Sukses

Juara Olimpiade Nathan Adrian Terserang Kanker Testis

Perenang Nathan Adrian, peraih medali emas Olimpiade terserang kanker testis. Mengapa atlet dengan fisik bugar pun bisa mengalami penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Dalam situs resminya, perenang Amerika Serikat peraih lima medali emas Olimpiade, Nathan Adrian, Kamis (24/1) lalu waktu setempat membuat pengakuan mengejutkan. Ketika memeriksakan diri ke dokter karena merasakan gejala yang tidak biasa, serangkaian tes kesehatan menunjukkan bahwa perenang berusia 30 tahun ini terkena kanker testis. Kabar yang juga ditulis dalam akun twitter-nya @Nathangadrian tersebut langsung merebak.

Dilansir di antaranya dari situs resmi Nathan Adrian dan ESPN, Nathan mengatakan bahwa ia beruntung bahwa penyakit tersebut cepat diketahui. Ia segera mendapatkan perawatan, dan prognosisnya pun bagus. Dalam beberapa waktu ke depan, Adrian mengaku siap berlatih kembali menyambut Olimpiade Tokyo 2020.

Pertanyaannya, bagaimana orang sebugar juara Olimpiade bisa terkena penyakit ini?

Jangan sepelekan testis nyeri, bung!

Nathan Adrian barang kali hanya segelintir dari sekian banyak pria yang sadar untuk segera memeriksakan diri, ketika merasakan gejala yang tidak biasa pada testisnya. Bisa jadi ia merasakan nyeri pada testis –seperti yang dikatakan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter. Namun bisa pula Nathan merasakan gejala yang lain.

Menurut dokter yang biasa disapa dr. Vita ini, keluhan testis nyeri bisa berasal dari beragam hal. Mulai dari organ testis itu sendiri, saluran pembungkus testis (Tunika albuginea), jaringan di belakang testis, atau organ-organ lain di sekitar testis.

Bagi pria, testis yang berperan dalam memproduksi sperma dan hormon seks ini termasuk ‘aset berharga’.  Saking sensitifnya, sedikit saja rasa tidak nyaman yang terjadi di daerah ini bisa langsung menyalakan sinyal bahaya bagi pria yang bersangkutan.

Memang, rasa nyeri pada testis tidak selalu tanda bahwa Anda terserang kanker testis. Bisa saja, kondisi yang Anda alami adalah infeksi saluran kemih, testikel terpuntir atau peradangan yang diakibatkan oleh bakteri. Namun apa pun itu, hanya dokter yang bisa menentukan apa yang menjadi penyebab kondisi yang Anda alami. Oleh karena itu, jangan sepelekan dan segera periksa ke dokter.

1 dari 3 halaman

Waspadai faktor risiko kanker testis

Kondisi yang sedang dialami perenang juara Olimpiade Nathan Adrian seakan mempercepat datangnya Bulan Kesehatan Pria (Men’s Health Awareness Month) yang biasanya jatuh pada bulan Juni. Kanker testis memang sangat rentan menyerang pria.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter, para pria muda atau pria berusia paruh baya sering kali merasa sangat sehat. Namun tanpa disadari, kelompok pria muda berusia sekitar 15-35 tahun rupanya sangat rentan mengalami kanker testis. Menurut data epidemiologi yang ada, kondisi tersebut dapat dialami oleh 1 dari 20.000 ribu pria.

Sama seperti kanker lainnya, menurut dr. Nitish penyebab kanker testis belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Tiga di antaranya adalah:

  • Adanya riwayat penyakit kanker testis dalam keluarga.
  • Terjadinya perkembangan testis yang abnormal sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker testis.
  • Terjadinya kondisi testis tidak turun ke kantong testis atau skrotum, melainkan berada di selangkangan –atau kriptorkidisme. Jika Anda mengalami ini Anda memiliki risiko 10-20 kali lipat lebih tinggi mengalami kanker testis.

Jika Anda merasa memiliki salah satu atau bahkan ketiga faktor risiko di atas, Anda perlu lebih waspada. Akan lebih baik jika Anda segera memeriksakan diri ketika mengalami rasa yang ganjil di area testis.

2 dari 3 halaman

Kenali gejala kanker testis sejak dini

Kasus kanker testis yang kini dialami oleh Nathan Adrian, sebenarnya pernah pula terjadi pada atlet basket Indonesia, Jerry Lolowang pada sekitar tahun 2013 lalu. Kini Jerry yang dinyatakan sudah sembuh, memilih aktif sebagai pelatih dan komentator liga basket. Baik pada Nathan dan Jerry, gejala yang tidak biasa pada testis sebenarnya sudah mereka rasakan di awal.

Beberapa gejala yang bisa merujuk pada terjadinya kondisi kanker testis – dan harus Anda waspadai –seperti diungkapkan dr. Vita dan dr. Nitish adalah sebagai berikut:

  • Terdapatnya benjolan atau pembesaran pada testis.
  • Ada rasa berat pada skrotum, serta nyeri yang tidak spesifik pada perut atau selangkangan.
  • Ada tanda akumulasi cairan secara tiba-tiba di skrotum.
  • Muncul rasa nyeri atau tidak nyaman pada testis atau skrotum.
  • Terasa nyeri punggung.
  • Nyeri testis yang dirasakan semakin bertambah.
  • Nyeri testis disertai demam, atau mual dan muntah.
  • Testis berwarna kemerahan dan teraba hangat.

Beberapa gejala di atas bisa menjadi alarm yang menyadarkan Anda jika terjadi kanker testis. Oleh karena itu, berusahalah untuk lebih jeli jika merasakan kondisi yang tidak nyaman pada testis Anda.

Kanker testis yang saat ini sedang dialami perenang juara Olimpiade, Nathan Adrian, bisa dialami oleh pria mana pun. Jadi jika Anda memiliki faktor-faktor risiko di atas, kemudian mulai mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RH]

0 Komentar

Belum ada komentar