Sukses

Kenali Gejala Infeksi Lambung yang Dialami Torro Margens

Torro Margens meninggal dunia hari ini. Ia diberitakan sempat muntah darah akibat infeksi lambung. Kenali gejalanya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Aktor Torro Margens tutup usia di RSUD Syamsudin SH, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019) dini hari. Usianya 68 tahun. Menurut berbagai sumber, Torro didiagnosis infeksi lambung sebelum meninggal. Penyakit inilah yang menyebabkan dirinya muntah darah saat syuting film pada November lalu. Lalu, bagaimana infeksi lambung dapat menyebabkan kematian? Apa saja gejalanya yang harus diwaspadai?

Salah satu penyebab infeksi lambung adalah bakteri Helicobacter pylori. Sejak ditemukan pada tahun 1982, para ilmuwan menemukan fakta bahwa H. pylori merupakan penyebab utama luka pada lambung. Setelah H. pylori masuk ke dalam tubuh, bakteri menyerang lapisan lambung yang biasanya melindungi Anda dari asam lambung.

Ketika bakteri telah melakukan kerusakan, asam dapat menembus lapisan lambung sehingga menyebabkan luka. Luka ini dapat menimbulkan perdarahan, infeksi, bahkan menghambat makanan untuk bergerak sesuai rutenya melalui saluran pencernaan.

H. pylori dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air, bahkan alat makan. Selain itu, H. pylori banyak ditemukan di kota, negara, maupun masyarakat yang kekurangan air bersih atau sistem pembuangan kotoran yang kurang baik. Anda juga dapat tertular bakteri tersebut lewat kontak air liur atau cairan tubuh lainnya dari mereka yang telah terinfeksi.

1 dari 3 halaman

Kenali tanda dan gejala infeksi lambung

Jika telah terbentuk luka pada lambung, Anda mungkin akan merasakan nyeri yang tumpul maupun tajam pada perut, serta dapat hilang timbul. Kondisi ini akan lebih berat saat lambung sedang kosong. Nyeri dapat bertahan selama beberapa menit hingga beberapa jam. Anda mungkin akan merasa lebih baik setelah makan, minum susu, atau mengonsumsi antasida.

Gejala lain dari terbentuknya luka pada lambung meliputi:

  • Kembung
  • Sendawa berlebihan
  • Tidak merasa lapar atau ingin makan
  • Mual dan muntah
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala berikut:

  • BAB berdarah segar, berwarna gelap atau hitam
  • Sesak napas
  • Pusing berputar, bahkan hingga pingsan
  • Merasa letih tanpa alasan yang jelas
  • Kulit yang pucat
  • Muntah yang terlihat seperti darah
  • Nyeri perut yang tajam dan terasa berat
2 dari 3 halaman

Mencegah infeksi lambung

Jika Anda memiliki riwayat mag, Anda dapat menurunkan risiko terkena infeksi lambung dengan menjaga pola makan. Misalnya dengan membiasakan ngemil di antara makan berat - tentunya dengan makanan yang tidak bersifat iritatif terhadap lambung.

Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gas, seperti sayuran nangka, brokoli, dan kol. Untuk buah, sebaiknya tidak yang terlalu asam. Bagi para penggemar kopi serta teh, konsumsilah minimal 1 jam setelah makan berat. Tak lupa untuk makan teratur pada jam yang Anda sesuaikan sendiri.

Secara umum, agar tidak mudah tertular infeksi, Anda juga harus rutin berolahraga. Lakukan olahraga aerobik intensitas ringan-sedang selama 30 menit, sebanyak 3 kali seminggu. Contoh olahraga aerobik yang bisa dilakukan adalah joging, bersepeda, dan berenang.

Jika  Anda tidak sempat saat weekdays, dapat digabung saat weekend namun dengan durasi 120 menit intensitas sedang-tinggi. Anda bisa melakukan olahraga basket, sepak bola, futsal, atau aktivitas fisik lainnya yang Anda sukai asalkan konsisten. Istirahat yang cukup juga penting, yakni 6-8 jam per malamnya.

Kiat-kiat di atas sangat berguna agar Anda tidak mudah terkena infeksi lambung, seperti yang dialami oleh mendiang Torro Margens. Walaupun memiliki riwayat mag, Anda tetap dapat terhindar dari infeksi lambung asalkan menjaga pola hidup sehat. Pahami juga gejala dari infeksi lambung agar Anda dapat waspada dan menanganinya segera. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar