Sukses

Berapa Lama Kopi Bisa Menahan Kantuk?

Kafein pada kopi bisa membuat seseorang terhindar dari rasa kantuk. Lantas, berapa lama efek kafein hilang dari tubuh? Cek faktanya lewat ulasan berikut ini!

Sebagian orang mengusir rasa kantuk ketika beraktivitas dengan mengonsumsi minuman berkafein, salah satunya kopi. 

Si hitam dengan rasa pahit khas itu memang merupakan jenis minuman stimulan, yang dapat memberikan energi dan mengusir rasa kantuk. 

Sehubungan dengan itu, Anda mungkin bertanya-tanya: berapa lama efek kafein hilang dari tubuh? Yuk, cari tahu!

Artikel Lainnya: Kopi Dapat Mengatasi Nyeri Setelah Olahraga, Benarkah?

Memahami Cara Kerja Kopi dalam Tubuh

Setelah minum kopi, tubuh Anda akan mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini membuat tubuh terasa lebih berenergi, dan mood juga akan membaik. 

Sejak tegukan pertama, kafein akan melewati jaringan epitel hingga memasuki aliran darah melalui lapisan mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan perut. 

Ketika kafein berhasil masuk ke dalam tubuh, otak akan bereaksi dengan mengikat senyawa bernama adenosin. Hal inilah yang membuat pikiran Anda terasa lebih segar, sehingga terhindar dari kantuk.

Efek kafein pada tubuh kemudian mulai terasa. Hanya dibutuhkan sekitar 45 menit bagi kafein untuk masuk ke dalam membran sel tubuh Anda. 

Lalu, berapa lama kopi bisa menahan ngantuk? Apakah efek minum kopi bisa mencapai 24 jam lamanya, atau kurang dari itu? Yuk, cek faktanya!

Artikel Lainnya: Kopi Hitam Biasa vs Cold Brew, Mana Lebih Sehat?

Berapa Lama Efek Kopi pada Tubuh?

Durasi kafein untuk bekerja di dalam tubuh adalah 5 jam atau maksimal 9 jam. Meski demikian, durasi tersebut bisa saja berubah, tergantung usia, kondisi medis, dan obat yang dikonsumsi.

Efek dari kafein itu sendiri mencapai puncaknya sekitar 30‒60 menit setelah dikonsumsi. 

Penting dicatat, selain memengaruhi kerja otak, kafein pada kopi juga dapat memberikan efek lain pada tubuh. 

Senyawa tersebut bisa menyebabkan kontraksi awal dinding arteri, namun kemudian otot polos akan melemas. Hal ini akan membuka pembuluh darah, sehingga memungkinkan aliran yang lebih deras.

Hal tersebutlah yang kemudian membuat pikiran Anda lebih fokus dan merasa bersemangat setelah minum kopi. Itu pula penjelasan kenapa kopi membuat tidak ngantuk.

Meski demikian, direkomendasikan agar Anda tidak mengonsumsi kopi sekitar 6 jam sebelum tidur. Jadi, bila Anda tidur jam 9 malam, sebaiknya terakhir minum kopi pada pukul 3 sore.

Artikel Lainnya: Minum Kopi Hitam Bisa Kurangi Sesak Napas, Benarkah? 

Dalam 200 mililiter atau segelas kopi terkandung hingga 200 miligram kafein. Jumlah tersebut merupakan sepertiga asupan kafein yang dianjurkan dalam sehari. 

Sementara itu, segelas kopi yang menggunakan susu,  seperti latte atau cappuccino mengandung sekitar 175 miligram kafein. 

Sebagai stimulan untuk merangsang sistem saraf pusat, kadar kafein pada kopi dapat memberi lonjakan energi yang tinggi setelah dikonsumsi. Namun, setelah efeknya habis, tubuh Anda akan terasa lebih lemas daripada sebelumnya.

Anda sebaiknya hanya mengonsumsi kopi di waktu yang tepat. Pastikan pula takarannya sesuai dengan yang direkomendasikan, agar kualitas tidur Anda tak terganggu. 

Sebab, bila tubuh terasa lemas, kualitas tidur pun akan berkurang. Esok paginya Anda bisa merasa tetap lelah meski telah tidur semalaman.

Artikel Lainnya: Ketahui, Ini Manfaat Kopi untuk Kesehatan Hati Anda

Batas Normal Minum Kopi dalam Sehari 

Untuk orang dewasa yang sehat, jumlah kafein yang aman dikonsumsi adalah 400 miligram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 4 cangkir kopi.

Toleransi kafein pada kopi memang bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun, konsumsi kafein lebih dari 600 miligram dalam sehari atau sekitar 5‒7 cangkir bisa berbahaya bagi tubuh. 

Nah, bagi Anda yang memiliki penyakit mag atau asam lambung namun ingin minum kopi, disarankan untuk mengonsumsi kafein tidak lebih dari 100‒200 miligram (setara 1‒2 cangkir) kopi dalam sehari.

Jika Anda sensitif terhadap kafein, berhati-hatilah. Karena, mengonsumsi kopi dalam jumlah sedikit sekalipun, seperti secangkir saja, bisa menyebabkan rasa gelisah dan gangguan tidur.

Minum kopi memang kerap menjadi “senjata” untuk menahan kantuk, terutama bila Anda memiliki setumpuk pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. 

Meski demikian, Anda tetap perlu memperhatikan waktu mengonsumsi dan takarannya agar tidak memengaruhi kualitas tidur. 

Ingin tahu fakta kesehatan lain seputar kopi atau asupan lainnya? Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar