Sukses

Fakta di Balik Manfaat Diet Detoks bagi Kesehatan

Diet detoks dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan. Apakah medis setuju dengan hal ini? Jika tidak, apa manfaat diet detoks yang sebenarnya?

Satu dari berbagai jenis diet yang sampai saat ini masih diminati adalah diet detoks. Banyak pihak yang mengklaim bahwa diet ini mampu membersihkan racun dari tubuh, bahkan membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

Adanya klaim tersebut membuat banyak orang tergoda untuk menerapkan diet detoks. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik untuk menerapkannya? Sebelum itu, ada baiknya Anda kenali dulu apa itu diet detoks dan manfaatnya bagi tubuh.

Mengungkap Manfaat Diet Detoks yang Sebenarnya

Detoksifikasi alias detoks adalah intervensi diet jangka pendek, yang tujuannya adalah untuk menghilangkan racun dari tubuh. Secara garis besar, diet detoks melibatkan periode puasa, diikuti dengan diet buah, sayur mentah, jus buah, dan air. 

Artikel lainnya: Diet Detoks vs Diet Mayo, Mana yang Lebih Baik?

Detoks diklaim dapat mengistirahatkan organ dengan berpuasa, menstimulasi hati untuk menghilangkan racun, mempromosikan eliminasi racun lewat tinja, urine, dan keringat, meningkatkan sirkulasi, serta memberikan tubuh nutrisi sehat.

Selain itu, upaya detoksifikasi tubuh menggunakan diet detoks juga disebut-sebut dapat membantu beberapa kondisi kesehatan, termasuk obesitas, gangguan pencernaan, penyakit autoimun, peradangan, alergi, perut kembung, dan kelelahan kronis. 

Ada pula anggapan lain mengenai manfaat diet detoks. Mengingat metode diet ini minim asupan lemak, orang yang menerapkannya dituding bisa mengalami penurunan berat badan. 

Adanya desas-desus mengenai manfaat diet detoks seperti yang telah disebutkan cukup menarik minat banyak orang untuk melakukannya. Lantas, bagaimana medis menangani metode diet yang satu ini?

Artikel lainnya: Apakah Diet Detoks Benar-benar Bermanfaat bagi Tubuh?

Faktanya, penelitian mengenai diet detoks masih sedikit sekali. Kalaupun ada, penelitian tersebut masih punya banyak kekurangan sehingga tidak bisa dijadikan sebagai acuan.

Lagi pula, paru, ginjal dan hati adalah dua organ yang secara otomatis melakukan pembersihan racun dari tubuh. Selama dalam kondisi sehat, ketiga organ tersebut bekerja dengan sangat efektif dalam membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui urine dan feses. 

Lalu, bagaimana bisa seseorang merasa lebih semangat ketika melakukan diet detoks? Hal ini mungkin dikaitkan dengan berkurangnya asupan gula sederhana serta makanan tinggi lemak. Ketiadaan jenis komponen makanan yang tinggi kalori itu mungkin berperan dalam munculnya efek semangat.

Isu kedua yang digaungkan terkait cara detoksifikasi tubuh ini adalah seputar kecukupan zat gizi yang masuk ke tubuh. Bila tubuh berpuasa dan hanya diberikan asupan sedikit, tentunya ada potensi kekurangan gula darah (hipoglikemia). 

Efek hipoglikemia akan lebih dirasakan ketika tubuh melakukan banyak aktivitas, yang tentunya juga butuh gula darah dalam jumlah yang cukup. Saat benar-benar terjadi, tubuh akan merasa pusing, lemas, berkeringat dingin, dan muncul rasa ingin pingsan.

Lebih dari itu, tubuh juga berisiko kekurangan banyak nutrisi yang dominan terdapat dari sumber hewani. Beberapa di antaranya, misalnya kalsium, vitamin D, dan zat besi. Tentunya, kekurangan zat-zat gizi tersebut memiliki efek samping yang lebih banyak lagi di tubuh.

Mengingat kontroversi yang cukup banyak, dibarengi dengan tingkat keamanan yang belum terbukti oleh penelitian, ada baiknya untuk berhati-hati sebelum melakukan diet detoks. Anda perlu terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter sebelum mengaplikasikan metode diet tersebut.

Artikel lainnya: Detoks Kaki Biar Sehat, Ini 5 Resep Air untuk Merendam Kaki

1 dari 2 halaman

Cara Hidup Sehat sebagai Alternatif Diet Detoks

Sebagai alternatif diet detoks, berikut beberapa cara hidup sehat yang sudah terbukti bermanfaat dan aman untuk dilakukan:

  • Atur Pola Makan

Konsumsi makanan bergizi seimbang, dalam porsi yang cukup. Pastikan makanan Anda mengandung karbohidrat, protein, lemak, hingga sumber vitamin dan mineral. 

Buah dan sayur menjadi sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk pula sumber serat yang bagus.

  • Konsumsi Makanan Segar

Utamakan untuk mengonsumsi makanan yang segar dan tidak terlalu banyak melewati proses. Makanan yang terproses dan berwarna putih (menggunakan tepung dan tinggi gula) cenderung meningkatkan gula darah dengan drastis. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes, lho!

Selain itu, hindari pula makanan yang terlalu tinggi lemak jenuh. Pasalnya, lemak jenuh berkontribusi pada kadar kolesterol di dalam tubuh. Semakin banyak lemak jenuh yang Anda konsumsi, semakin besar pula risiko Anda untuk mengalami kolesterol tinggi.

  • Minum Air Putih

Minum air putih, setidaknya 1,5-2 liter per hari untuk memastikan sirkulasi dan metabolisme berjalan baik. Jika Anda adalah orang yang melakukan aktivitas berat hingga banyak berkeringat, minumlah air putih sedikit lebih banyak dari jumlah tersebut.

  • Olahraga

Olahraga rutin selama 30 menit per hari, sebanyak 2-3 kali seminggu sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jenis olahraga yang dapat dipilih, contohnya yang bersifat aerobik seperti jogging, berenang, dan bersepeda.

  • Hindari Alkohol dan Rokok

Hindari konsumsi minuman mengandung alkohol dan merokok, karena dapat memasok zat beracun ke dalam tubuh.

Kesimpulannya, cara detoksifikasi tubuh yang lebih dapat diandalkan adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Meskipun banyak yang melaporkan manfaat diet detoks, kewaspadaan harus tetap ditegakkan mengingat belum banyaknya penelitian yang mendukung. 

Ingin tahu lebih dalam mengenai cara detoksifikasi tubuh atau tips menurunkan berat badan? Jangan sungkan untuk bertanya pada tim dokter dari KlikDokter melalui Live Chat 24 jam. Gratis, lho!

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar