Sukses

Jajanan Kekinian versus Tradisional, Mana Lebih Aman?

Jajanan kekinian dan jajanan tradisional sama-sama enak. Tapi, mana yang lebih aman untuk kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda pencinta kuliner, tentunya tak pernah ketinggalan untuk mencoba berbagai jenis jajanan kekinian. Tak hanya beredar di pinggir jalan, jajanan kekinian ini juga bertaburan di kafe-kafe trendi dan media sosial. Hal ini membuat jajanan tradisional agak ditinggalkan, meski masih banyak juga yang membelinya.

Jika dilihat dari sisi rasa, sebenarnya baik jajanan kekinian dan jajanan tradisional sama-sama enak di lidah. Tapi bagaimana bila ditilik dari segi kesehatan? Manakah di antara keduanya yang lebih aman untuk tubuh?   

Definisi jajanan kekinian dan tradisional

Sebenarnya, batasan antara jajanan kekinian dan tradisional tidak terlalu jelas. Sebagian jajanan kekinian sebenarnya modifikasi dari jajanan tradisional. Misalnya, kue cubit yang dimodifikasi menjadi kue cubit rasa green tea dan modifikasi jajanan tradisional lainnya.

Selain itu, ada juga jajanan kekinian yang sebenarnya merupakan jajanan tradisional dari daerah atau negara lain. Contohnya, street food Taiwan yang baru masuk di Indonesia dan langsung menjadi hits. Tapi ada juga jajanan kekinian yang memang merupakan jenis jajanan baru, seperti es kepal cokelat atau makanan ringan pabrikan.

Konsep keamanan makanan

Beberapa hal yang menentukan keamanan makanan adalah kesegaran dan kebersihan bahan makanan, kebersihan orang yang memasak, cara memasak yang benar, kebersihan alat masak dan alat makan yang digunakan, cara penyajian, berapa lama waktu penyajian, serta komposisi dari bahan makanan. Semua hal tersebut harus diperhatikan jika ingin mendapatkan makanan yang aman.

1 dari 2 halaman

Keamanan jajanan kekinian versus tradisional

Jika ditanya, mana yang lebih aman antara jajanan kekinian atau tradisional? Jawabannya adalah tergantung. Banyak orang menganggap jajanan tradisional lebih aman dari jajanan kekinian, namun sebenarnya belum tentu juga. Seperti yang telah dijelaskan di atas, keamanan makanan tidak dapat digeneralisasi karena harus diperhatikan masing-masing makanan dan masing-masing tempat (tempat pembuatan dan penjualannya).

  • Komposisi makanan

Secara umum jajanan tradisional lebih aman karena biasanya menggunakan bahan-bahan alami dan segar tanpa pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Sebagian jajanan tradisional juga menggunakan gula aren (gula jawa), yang diperkaya beberapa mineral yang diperlukan tubuh dan sedikit kandungan antioksidan. Meski begitu, baik gula aren maupun gula putih sama-sama bisa meningkatkan kadar gula darah.

Sementara itu, jajanan kekinian umumnya lebih banyak mengandung lemak dan gula yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Sering kali, jajanan kekinian juga ditambah dengan bahan pengawet, penyedap, pewarna, atau pemanis buatan.

Akan tetapi, ada juga makanan tradisional yang tinggi kadar gula dan lemak. Contohnya pada kue manis seperti kue cubit, dan jajanan tradisional yang digoreng seperti lumpia, pastel, onde-onde, dan lainnya. Ada pula jajanan tradisional yang menggunakan zat pewarna. Itulah sebabnya harus dilihat kembali secara detail komposisi dari masing-masing jenis makanan tersebut.

  • Proses pengolahan makanan

Proses pengolahan makanan pada jajanan kekinian umumnya lebih bersih daripada jajanan tradisional. Prosedur mencuci tangan, menggunakan penutup kepala saat memasak, penggunaan pakaian khusus saat memasak, kebersihan alat masak serta alat makan biasanya lebih terjamin pada jajanan kekinian.

Apalagi pada jajanan kekinian yang diolah oleh pabrik yang telah mendapatkan standardisasi kebersihan dan keamanan. Kualitas kebersihan dan keamanan makanan pabrik biasanya dievaluasi secara berkala oleh BPOM atau dinas kesehatan setempat sehingga lebih termonitor dibandingkan pengolahan jajanan tradisonal yang dapat bervariasi dan tidak termonitor secara khusus.

Akan tetapi, lagi-lagi hal ini tidak dapat digeneralisasi dan harus diperhatikan satu per satu. Ada juga jajanan tradisional yang diolah secara bersih dan ada juga penjual jajanan kekinian yang tidak menerapkan standar kebersihan saat memasak makanan.

Jadi, keamanan antara jajanan kekinian dan tradisional tidak dapat digeneralisasi serta harus diperhatikan secara detail antara makanan satu dengan makanan lainnya. Agar lebih aman, janganlah mengonsumsi jajanan tinggi lemak dan gula secara berlebih, baik itu jajanan kekinian maupun tradisional. Jika memungkinkan, Anda dapat mengolahnya sendiri di rumah agar komposisi dan kebersihannya lebih terjaga.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar