Sukses

6 Penyebab Umum Susah Buang Air Kecil

Apakah Anda sering merasa susah buang air kecil? Mari cari tahu penyebabnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda merasa sangat ingin buang air kecil, tapi ternyata yang keluar hanya sedikit? Susah buang air kecil atau BAK dapat terjadi sewaktu-waktu. Keluhan ini bervariasi pada tiap orang. Ada yang tidak bisa mengeluarkannya  meski sudah tak bisa menahannya, ada yang membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkannya, hingga urine yang keluar hanya menetes perlahan. Hal-hal ini dapat menyebabkan rasa tak nyaman dan nyeri perut bawah.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang susah buang air kecil, antara lain gangguan kecemasan, kerusakan saraf di medula spinalis, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga kelainan pada anatomi saluran kemih.  Berikut ini merupakan enam penyebab yang paling sering dari susah buang air kecil:

  1. Infeksi saluran kemih (ISK)

ISK sering terjadi pada pria maupun wanita. Selain susah buang air kecil, biasanya juga disertai demam, nyeri pada saat buang air kecil, dan buang air kecil tidak lampias. Hampir sebagian besar kasus ISK terjadi akibat infeksi bakteri Escherichia coli

E. coli dapat menginfeksi saluran kemih apabila Anda kurang menjaga kebersihan alat kelamin. Selain itu, sering menahan buang air kecil juga menjadi salah satu penyebab terjadinya ISK. Hal ini dikarenakan kebiasaan tersebut membuat bakteri menumpuk di saluran kemih dan berkolonisasi.

  1. Keracunan jengkol

Anda gemar mengonsumsi jengkol? Hati-hati, terlalu banyak makan jengkol dapat menyebabkan keracunan. Keracunan ini terjadi akibat adanya asam jengkolat yang menumpuk di saluran kemih. Kristal asam jengkolat yang mengendap di saluran kemih ini dapat mengakibatkan sumbatan, bahkan bisa memicu terjadinya gagal ginjal akut.

Gejala keracunan jengkol dapat muncul 5-12 jam setelah mengonsumsi jengkol. Seseorang yang mengalami keracunan jengkol akan merasakan mual dan muntah, nyeri pada pinggang, nyeri perut kolik, tidak bisa buang air kecil, atau jika bisa buang air kecil jumlahnya pun sedikit disertai dengan darah.

  1. Batu pada saluran kemih

Batu saluran kemih terbentuk akibat pengendapan garam yang tersaturasi dan membentuk kristal-kristal. Faktor risiko seperti kurang minum, riwayat keluarga, diet tinggi protein, dan mengonsumsi vitamin C dosis tinggi juga dapat  menyebabkan munculnya batu pada saluran kemih.

Umumnya batu yang kecil tidak menunjukkan gejala yang spesifik, sedangkan batu yang berukuran 2-3 mm dapat memberikan gejala. Gejala yang muncul dapat bervariasi, tergantung pada di mana letak batu tersebut.

Biasanya keluhan yang muncul adalah nyeri pada perut dan pinggang yang menjalar hingga daerah alat kelamin, susah BAK, terkadang BAK disertai dengan serpihan pasir atau darah, serta mual dan muntah.

  1. Pembesaran prostat jinak

Pembesaran prostat jinak merupakan masalah yang paling sering dialami oleh pria berusia 50 tahun ke atas. Organ prostat yang membesar ini menyebabkan uretra terjepit. Pada beberapa pria, gejala yang muncul adalah seringnya buang air kecil lebih dari 8 kali dalam sehari, pancaran lemah dan tak bisa ditahan. Terkadang penderita juga harus mengejan saat buang air kecil.

Namun pada saat-saat tertentu, penderita bisa saja tidak dapat buang air kecil sama sekali sehingga perut bawah terasa nyeri dan membesar. Kadang kondisi ini membuat seseorang harus dibawa ke IGD dan dipasangi kateter urine untuk membantu mengeluarkan urine yang tertahan.

  1. Penyempitan saluran kemih

Penyempitan saluran kemih, atau striktur uretra, juga dapat menyebabkan seseorang susah buang air kecil. Penyebab dari striktur uretra, antara lain pemasangan kateter urine, pasca operasi prostat, tumor di sekitar uretra, infeksi saluran kemih yang tidak tertangani tuntas, infeksi menular seksual yang berulang, maupun pasca patah tulang pelvis.

Gejala yang muncul biasanya berupa kesusahan buang air kecil yang disertai dengan keluarnya darah dan nyeri perut. Untuk menanganinya, diperlukan operasi untuk membuka saluran yang mengalami penyempitan.

  1. Pasca persalinan

Gangguan buang air kecil pasca melahirkan sering disebut retensi urine pasca persalinan (RUPP). RUPP didefinisikan sebagai nyeri mendadak dan ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara spontan dalam 12 jam pasca persalinan spontan. RUPP ini terjadi karena berbagai faktor, seperti faktor neurologis, obat-obatan, peradangan, sumbatan di saluran kemih, maupun gangguan pasca operasi.

Enam kondisi di atas merupakan penyebab yang paling umum dari susah buang air kecil. Hal yang paling mudah untuk dilakukan agar tidak sulit buang air kecil adalah dengan menjaga kebersihan alat kelamin dan mengonsumsi air putih yang cukup. Biasakan pula untuk tidak menahan buang air kecil. Jika Anda sering mengalami susah buang air kecil, segera periksakan diri ke dokter spesialis urologi agar dapat ditangani.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar