Sukses

Kue Cubit Setengah Matang, Amankah Dikonsumsi?

Di balik legit dan manis rasanya, amankah kue cubit setengah matang bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Kue cubit merupakan satu dari sekian banyak panganan tradisional yang tak pernah “basi” di hati pencinta kuliner. Anda kini bisa menemukannya di mal-mal besar, tak hanya di pasar ataupun kaki lima. Sebagian penjual bahkan memodifikasi penyajiannya dalam bentuk setengah matang agar lebih menarik. Bukan satu-dua, banyak juga ternyata yang jadi penggemarnya.

Namun hati-hati, kue cubit setengah matang ternyata dapat menjadi ancaman bagi kesehatan. Apa saja efeknya bagi tubuh?

Sumber infeksi E. coli

Center for Disease Control and Prevention, sebuah badan kesehatan di AS ternyata telah membuat larangan tegas terhadap konsumsi adonan kue yang tidak dimasak sempurna. Mereka mengatakan, adonan kue mentah atau setengah matang ini dapat menjadi sumber infeksi bakteri berbahaya. E. coli, salah satunya.

E. coli merupakan bakteri yang dapat terkandung pada tepung mentah akibat kontaminasi selama proses produksi di pabriknya. Bila masuk ke dalam tubuh seseorang, E. coli dapat menimbulkan berbagai keluhan saluran pencernaan, seperti kram perut, mual muntah dan diare.

Keluhan ini mulai muncul 3-4 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Walaupun umumnya akan membaik dengan sendirinya, sebagian kasus dapat berkembang, mengakibatkan sindrom hemolitik uremik dan berujung pada gagal ginjal.

Risiko kontaminasi Salmonela

Tidak hanya E. coli, adonan kue cubit setengah matang yang mengandung telur mentah juga berpotensi menyimpan bakteri Salmonela. Gejala yang akan dirasakan bila bakteri masuk ke dalam tubuh adalah demam yang diiringi keluhan saluran cerna seperti perut terasa kembung, muntah, dan diare.

Gejala umumnya muncul 6-48 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan menetap 4-7 hari setelahnya. Pada anak-anak, lansia, dan orang dengan status imun rendah, infeksi Salmonela dapat memberikan ancaman serius bagi kesehatan.

Berita baiknya, baik E. coli maupun Salmonela akan mati bila dipanaskan dalam suhu yang tinggi dan dalam waktu yang cukup lama. Sebaliknya, kedua bakteri ini mudah menginfeksi dan berkembang biak dalam bahan-bahan mentah yang minim pemanasan.

Bila Anda termasuk penggemar kue cubit setengah matang, berbagai bahaya ini wajib jadi pertimbangan. Bila memang ingin menikmati penganan tradisional yang satu ini, pastikan adonan yang digunakan benar-benar dimasak hingga matang sepenuhnya. Jika tidak, gangguan saluran cerna hingga gagal ginjal lah yang akan jadi ancamannya.

Cara sehat menikmati kue cubit

Selain menghindari jajan kue cubit setengah matang, beberapa hal ini juga harus diperhatian jika Anda ingin membuat sendiri kue cubit di rumah:

  • Jangan pernah mencicipi adonan kue yang belum dimasak.
  • Jangan membiarkan anak-anak memegang adonan kue yang sedang dibuat (karena tangan yang belum dicuci dapat menyimpan banyak kuman).
  • Masak kue hingga yakin benar-benar matang.
  • Ikuti instruksi pembuatan kue dengan suhu masak yang tepat.
  • Hindari mencampurkan adonan mentah ke dalam makanan atau minuman yang siap dikonsumsi.
  • Simpan bahan-bahan mentah seperti tepung dan telur terpisah dengan bahan yang siap makan.
  • Selalu biasakan mencuci tangan setelah memegang bahan-bahan mentah, termasuk adonan kue.
  • Cuci alat masak dengan air hangat dan sabun untuk membersihkan bakteri yang menempel.

Dengan menghindari konsumsi kue cubit setengah matang, potensi infeksi dua bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonela dapat semaksimal mungkin dihindari. Pastikan kue yang dibeli maupun dibuat sendiri benar-benar dimasak hingga matang sempurna. Dengan demikian, jajanan tradisional ini tetap dapat dinikmati dan bersahabat bagi kesehatan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar