya akan antioksidan, bersifat antiinflamasi, serta meningkatkan sekresi enzim pencernaan.

Jadi, itulah kelima bumbu sehat dalam masakan Cina. Dalam masakan Nusantara sendiri, penggunaan bawang putih, jahe, dan kaldu tulang juga kerap ditemukan. Tinggal Anda sendiri yang menentukan, bahan sehat apa yang ingin Anda masukan dalam masakan Imlek hari ini untuk keluarga? Jika sudah menentukan bumbu dan bahan sehat yang akan digunakan, jangan lupa perhatikan cara pengolahan yang sehat ya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar