Sukses

Manfaat Mainan untuk Perkembangan Otak Anak

Tidak sekadar buang-buang uang, mainan bisa sangat berguna untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Klikdokter.com, Jakarta Berapapun usia anak, mainan merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi mereka. Menurut banyak studi, mainan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan otak, sosial, emosional, dan fisik anak. Anak ibarat spons yang siap menyerap informasi apa pun yang diterima, sehingga mainan dapat menjadi salah satu sarana mereka untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar serta belajar hal baru.

Berikut ini adalah peran mainan bagi perkembangan otak si Kecil:

  • Merangsang kemampuan bahasa

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris pada tahun 2000 melaporkan, mainan yang tepat sesuai usia anak dapat merangsang otak anak untuk memproses dan mengekspresikan kata-kata lebih baik.

Penelitian ini dilakukan pada anak usia 1-6 tahun yang diberikan mainan untuk permainan simbolis (misalnya, diberikan balok dengan roda untuk dimainkan seolah-olah sebagai mobil), kemudian membandingkannya dengan anak yang tidak diberikan mainan. Hasilnya, skor dalam tes bahasa anak yang diberikan mainan lebih baik dibandingkan anak yang tidak diberikan mainan sama sekali.

  • Meningkatkan kemampuan matematika

Studi lain menyebutkan bahwa mainan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk berhitung. Salah satu mainan yang dapat menjadi sarana adalah mainan balok. Semakin kompleks bangunan mainan balok yang disusun oleh anak, maka akan semakin tinggi kemampuan anak dalam bidang matematika.

Hasil studi tersebut melaporkan bahwa anak yang bermain balok (yang kompleks) saat masa kecil, memiliki kemampuan matematika jauh lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak bermain balok.

  • Lebih fokus dalam belajar

Mainan juga dapat meningkatkan kemampuan akademis anak di sekolah. Berdasarkan suatu studi meta analisis pada tahun 2006, disebutkan bahwa anak usia sekolah yang bermain di jam istirahat selama 20 menit memiliki kemampuan akademis lebih baik (lebih fokus dalam memperhatikan pelajaran) dibandingkan dengan anak yang hanya berdiam di dalam kelas.

Namun, studi tersebut menyarankan agar tidak lebih dari 20 menit, karena jika berlebihan justru malah menimbulkan efek yang bertolak belakang (anak menjadi tidak fokus belajar).

Selain penting untuk perkembangan otak, stimulasi yang diberikan lewat mainan juga berguna untuk tumbuh kembang anak pada kemudian hari. Sebagai contoh, mainan yang diberikan kepada bayi. Mainan (sesuai usia bayi) dapat menstimulasi sensasi raba, penglihatan, dan pendengaran bayi.

Tak hanya itu, mainan juga dapat mengembangkan keterampilan bayi melakukan suatu hal dengan tangannya. Mainan juga berguna untuk meningkatkan koordinasi otot anak serta meningkatkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar.

1 dari 2 halaman

Kiat memilih mainan untuk anak

Demi keamanan, pastikan orang tua memilih mainan yang sesuai dengan usia anak. Sebagian besar mainan memiliki stiker “recommended age”, yang bisa Anda jadikan sebagai panduan dalam menyeleksi mainan untuk si Kecil. Supaya tak bingung, mari lihat pedoman berikut:

  • Usia 0-3 bulan

Mainan yang dapat dipilih: gantungan tempat tidur yang mengeluarkan suara serta mainan yang berbahan halus.

  • Usia 3-6 bulan

Mainan yang dapat dipilih: mainan yang aman untuk digigit, mainan karet yang dapat mengeluarkan suara-suara lucu, boneka berbentuk hewan yang berbahan halus.

  • Usia 6-9 bulan

Mainan yang dapat dipilih: buku bergambar yang mengeluarkan suara dan berwarna cerah serta boneka yang berbahan halus.

  • Usia 9-12 bulan

Mainan yang dapat dipilih:  bola, balok-balokan, buku interaktif, telepon mainan.

  • Usia 12-18 bulan

Mainan yang dapat dipilih: bola mainan, balok yang dapat disusun, alat menggambar dan buku bergambar.

Apa pun jenis mainan yang Anda pilih untuk anak, pastikan mainan tersebut sesuai dengan usia anak. Karena memilih mainan yang tepat dapat bermanfaat untuk perkembangan otak serta tumbuh kembang mereka. Selamat bermain bersama si Kecil!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar