Sukses

Kiat Memilih Bra yang Tepat Usai Operasi Kanker Payudara

Operasi kanker payudara sering kali mengangkat semua bagian payudara, sehingga pasien bingung dalam memilih bra. Ini tipsnya.

Klikdokter.com, Jakarta Operasi pengangkatan payudara, atau mastektomi, dapat dilakukan pada sebelah payudara atau kedua payudara langsung. Setelah itu, tidak sedikit pasien yang bingung harus menggunakan bra atau tidak setelah operasi. Atau, harus memilih bra yang seperti apa agar tetap nyaman beraktivitas.

Sekarang ini, pengobatan kanker payudara sudah sangat maju dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Memang rangkaian pengobatan kanker payudara cukup lama dan panjang. Namun, jika diikuti hingga selesai, tidak menutup kemungkinan pasien dapat kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

Pengobatan kanker payudara dapat berupa kemoterapi, radioterapi, dan operasi, atau kombinasi dari ketiganya. Operasi biasanya dilakukan pada kanker payudara yang dapat dioperasi. Jika belum dapat dioperasi, pasien akan ditangani dulu dengan kemoterapi atau radioterapi. Setelah itu, pasien mungkin dapat dioperasi.

Tidak semua operasi kanker payudara dapat menyembuhkan kanker. Operasi kanker payudara dilakukan untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kualitas hidup sang pasien. Lalu, setelah melakukan operasi kanker payudara, apa saja hal-hal yang harus diperhatikan pasien dalam penggunaan bra?

Kondisi payudara pascaoperasi kanker payudara

Setelah operasi, pasien masih harus merawat luka operasi sehingga tidak perlu menggunakan bra. Payudara akan ditutup dengan kasa dan dilakukan perawatan luka secara rutin. Jika luka operasi sudah mengering, pasien dapat menggunakan bra.

Penyembuhan luka operasi kanker payudara dapat memakan waktu setahun untuk memulihkan saraf dan kulit. Pada tahun pertama setelah operasi kanker payudara, sebaiknya pasien memilih bra dengan kriteria sebagai berikut:

  • Berbahan lembut atau katun
  • Ukuran lingkaran dada bra yang cukup lebar
  • Penyokong samping yang lebar
  • Cup bra penuh
  • Cup bra yang terpisah
  • Tali bra yang dapat diubah
  • Tidak banyak pernak-pernik
  • Tidak berkawat

Jika pasien mengalami pengangkatan payudara sebelah, atau unilateral mastektomi, pasien dapat menggunakan bra yang sebelahnya diisi dengan prostesis. Hal ini dapat membuat pasien tetap percaya diri.

Prostesis adalah payudara buatan dengan bentuk, ukuran, dan warna yang bervariasi. Teksturnya mirip dengan payudara sehingga Anda dapat nyaman menggunakannya. Sebagian besar prostesis terbuat dari silikon, yang merupakan zat seperti gel yang lembut. Ada juga prostesis busa yang lebih ringan dan dingin, mungkin lebih cocok bagi Anda yang sangat aktif.

Jika pasien mengalami pengangkatan kedua payudara, atau bilateral mastektomi, pasien dapat menggunakan bra yang keduanya sudah disumpal prostesis. Hal ini dapat membuat pasien tetap merasa memiliki payudara dan tidak minder ketika menggunakan pakaian.

Bahkan setelah melaksanakan mastektomi, pasien juga dapat memiliki payudara lagi dengan bantuan rekonstruksi payudara dari dokter spesialis bedah plastik. Rekonstruksi payudara dapat dilakukan ketika atau segera setelah lumpektomi (operasi pengangkatan benjolan) atau mastektomi dilakukan. Tapi bisa juga dilakukan setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun menjalani operasi kanker payudara.

Tidak memiliki payudara, atau sulit pakai bra setelah operasi kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menutupinya, yaitu dengan menggunakan prostesis payudara atau melakukan rekonstruksi payudara dengan dokter spesialis bedah plastik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar