Sukses

Makan Kentang Mentah, Ini Bahayanya

Menjadikan kentang sebagai pengganti nasi boleh-boleh saja, asalkan dimasak sampai matang. Berikut dampak mengonsumsi kentang mentah.

Klikdokter.com, Jakarta Saat Anda hendak mengolah kentang menjadi suatu hidangan, pastikan kentang sudah termasak sampai matang sempurna. Karena selain rasanya masih langu dan teksturnya keras, ada pula yang mengatakan bahwa mengonsumsi kentang mentah itu berbahaya bagi kesehatan. Memangnya apa, ya, bahaya yang ditimbulkan?

Dilansir Healthline, kentang mengandung glikoalkaloid, yakni senyawa kimia yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keracunan. Ketika kentang terpapar sinar matahari karena disimpan di tempat yang kurang baik, kentang akan menghasilkan pigmen tanaman (klorofil) yang menyebabkan kentang berubah menjadi hijau. Nah, saat kentang sudah berwarna kehijauan, ia akan mengandung dua jenis glikoalkaloid, yaitu solanin dan kakonin.

Orang yang mengonsumsi kentang mentah yang telah berwarna kehijauan tersebut dapat merasakan kantuk yang sangat parah, gatal-gatal, dan gangguan pencernaan. Dengan memasak kentang yang kulitnya berwarna kehijauan dengan cara dikupas terlebih dahulu, lalu direbus, dan dipanggang, hal itu bisa mengurangi konsentrasi total dari zat beracun.

Lalu, bagaimana dengan kentang mentah yang warnanya belum kehijauan? Apakah tetap bisa dimakan?

Bisa sebabkan masalah pencernaan

Kentang mentah mengandung pati resistan yang bersifat sulit dicerna oleh lambung dan usus. Meski pati resistan dapat berfungsi sebagai prebiotik, ia tetap bisa membuat produksi gas asam lambung meningkat. Sehingga, setelah mengonsumsi kentang yang belum dimasak sempurna, Anda bisa merasakan begah dan tidak nyaman.

Hal itu pun dibenarkan oleh studi dari Utah State University. Menurut para peneliti, mengonsumsi kentang mentah hanya akan membikin perut kembung. Lagi pula, kentang mentah -- apalagi yang belum dikupas kulitnya -- lebih berpotensi mengandung banyak bakteri dari dalam tanah sehingga risiko Anda untuk mengalami infeksi usus akan sangat tinggi.

Selain itu, kentang mentah juga mengandung antinutrien seperti inhibitor tripsin protein dan lektin. Kedua antinutrien itu dapat mengganggu kinerja sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi. Memasak kentang hingga matang terbukti bisa mengurangi kandungan antinutrien sehingga membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Dengan kata lain, kentang merupakan salah satu sumber makanan alami yang kebaikannya baru aktif setelah dimasak hingga matang.

Pada sisi lain, keputusan beberapa orang untuk mengonsumsi kentang secara mentah mungkin bertujuan untuk mempertahankan beberapa nutrisi yang terkandung dan jumlah kalori yang lebih sedikit. Ketika kentang dimasak hingga matang, kalori yang dihasilkan jauh lebih banyak sehingga bagi pelaku diet ketat akan menjadi momok yang menakutkan.

Sementara, kandungan kalium dan vitamin B6 pada kentang matang jauh lebih sedikit ketimbang saat masih mentah. Kandungan vitamin C pada kentang mentah juga jauh lebih tinggi. Sedangkan setelah dimasak, suhu panas akan menghilangkan kadar vitamin C-nya.

Tetap ingin mengonsumsi kentang mentah? Sebaiknya pikir-pikir lagi, karena sepertinya kurang begitu setimpal dengan risiko keracunan, gangguan pencernaan, serta kegagalan penyerapan nutrisi yang bisa Anda alami. Terutama saat kentang telah berwarna kehijauan. Lagi pula, Anda masih bisa mendapatkan berbagai kandungan vitamin dari sayur ataupun buah lain tanpa harus menanggung risiko.

Untuk Anda yang sedang diet, rebuslah kentang atau dipanggang tanpa tambahan mentega, keju, ataupun saus. Kalori yang dihasilkan pun tidak akan terlalu besar dan mengganggu program diet. Jadi, daripada sakit setelah menyantap kentang mentah, sebaiknya masak kentang sampai matang sebelum dikonsumsi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar