Sukses

Manfaat Minum Teh Kamomil yang Perlu Anda Tahu

Tak cuma teh hijau yang baik untuk kesehatan. Masih ada teh kamomil yang patut Anda coba dan rasakan manfaatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin teh yang terbuat dari bunga-bunga yang dikeringkan belum sepopuler teh yang terbuat dari daun teh. Di Indonesia sendiri, yang paling terkenal adalah teh hitam dan teh hijau. Hampir setiap rumah makan menawarkan teh hitam atau teh biasa, sedangkan teh hijau bisa Anda dapatkan dengan mudah di restoran Jepang. Lalu, bagaimana dengan teh bunga, terutama teh kamomil?

Meski jarang dijual di restoran kebanyakan, Anda bisa memesannya di tea house, coffee shop ataupun supermarket. Nah, agar Anda makin tertarik lagi untuk mengonsumsi teh kamomil ini, berikut ada sejumlah manfaat yang dilansir Medical News Today, bila Anda rutin meneguk teh bunga tersebut.

1. Meredakan sakit menstruasi

Sebuah studi pada tahun 2010 melaporkan, dengan mengonsumsi teh kamomil selama sebulan penuh, rasa kram pada saat menstruasi akan berkurang jauh. Selain itu, wanita yang telah mencoba mengonsumsi teh kamomil secara teratur mengatakan bahwa emosinya lebih stabil meski mereka tengah datang bulan.

2. Menetralkan kadar gula darah

Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa kamomil dapat menurunkan kadar gula bagi para penderita diabetes. Meski begitu, bukan berarti kamomil bisa dijadikan obat utama. Kamomil disarankan hanya sebagai herbal pendamping untuk memaksimalkan pengobatan dari dokter. Bila kadar gula darah menjadi stabil akibat mengonsumsi teh kamomil secara teratur, itu berarti risiko Anda untuk terkena komplikasi lanjutan dari diabetes juga semakin rendah.

3. Mencegah osteoporosis

Sebuah studi tahun 2004 menemukan bahwa teh kamomil memiliki efek antiestrogenik, khususnya pada wanita menopause. Ketika wanita menopause rutin mengonsumsi teh kamomi, hal tersebut dapat membantu tubuh untuk meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah Anda terkena osteoporosis.

4. Meredakan peradangan tubuh

Teh kamomil mengandung senyawa kimia yang dapat mengurangi peradangan. Namun bila peradangan sudah termasuk kronis, misalnya gangguan autoimun, teh kamomil hanya mampu mengurangi gejalanya saja, bukan mengobati penyakitnya.

5. Mencegah kanker dan membantu perawatannya

Beberapa penelitian menunjukkan, teh kamomil dapat membantu menekan perkembangan dan penyebaran sel-sel kanker di tubuh. Namun sayangnya, penelitian tersebut baru dibuktikan efektivitasnya pada tubuh hewan, belum pada manusia. Kendati demikian, teh kamomil tetap bisa membantu menurunkan risiko kanker karena tingginya kadar antioksidan.

6. Mengatasi gangguan tidur dan bikin tubuh rileks

Dikutip dari Medical News Today, 10 dari 12 pasien penyakit kardiovaskular tertidur tak lama setelah mengonsumsi teh kamomil. Setelah dilakukan uji klinis, ternyata teh kamomil memang bisa membantu seseorang untuk merasa rileks lalu tertidur pulas. Banyak peneliti percaya, teh kamomil dapat berfungsi sebagai benzodiazepine atau obat resep yang dapat mengurangi kecemasan dan memicu rasa kantuk.

7. Mengobati penyakit kulit ringan

Sebuah studi tahun 1987 menemukan, ekstrak kamomil bisa membantu penyembuhan luka di kulit. Bahkan, ada juga salep kamomil yang dapat membantu meredakan eksem dan peradangan kulit ringan. Namun sayang, sepertinya di Indonesia ekstrak kamomil dan salepnya masih jarang ditemui.

8. Menangani gejala flu

Menyeduh teh kamomil lalu menghirup aromanya dapat melegakan saluran pernapasan dan meredakan gejala pilek dan batuk. Kondisi rileks yang didapat setelah minum teh kamomil juga bisa membuat penderita flu lebih banyak beristirahat sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap serbuk bunga, sebaiknya tahan dulu keinginan Anda untuk segera mengonsumsi teh kamomil. Begitu pula anak-anak dan bayi. Mereka disarankan untuk tidak mencicipi teh kamomil milik orang tuanya demi menghindari kontaminasi spora botulisme. Bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan jangka panjang, dan ingin menyembuhkan gangguan tidur dengan minum teh bunga ini, konsultasikanlah dulu kepada dokter.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar